Cara Menurunkan Plagiarisme dengan Benar, Bukan Trik Curang

Cara Menurunkan Plagiarisme dengan Benar, Bukan Trik Curang

Comments
11 min read
Beranda » Cara Menurunkan Plagiarisme dengan Benar, Bukan Trik Curang

Cara menurunkan plagiarisme yang benar adalah memperbaiki tulisan, bukan mengakali angka di laporan pemeriksa kemiripan. Laporan Turnitin atau iThenticate hanya menunjukkan bagian mana yang mirip dengan sumber lain dan seberapa banyak. Editor dan reviewer tetap membaca naskah Anda, dan mereka bisa membedakan kalimat yang ditulis dari pemahaman dengan kalimat yang sekadar diubah supaya lolos.

Panduan ini membahas arti persentase kemiripan, cara membaca laporannya, bentuk plagiarisme yang perlu dihindari, cara memperbaiki naskah secara sah, serta praktik curang yang risikonya jauh lebih besar daripada angka kemiripan itu sendiri.

Jawaban Singkat

Baca dulu laporan kemiripan untuk melihat bagian mana yang cocok dan dari sumber apa, karena angka total saja tidak cukup. Perbaiki bagian yang bermasalah dengan parafrase dari pemahaman disertai sitasi, kutipan langsung yang ditandai, sintesis beberapa sumber, dan pengakuan atas teks Anda sendiri yang pernah terbit. Batas kemiripan ditentukan oleh jurnal atau kampus masing-masing. Alat dan trik penyamaran teks tergolong kecurangan, jadi jangan dipakai.

Bingung membaca laporan kemiripan naskah Anda?

Kami bantu membaca laporan kemiripan dan menunjukkan bagian naskah yang perlu ditulis ulang atau dilengkapi sitasinya.

Konsultasi Naskah

Apa Arti Persentase Kemiripan

Angka di laporan Turnitin atau iThenticate adalah porsi teks naskah yang cocok dengan sumber di basis data pembandingnya. Angka itu bukan vonis plagiarisme. Perangkat lunak hanya mencocokkan rangkaian kata dan tidak tahu apakah kecocokan itu berasal dari kutipan yang ditandai dengan benar, istilah baku di bidang Anda, atau salinan tanpa sumber.

Karena itu, dua naskah dengan angka yang sama bisa punya masalah yang sangat berbeda. Naskah pertama mungkin hanya cocok di daftar pustaka, nama instrumen, dan frasa baku metode. Naskah kedua mungkin mengambil satu paragraf utuh dari sebuah artikel tanpa sitasi. Angkanya sama, tetapi hanya naskah kedua yang bermasalah serius.

Batas persentase yang dianggap wajar juga tidak berlaku umum. Setiap jurnal dan kampus menetapkan kebijakannya sendiri, dan editor tetap menilai isi laporan, bukan hanya angkanya. Cek pedoman jurnal tujuan atau aturan kampus Anda, lalu perlakukan angka itu sebagai rambu, bukan tujuan.

Cara Membaca Laporan Kemiripan

Sebelum mengubah satu kalimat pun, baca laporannya dengan urutan berikut.

  1. Lihat daftar sumber, bukan hanya angka total. Laporan biasanya mengurutkan sumber dari yang paling banyak cocok. Satu sumber yang menyumbang porsi besar adalah sinyal yang berbeda dengan banyak sumber yang masing-masing hanya cocok sedikit.
  2. Buka setiap bagian yang ditandai. Periksa apakah bagian itu kutipan langsung yang sudah bertanda kutip dan bersitasi, istilah teknis, atau kalimat yang memang terambil dari sumber.
  3. Kenali jenis sumbernya. Sumber bisa berupa artikel terbit, halaman web, atau berkas yang pernah diunggah ke repositori pemeriksa, yang biasanya berlabel “Submitted to” diikuti nama institusi. Bila ternyata itu draf Anda sendiri yang pernah dicek, sampaikan kepada admin pemeriksa atau editor.
  4. Tanyakan pengaturan laporan. Pengecualian daftar pustaka, kutipan, atau kecocokan kecil ditentukan admin kampus atau editor jurnal. Dengan mengetahui pengaturannya, Anda membaca angka dalam konteks yang benar.
  5. Buat peta revisi. Catat paragraf yang bermasalah beserta sumbernya. Daftar ini menjadi panduan kerja saat menulis ulang.

