Cara Menulis Daftar Pustaka Format APA, IEEE, dan Vancouver

Cara Menulis Daftar Pustaka Format APA, IEEE, dan Vancouver

Comments
11 min read
Beranda » Cara Menulis Daftar Pustaka Format APA, IEEE, dan Vancouver

Cara menulis daftar pustaka sebenarnya sederhana. Catat setiap sumber yang Anda kutip, lalu tulis semuanya dengan satu gaya sesuai pedoman jurnal tujuan. Masalahnya, bagian ini sering dikerjakan paling akhir dan terburu-buru. Akibatnya ada sumber yang dikutip di teks tetapi tidak muncul di daftar, format yang bercampur, dan DOI yang hilang. Editor biasanya menemukan hal seperti ini sejak pemeriksaan awal.

Artikel ini membahas prinsip dasarnya, perbandingan APA, IEEE, dan Vancouver, contoh format di ketiga gaya, serta cara menyusun dan memeriksa daftar otomatis dengan Mendeley atau Zotero. Semua contoh referensi di sini adalah contoh rekaan yang tidak merujuk ke karya nyata.

Jawaban Singkat

Gunakan gaya sitasi yang diminta jurnal tujuan, bukan gaya yang biasa Anda pakai. Pastikan setiap sumber yang dikutip di teks ada di daftar pustaka dan sebaliknya. APA 7 memakai sistem penulis dan tahun dengan daftar urut abjad, sedangkan IEEE dan Vancouver memakai nomor sesuai urutan kemunculan di teks. Susun daftar dengan Mendeley atau Zotero, lalu periksa hasilnya secara manual sebelum submit.

Daftar pustaka naskah Anda masih bercampur gaya?

Kami bantu memeriksa kecocokan sitasi dan daftar pustaka naskah Anda dengan gaya yang diminta jurnal tujuan.

Cek Daftar Pustaka

Prinsip Daftar Pustaka yang Berlaku di Semua Gaya

Gaya sitasi boleh berbeda, tetapi prinsip berikut berlaku di jurnal mana pun dan lebih penting daripada hafal letak titik dan koma.

  • Setiap sitasi di teks ada di daftar pustaka, dan sebaliknya. Daftar pustaka bukan bibliografi, jadi bacaan yang tidak dikutip tidak dimasukkan.
  • Satu naskah, satu gaya. Jangan mencampur gaya antarentri, termasuk dalam penulisan nama, letak tahun, dan tanda baca.
  • Gaya mengikuti pedoman jurnal tujuan. Bila gaya selingkung jurnal berbeda dengan buku panduan gaya standar, ikuti pedoman jurnal.
  • Data harus bisa ditelusuri. Nama penulis, tahun, judul, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI perlu lengkap dan tepat agar pembaca bisa menemukan sumber yang sama.
  • Kutip yang benar-benar Anda baca. Bila sebuah gagasan hanya Anda temukan lewat tulisan orang lain, cari sumber aslinya, atau tulis sebagai sumber sekunder sesuai aturan gaya.

Prinsip pertama paling mudah terlanggar. Naskah yang direvisi berkali-kali kerap menyisakan entri yang sitasinya sudah dihapus, atau sitasi baru yang belum masuk daftar. Kondisi ini disebut sitasi yatim. Bila Anda masih di tahap awal penulisan, mulailah dari panduan menulis artikel jurnal ilmiah agar kebiasaan mencatat sumber terbentuk sejak draf pertama.

Perbandingan APA, IEEE, dan Vancouver

Ketiga gaya ini sering muncul di pedoman jurnal, tergantung bidangnya. APA banyak dipakai di ilmu sosial, pendidikan, psikologi, dan ekonomi, IEEE di teknik dan ilmu komputer, sedangkan Vancouver di kedokteran dan ilmu kesehatan. Gaya lain seperti Harvard dan Chicago diperiksa dengan prinsip yang sama.

Aspek APA 7 IEEE Vancouver
Sistem sitasi Penulis dan tahun Nomor dalam kurung siku Nomor dalam kurung, kurung siku, atau superskrip sesuai jurnal
Contoh sitasi di teks (Pratama & Saputra, 2023) atau Pratama dan Saputra (2023) [1] (1) atau [1]
Urutan daftar pustaka Abjad nama belakang penulis pertama Urutan pertama kali dikutip di teks Urutan pertama kali dikutip di teks
Penulisan nama Pratama, R. R. Pratama Pratama R
Letak tahun Tepat setelah nama penulis Menjelang akhir, bersama bulan terbit Setelah nama jurnal
Judul artikel Tanpa tanda kutip, huruf kapital hanya di awal Di dalam tanda kutip, huruf kapital hanya di awal Tanpa tanda kutip, huruf kapital hanya di awal
Bidang yang lazim Sosial, pendidikan, psikologi, ekonomi Teknik, ilmu komputer Kedokteran, kesehatan

Ringkasan umum. Detail tanda baca dan singkatan tetap mengikuti pedoman jurnal tujuan. Nama penulis pada tabel adalah contoh rekaan.