Bentuk Plagiarisme yang Perlu Dihindari

Plagiarisme bukan hanya menyalin utuh. Bentuk berikut sama-sama dianggap pelanggaran, meskipun sebagian terjadi tanpa niat buruk.

  • Menyalin verbatim tanpa tanda kutip dan sitasi. Bentuk yang paling mudah dikenali.
  • Parafrase tanpa sitasi. Kata-katanya sudah diubah, tetapi gagasan orang lain disajikan seolah milik Anda.
  • Parafrase yang terlalu dekat dengan sumber (patchwriting). Struktur kalimat sumber dipertahankan dan hanya beberapa kata diganti sinonim. Meskipun ada sitasi, kalimat itu pada dasarnya masih milik penulis asli.
  • Menggabungkan potongan dari banyak sumber tanpa sitasi. Paragraf tampak orisinal, padahal tersusun dari kalimat beberapa artikel.
  • Daur ulang teks sendiri yang sudah terbit (self-plagiarism) tanpa pengakuan. Artikel Anda yang sudah terbit tetap harus dikutip bila teksnya dipakai lagi.

Bagian Naskah yang Paling Rawan Kemiripan

Pola kemiripan biasanya tidak merata. Bila naskah Anda mengikuti struktur artikel IMRaD, pendahuluan dan kajian pustaka paling banyak memuat gagasan orang lain, sehingga paling rawan parafrase yang terlalu dekat dan sitasi yang terlewat. Bagian metode sering cocok dengan artikel lain karena prosedur dan nama instrumen memang baku. Bagian hasil umumnya paling orisinal karena berisi data Anda sendiri, sedangkan pembahasan kembali rawan saat temuan dibandingkan dengan penelitian terdahulu.

Pemetaan ini membantu Anda membagi waktu revisi. Kecocokan pada nama instrumen, nama uji statistik, atau frasa prosedur yang baku umumnya tidak perlu dipaksa berubah, asalkan sumber metodenya dirujuk. Pusatkan perhatian pada kalimat yang membawa gagasan, argumen, dan definisi.

Cara Menurunkan Plagiarisme dengan Memperbaiki Tulisan

Setelah tahu bagian mana yang bermasalah, perbaiki dengan cara yang sah berikut. Tujuannya sama, yaitu membuat naskah benar-benar menjadi tulisan Anda dengan sumber yang diakui secara jujur.

Parafrase dari pemahaman, lalu beri sitasi

Parafrase yang baik dimulai dari memahami isi, bukan dari mengganti kata. Baca bagian sumber sampai Anda bisa menjelaskannya tanpa melihat teks. Tutup sumbernya, tulis ulang dengan susunan kalimat Anda sendiri, lalu bandingkan untuk memastikan maknanya tidak bergeser dan tidak ada rangkaian kata yang tersalin. Terakhir, cantumkan sitasi. Parafrase tetap wajib disitasi karena gagasannya bukan milik Anda.

Gunakan kutipan langsung yang ditandai, secukupnya

Untuk definisi yang presisi atau pernyataan yang kekuatannya ada pada kata-kata aslinya, gunakan kutipan langsung. Beri tanda kutip, cantumkan sitasi, dan sertakan nomor halaman bila gaya sitasi memintanya. Kutipan yang ditandai dengan benar bukan plagiarisme, meskipun tetap tampil sebagai kecocokan. Namun, naskah yang penuh kutipan langsung menunjukkan sumber belum diolah, jadi pakai seperlunya.

Sintesis beberapa sumber

Alih-alih merangkum satu artikel per paragraf, kelompokkan sumber berdasarkan gagasan. Tulis kalimat topik dengan kata-kata Anda sendiri, misalnya tentang kesamaan atau perbedaan temuan beberapa penelitian, lalu dukung dengan sitasi ke sumber-sumber tersebut. Sintesis seperti ini menurunkan kemiripan secara alami karena kalimatnya memang baru, sekaligus memperkuat argumen naskah.

Tulis ulang dari catatan inti

Bila satu paragraf terlalu dekat dengan sumber, jangan menambalnya kata demi kata. Hapus paragraf itu, tuliskan poin intinya dalam catatan singkat, lalu kembangkan lagi sesuai alur argumen naskah Anda. Cara ini lebih cepat menghasilkan kalimat yang wajar daripada mengubah sedikit demi sedikit kalimat orang lain.

Akui teks Anda sendiri

Bila sebagian naskah berasal dari artikel Anda yang sudah terbit, kutip artikel itu seperti sumber lain dan ringkas bagian yang tidak perlu diulang. Bila artikel dikembangkan dari skripsi, tesis, atau disertasi, ikuti kebijakan jurnal tentang hal itu dan sampaikan asal naskah kepada editor bila diminta. Keterbukaan jauh lebih aman daripada berharap kecocokannya tidak terlihat.

Ingin naskah diperiksa sebelum dikirim ke jurnal?

Diskusikan laporan kemiripan dan bagian naskah yang membuat Anda ragu bersama tim kami.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Sumber Kemiripan dan Cara Memperbaikinya

Tabel berikut merangkum sumber kemiripan yang sering muncul di laporan beserta cara memperbaikinya secara sah.

Sumber kemiripan Contoh yang sering muncul Cara memperbaiki yang sah
Kalimat tersalin tanpa tanda kutip Definisi diambil utuh dari buku atau artikel Jadikan kutipan langsung bertanda kutip dengan sitasi, atau parafrase dari pemahaman dan beri sitasi
Parafrase terlalu dekat Struktur kalimat sama dengan sumber, hanya beberapa kata diganti Tulis ulang dari catatan inti dengan susunan kalimat sendiri, tetap dengan sitasi
Rangkuman per sumber Kajian pustaka meringkas artikel satu per satu Susun ulang menjadi sintesis berdasarkan gagasan
Teks sendiri yang sudah terbit Latar belakang atau metode dari artikel Anda sebelumnya Kutip artikel tersebut dan ringkas bagian yang berulang
Tugas akhir di repositori kampus Artikel dikembangkan dari skripsi atau tesis Tulis ulang dalam format artikel dan ikuti kebijakan jurnal soal asal naskah
Draf yang pernah diperiksa Sumber berlabel “Submitted to” nama institusi Konfirmasi kepada admin pemeriksa atau editor bahwa itu draf Anda
Frasa baku dan nama instrumen Nama skala, uji statistik, prosedur standar Umumnya tidak perlu diubah; pastikan sumber metode dan instrumen dirujuk
Teks bawaan template Petunjuk pengisian template yang lupa dihapus Hapus semua teks petunjuk sebelum naskah diperiksa

Ringkasan praktik umum. Kebijakan kemiripan dan asal naskah tetap mengikuti pedoman jurnal atau aturan kampus masing-masing.

Praktik Curang yang Harus Dihindari

Di internet beredar berbagai trik yang menjanjikan angka kemiripan turun tanpa menulis ulang. Kami tidak akan menjelaskan cara kerjanya, karena semuanya tergolong kecurangan akademik. Anda cukup mengenali bentuknya agar bisa menolak bila ada pihak yang menawarkannya.

  • Mesin pemutar kata (word spinner) yang mengganti kata secara otomatis tanpa memahami makna. Hasilnya kalimat janggal dan istilah teknis yang berubah menjadi frasa aneh.
  • Mengganti huruf dengan karakter yang mirip sehingga teks tampak normal bagi pembaca tetapi isinya dimanipulasi.
  • Menyisipkan teks tersembunyi di dalam berkas naskah.
  • Mengubah teks menjadi gambar agar tidak terbaca sebagai teks.

Manipulasi teks adalah pelanggaran tersendiri. Bila terungkap, yang dinilai bukan lagi angka kemiripan, melainkan upaya mengelabui proses pemeriksaan. Naskah bisa ditolak meskipun isinya sebenarnya tidak menjiplak.

Risikonya nyata dan jauh lebih mahal daripada waktu yang dihemat.

  • Mudah dikenali editor. Editor membuka berkas naskah, bukan hanya membaca angka. Format yang janggal dan kalimat yang tidak wajar mudah menarik perhatian sejak pemeriksaan awal.
  • Ditolak dan dilaporkan. Naskah bisa ditolak sebelum review, dan redaksi dapat menindaklanjutinya sesuai kebijakan etika jurnal, termasuk menghubungi institusi penulis.
  • Pencabutan artikel (retraction). Artikel yang sudah terbit dapat dicabut bila pelanggaran ditemukan belakangan. Pemberitahuan pencabutan bersifat terbuka dan melekat pada nama penulis.
  • Sanksi akademik dari kampus sesuai aturan yang berlaku di institusi Anda.
  • Kualitas naskah rusak. Kalimat hasil manipulasi sulit dipahami, sehingga reviewer menilai tulisan tidak layak meskipun angkanya rendah.