Cara Menulis Daftar Pustaka Artikel Jurnal dalam Tiga Gaya

Agar perbedaannya mudah dilihat, semua contoh di bawah memakai satu artikel rekaan yang sama, ditulis dua penulis fiktif, Rina Pratama dan Dimas Saputra, terbit tahun 2023 di jurnal fiktif volume 8 nomor 2, halaman 45 sampai 60.

Format APA 7

APA edisi ketujuh terbit tahun 2020 dan merupakan edisi terbaru. Polanya untuk artikel jurnal adalah sebagai berikut.

  • Pola: Nama Belakang, A., & Nama Belakang, B. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), rentang halaman. https://doi.org/xxxxx
  • Contoh rekaan: Pratama, R., & Saputra, D. (2023). Literasi digital dan kemandirian belajar mahasiswa tahun pertama. Jurnal Rekaan Pendidikan Digital, 8(2), 45–60. https://doi.org/10.xxxx/xxxxx

Detail yang sering terlewat: nama jurnal dan nomor volume dicetak miring, nomor terbitan di dalam kurung tidak. Judul artikel memakai huruf kapital hanya di awal dan pada nama diri, sedangkan nama jurnal memakai huruf kapital di setiap kata utama. DOI ditulis sebagai tautan lengkap tanpa label DOI di depannya. Di teks, karya dengan tiga penulis atau lebih cukup ditulis nama penulis pertama diikuti et al. sejak sitasi pertama. Jurnal berbahasa Indonesia kadang meminta dkk. sebagai gantinya.

Format IEEE

IEEE memakai nomor di dalam kurung siku. Nomor diberikan sesuai urutan sumber pertama kali dikutip, dan nomor yang sama dipakai lagi setiap kali sumber itu dikutip ulang.

  • Pola: [n] A. Nama Belakang and B. Nama Belakang, “Judul artikel,” Nama Jurnal, vol. x, no. x, pp. rentang halaman, Bulan Tahun, doi: xxxxx.
  • Contoh rekaan: [1] R. Pratama and D. Saputra, “Literasi digital dan kemandirian belajar mahasiswa tahun pertama,” Jurnal Rekaan Pendidikan Digital, vol. 8, no. 2, pp. 45–60, Jun. 2023, doi: 10.xxxx/xxxxx.
  • Sitasi di teks: Pratama dan Saputra [1] menemukan bahwa literasi digital berkaitan dengan kemandirian belajar, atau cukup ditulis “seperti dilaporkan dalam [1]”.

Daftar IEEE disusun menurut nomor, bukan abjad. Inisial ditulis di depan nama belakang, judul artikel diapit tanda kutip dengan koma sebelum tanda kutip penutup, dan nama jurnal dicetak miring. IEEE lazim memakai singkatan resmi nama jurnal. Bila tidak ada singkatan resmi, tulis nama lengkapnya.

Format Vancouver

Vancouver juga memakai nomor sesuai urutan kemunculan, tetapi tanda bacanya lebih ringkas. Tidak ada tanda kutip, tidak ada titik di antara inisial, dan tahun diletakkan tepat setelah nama jurnal.

  • Pola: n. Nama Belakang Inisial, Nama Belakang Inisial. Judul artikel. Nama Jurnal. Tahun;Volume(Nomor):rentang halaman. doi:xxxxx
  • Contoh rekaan: 1. Pratama R, Saputra D. Literasi digital dan kemandirian belajar mahasiswa tahun pertama. Jurnal Rekaan Pendidikan Digital. 2023;8(2):45–60. doi:10.xxxx/xxxxx
  • Sitasi di teks: Literasi digital berkaitan dengan kemandirian belajar mahasiswa (1). Sebagian jurnal meminta kurung siku atau angka superskrip sebagai pengganti kurung biasa.

Nama jurnal dalam Vancouver tidak dicetak miring dan biasanya disingkat. Untuk artikel dengan banyak penulis, Vancouver hanya menuliskan sejumlah nama pertama lalu menambahkan et al. Cek jumlahnya di pedoman jurnal, karena sebagian jurnal memodifikasi aturan ini.

Ragu gaya sitasi naskah Anda sudah sesuai pedoman?

Kami bantu menyesuaikan sitasi dan daftar pustaka naskah Anda dengan gaya selingkung jurnal tujuan.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Membuat Daftar Pustaka Otomatis dengan Mendeley atau Zotero

Menyusun daftar secara manual berisiko saat naskah direvisi berkali-kali atau harus berganti gaya karena Anda pindah jurnal tujuan. Pengelola referensi seperti Mendeley, Zotero, dan EndNote dibuat untuk masalah ini. Mendeley dan Zotero banyak dipakai karena versi dasarnya bisa digunakan tanpa biaya, dan alur kerjanya mirip.

  1. Pasang aplikasi dan pluginnya. Zotero memakai Zotero Connector untuk peramban dan plugin untuk Microsoft Word atau LibreOffice. Mendeley Reference Manager memakai Mendeley Web Importer untuk peramban dan Mendeley Cite untuk Word.
  2. Masukkan sumber ke pustaka. Cara paling akurat biasanya lewat DOI atau tombol impor di peramban. Menyeret berkas PDF juga bisa, tetapi metadatanya lebih sering keliru.
  3. Rapikan metadata sejak awal. Cocokkan nama penulis, judul, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI setiap entri dengan halaman artikel aslinya, karena kesalahan di sini terbawa ke daftar pustaka.
  4. Pilih gaya sitasi. Keduanya memakai gaya berbasis CSL (Citation Style Language), sehingga APA 7, IEEE, Vancouver, dan banyak gaya lain tersedia. Bila jurnal menyediakan berkas gaya sendiri, ikuti petunjuk jurnal untuk memasangnya.
  5. Sisipkan sitasi lewat plugin selama menulis. Sitasi yang diketik manual tidak akan masuk ke daftar pustaka.
  6. Buat daftar pustaka di akhir naskah lewat menu bibliografi di plugin. Daftar ikut berubah setiap kali sitasi ditambah atau dihapus.
  7. Simpan salinan sebelum diubah menjadi teks biasa. Bila editor meminta sitasi berupa teks biasa, simpan dulu versi yang masih terhubung ke aplikasi supaya revisi berikutnya tetap mudah.

Cara Memeriksa Hasil Otomatis Sebelum Submit

Aplikasi hanya sebaik data yang Anda masukkan. Sebelum naskah dikirim, baca daftar pustaka dari atas sampai bawah dengan daftar periksa berikut.

  • Kapitalisasi judul. Judul hasil impor kadang seluruhnya huruf kapital. Ketiga gaya ini meminta judul artikel berhuruf kapital hanya di awal dan pada nama diri.
  • Nama penulis Indonesia. Banyak nama Indonesia tidak memakai nama keluarga, bahkan ada yang hanya satu kata, sehingga aplikasi bisa keliru menentukan nama belakang. Cocokkan dengan penulisan nama di artikel asli.
  • Entri ganda. Artikel yang terimpor dua kali akan muncul ganda atau mendapat dua nomor. Gabungkan di pustaka aplikasi.
  • Data yang kosong. Lengkapi entri yang belum memuat volume, nomor, halaman, atau nama jurnal.
  • DOI yang aktif. Uji DOI di doi.org atau pencarian Crossref. Satu karakter yang salah membuat DOI mengarah ke artikel lain.
  • Kecocokan dua arah. Cocokkan sitasi di teks dengan daftar pustaka, termasuk ejaan nama dan tahun, terutama sitasi yang diketik manual atau ditambahkan rekan penulis.
  • Kata penghubung. Pastikan pilihan antara “dan” atau “&”, serta “dkk.” atau “et al.”, konsisten dengan bahasa naskah dan pedoman jurnal.

Sumber yang Sebaiknya Dikurangi

Reviewer membaca daftar pustaka sebagai cermin kualitas kajian Anda. Daftar yang didominasi sumber lemah memberi kesan naskah tidak bertumpu pada penelitian terkini. Kurangi jenis sumber berikut dan ganti dengan sumber primer yang bisa ditelusuri.