Pencegahan Sejak Mulai Menulis

Cara paling hemat tenaga adalah mencegah kemiripan sejak draf pertama, bukan memperbaikinya di akhir.

  • Catat sumber saat membaca. Simpan setiap bacaan di pengelola referensi seperti Mendeley atau Zotero, lengkap dengan nomor halaman untuk kutipan.
  • Pisahkan kutipan dan pikiran sendiri di catatan. Beri tanda khusus pada kalimat yang disalin dari sumber agar tidak terbawa ke draf sebagai kalimat Anda.
  • Menulis dari kerangka. Susun argumen lebih dulu, baru cari sumber pendukung untuk setiap poin, bukan menulis sambil menyalin dari berkas PDF yang terbuka.
  • Sitasi langsung saat menulis. Menunda sitasi sampai akhir membuat Anda lupa asal sebuah gagasan.
  • Periksa lewat jalur resmi. Gunakan layanan pemeriksa kemiripan dari perpustakaan atau unit kampus, lalu baca laporannya dengan langkah di atas. Tanyakan juga apakah draf yang diperiksa ikut disimpan di repositori pemeriksa.

Kebiasaan ini sejalan dengan tahapan menulis artikel jurnal ilmiah yang baik. Kerangka yang jelas membuat Anda menulis argumen sendiri, bukan merangkai kalimat orang lain. Bila setelah ditulis ulang bahasanya terasa kaku, pembaca kedua atau layanan proofreading naskah dapat membantu merapikan tata bahasa dan kejelasan kalimat. Tanggung jawab atas orisinalitas tetap ada pada penulis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa persen batas plagiarisme yang diperbolehkan?

Tidak ada batas umum yang berlaku untuk semua. Setiap jurnal dan kampus menetapkan kebijakannya sendiri, dan editor tetap membaca bagian yang cocok, bukan hanya angkanya. Cek pedoman jurnal tujuan atau aturan kampus Anda.

Apakah daftar pustaka ikut dihitung dalam persentase kemiripan?

Tergantung pengaturan laporan. Admin kampus atau editor bisa mengecualikan daftar pustaka dan kutipan. Bila ragu, tanyakan pengaturan yang dipakai. Jangan menghapus daftar pustaka atau sitasi demi menurunkan angka.

Apakah boleh memakai aplikasi parafrase otomatis?

Alat yang hanya mengganti kata tanpa pemahaman menghasilkan kalimat janggal, dan bila dipakai untuk menyamarkan sumber tergolong kecurangan. Bila Anda memakai alat bantu bahasa apa pun, baca kebijakan jurnal tujuan tentang penggunaannya dan tetap cantumkan sitasi untuk gagasan orang lain.

Apakah artikel dari skripsi atau tesis sendiri termasuk self-plagiarism?

Banyak jurnal tidak menganggap skripsi atau tesis sebagai publikasi sebelumnya, tetapi kebijakannya berbeda-beda. Teksnya juga bisa cocok dengan repositori kampus. Tulis ulang dalam format artikel, ikuti kebijakan jurnal, dan sampaikan asal naskah kepada editor bila diminta.

Mengapa hasil cek kampus berbeda dengan hasil dari jurnal?

Pengaturan laporan, basis data pembanding, dan isi repositori yang dipakai bisa berbeda, sehingga angkanya juga bisa berbeda. Jadikan laporan kampus sebagai bahan perbaikan, bukan patokan pasti untuk hasil di jurnal.

Perbaiki naskah dengan cara yang benar

Pelopor Publikasi membantu Anda membaca laporan kemiripan serta merapikan sitasi dan penulisan naskah sesuai pedoman jurnal tujuan.

Konsultasi Naskah Sekarang

Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.

Share this article

About Author

Tim Pelopor Publikasi

Tim Editorial Pelopor Publikasi terdiri dari pendamping publikasi ilmiah yang membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti mempersiapkan naskah untuk jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi. Setiap artikel di blog ini disusun dari pengalaman pendampingan naskah lintas bidang dan penelusuran langsung ke sumber resmi seperti portal SINTA, Scopus, dan laman penerbit, lalu ditinjau sebelum terbit agar informasinya akurat. Untuk berdiskusi tentang kebutuhan publikasi Anda, gunakan tombol konsultasi yang tersedia di setiap artikel.

Most Relevent