  • Tulisan daring tanpa penulis yang jelas, seperti blog anonim, situs kumpulan materi, dan halaman tanpa tanggal terbit.
  • Ensiklopedia daring yang bisa disunting siapa saja. Pakai sebagai titik awal membaca, lalu kutip sumber yang dirujuknya.
  • Salindia kuliah, catatan pribadi, dan dokumen yang tidak dipublikasikan.
  • Artikel dari jurnal yang reputasi dan proses reviewnya meragukan.
  • Sumber lama untuk klaim tentang kondisi terkini, kecuali teori klasik yang memang menjadi rujukan utama.

Buku teks, dokumen regulasi, dan laporan lembaga resmi tetap sah bila relevan. Beberapa jurnal menetapkan jumlah minimal referensi atau porsi artikel jurnal dalam daftar pustaka, jadi baca pedomannya sejak awal.

Kesalahan Umum dalam Daftar Pustaka

Sebagian besar kesalahan berikut bisa dicegah dengan daftar periksa di atas.

  • Gaya bercampur. Biasanya terjadi bila sebagian entri disalin dari fitur kutip Google Scholar, sebagian dibuat aplikasi, dan sisanya diketik sendiri.
  • DOI tidak dicantumkan padahal artikelnya memiliki DOI.
  • Sitasi yatim. Sumber dikutip di teks tetapi tidak ada di daftar, atau tercantum di daftar tetapi tidak pernah dikutip.
  • Data berbeda antara teks dan daftar, misalnya tahun 2022 di teks tetapi 2023 di daftar, atau ejaan nama yang tidak sama.
  • Urutan keliru. Daftar APA tidak urut abjad, atau nomor IEEE dan Vancouver tidak lagi urut kemunculan setelah ada sitasi yang disisipkan manual.
  • Memakai ibid. atau op. cit. pada gaya yang tidak memakai catatan kaki, seperti APA, IEEE, dan Vancouver.

Daftar pustaka juga menyangkut integritas. Sitasi yang hilang atau salah tempat bisa membuat sebagian naskah terbaca sebagai plagiarisme, baik oleh pemeriksa kemiripan maupun oleh reviewer, meskipun Anda tidak berniat menjiplak.

Bila laporan kemiripan naskah Anda tinggi karena masalah sitasi dan parafrase, pelajari cara menurunkan plagiarisme dengan memperbaiki tulisan, bukan dengan trik yang justru membahayakan naskah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda daftar pustaka dan bibliografi?

Daftar pustaka hanya memuat sumber yang dikutip di naskah, sedangkan bibliografi bisa memuat bacaan lain yang tidak dikutip. Artikel jurnal umumnya meminta daftar pustaka.

Gaya sitasi mana yang harus saya pakai?

Gaya yang diminta jurnal tujuan, seperti tercantum di Author Guidelines atau template jurnal. Bila jurnal memodifikasi gaya standar, ikuti versi jurnal.

Apakah DOI wajib dicantumkan di daftar pustaka?

Bila sumber memiliki DOI, APA 7 meminta DOI dicantumkan, dan banyak jurnal memintanya di gaya apa pun. DOI membantu pembaca menemukan sumber yang tepat. Cek kebenarannya lewat doi.org.

Bolehkah memakai fitur kutip di Google Scholar?

Boleh sebagai bantuan awal, tetapi hasilnya sering tanpa DOI atau nomor terbitan dan belum tentu sesuai gaya selingkung jurnal. Periksa setiap entri dengan artikel aslinya.

Apa yang harus dilakukan bila jurnal meminta ganti gaya sitasi?

Dengan Mendeley atau Zotero, cukup ganti gaya di plugin lalu periksa ulang hasilnya. Bila daftar disusun manual, ubah setiap entri dan sitasi di teks, terutama saat berpindah dari sistem penulis dan tahun ke sistem nomor.

Rapikan daftar pustaka sebelum naskah dikirim

Pelopor Publikasi membantu Anda memeriksa kecocokan sitasi, kelengkapan DOI, dan konsistensi gaya sesuai pedoman jurnal tujuan.

Konsultasi Naskah Sekarang

Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.

Share this article

About Author

Tim Pelopor Publikasi

Tim Editorial Pelopor Publikasi terdiri dari pendamping publikasi ilmiah yang membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti mempersiapkan naskah untuk jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi. Setiap artikel di blog ini disusun dari pengalaman pendampingan naskah lintas bidang dan penelusuran langsung ke sumber resmi seperti portal SINTA, Scopus, dan laman penerbit, lalu ditinjau sebelum terbit agar informasinya akurat. Untuk berdiskusi tentang kebutuhan publikasi Anda, gunakan tombol konsultasi yang tersedia di setiap artikel.

Most Relevent