Ingin tahu cara publikasi jurnal SINTA yang benar? Secara singkat, publikasi jurnal SINTA terdiri dari 5 tahapan utama: pilih jurnal target yang relevan → sesuaikan naskah dengan template → cek plagiarisme via Turnitin (maks. 15–20%) → submit melalui sistem OJS (Open Journal System) → jalani proses peer review hingga terbit.
Artikel ini membahas seluruh tahapan tersebut secara mendalam mulai dari tingkatan SINTA 1–6 beserta nilai KUM-nya, estimasi waktu dan biaya di tiap level, strategi menjawab reviewer, cara menghindari desk rejection, hingga solusi pendampingan jika kamu dikejar tenggat kelulusan atau pelaporan BKD.
Lihat juga panduan terkait: biaya publikasi jurnal SINTA 1–6 → dan cara submit jurnal nasional via OJS →
⚡ Dikejar deadline yudisium, sidang, atau BKD?
Konsultasi Gratis Cek Jurnal SINTA Mana yang Cocok untuk Naskahmu
SINTA 1–6 | Semua rumpun ilmu | Pendampingan sampai terbit
🔍 Langsung ke Bagian yang Kamu Butuhkan…
Apa Itu Publikasi Jurnal SINTA?
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem portofolio ilmiah dan pengindeksan jurnal nasional yang dikelola resmi oleh Kemendiktisaintek. Publikasi jurnal SINTA berarti menerbitkan artikel hasil penelitian pada jurnal ilmiah nasional yang telah diakreditasi resmi melalui sistem Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional).
Sistem SINTA mengklasifikasikan ribuan jurnal nasional ke dalam 6 tingkatan dari SINTA 1 (tertinggi, banyak yang juga terindeks Scopus) hingga SINTA 6 (peringkat dasar). Penilaian akreditasi mencakup tata kelola jurnal, konsistensi jadwal terbit, kebaruan artikel (novelty), mutu penyuntingan, hingga dampak sitasi ilmiah.
Bedanya dengan jurnal biasa? Jurnal terindeks SINTA sudah lolos verifikasi mutu oleh kementerian, sehingga bobot akademiknya (nilai KUM) diakui untuk kenaikan pangkat dosen, syarat kelulusan pascasarjana, hingga akreditasi program studi. Jurnal non-akreditasi nilai KUM-nya jauh lebih rendah atau bahkan tidak diakui sama sekali.
Tingkatan Jurnal SINTA 1–6 & Nilai KUM Dosen
Setiap level SINTA menawarkan bobot Angka Kredit (KUM) yang berbeda. Tabel ini membantu kamu mengukur target jurnal yang paling rasional sesuai kebutuhan karier akademikmu:
Mengapa Publikasi Jurnal SINTA Sangat Penting?
👨🏫 Penilaian Kinerja Dosen (BKD & Jafung) poin mutlak pemenuhan BKD tiap semester serta syarat utama kenaikan Jabatan Fungsional dari Asisten Ahli hingga Guru Besar
🎓 Syarat Kelulusan Pascasarjana — banyak kampus mewajibkan mahasiswa S2 dan S3 (bahkan sebagian S1) publikasi di jurnal SINTA level tertentu sebelum sidang tesis/disertasi
🏛️ Poin Akreditasi Institusi & Prodi rekam jejak publikasi dosen (terutama SINTA 1–3) bernilai tinggi dalam penilaian BAN-PT maupun LAM
📈 Reputasi & h-index — artikel yang lolos peer review diakui komunitas ilmiah nasional dan berpeluang meningkatkan sitasi serta h-index kamu
Cara Publikasi Jurnal SINTA Step-by-Step (6 Tahap)
Berikut peta jalan teknis yang harus kamu lalui agar artikel berhasil terbit tanpa desk rejection:
Buka portal resmi SINTA, masuk menu Sources → Journals, filter sesuai level dan bidang ilmu. Pastikan Aims & Scope jurnal sesuai topik risetmu dan masa akreditasinya masih berlaku (tidak expired).
Cari menu Author Guidelines di website OJS jurnal tujuan, unduh template-nya, lalu pindahkan naskahmu ke dalamnya. Margin, font, gaya sitasi (APA/IEEE/Harvard), dan struktur tabel harus 100% sama — ini penyebab desk rejection paling umum.
Tulis dengan struktur baku IMRAD (Introduction, Method, Result, and Discussion). Uji similaritas via Turnitin — pastikan di bawah 20%, idealnya di bawah 15%. Gunakan minimal 60–80% referensi dari jurnal ilmiah primer 5 tahun terakhir.
Buat akun sebagai Author di OJS jurnal tujuan, lengkapi metadata (afiliasi kampus, email), unggah naskah hingga status berubah menjadi “Submission Complete”. Panduan detailnya bisa kamu baca di cara submit jurnal nasional →
Saat menerima Revision Required, buat tabel matriks respons 3 kolom: Komentar Reviewer | Tindakan Perubahan | Lokasi Halaman Baru. Ini menunjukkan keseriusanmu di mata editor dan mempercepat keputusan penerimaan.
Jika revisi dinilai memuaskan, Editor in Chief mengirimkan Letter of Acceptance (LoA) — dokumen resmi bahwa artikelmu diterima dan mengantre terbit sesuai volume dan nomor isu yang dijadwalkan. LoA umumnya sudah sah untuk syarat sidang dan pelaporan BKD.
Estimasi Biaya & Waktu Publikasi Jurnal SINTA per Level
Dua pertanyaan paling sering diajukan: berapa lama dan berapa biayanya? Berikut estimasi realistisnya jika kamu menempuh jalur mandiri (submit langsung ke jurnal):
*APC (Article Processing Charge) adalah biaya yang dikenakan langsung oleh pengelola jurnal — besarannya berbeda-beda per jurnal, dan sebagian jurnal (terutama yang disubsidi universitas negeri) sepenuhnya gratis. Namun jurnal gratis biasanya punya antrean review paling panjang dan tingkat penolakan tinggi.
Masalahnya, kebanyakan jurnal SINTA terbit berkala — 4 bulan sekali, 6 bulan sekali, bahkan setahun sekali — sehingga meski naskahmu diterima, antrean terbitnya tetap lama. Di sinilah jalur pendampingan unggul: bekerja sama dengan jurnal yang terbit setiap bulan sehingga estimasi terbit bisa dipangkas signifikan. Rincian lengkap per level bisa kamu baca di biaya publikasi jurnal SINTA 1–6 →
Kesalahan Umum Penyebab Naskah Ditolak (Desk Rejection)
Berdasarkan evaluasi dewan editor, ini kesalahan yang paling sering memicu penolakan instan — kebanyakan bukan karena riset yang buruk, melainkan aspek teknis:
- ❌ Scope tidak sesuai — memaksakan naskah pendidikan masuk jurnal manajemen murni; ditolak di hari pertama
- ❌ Abai gaya selingkung — enggan menyesuaikan format daftar pustaka atau layout tabel dengan template jurnal
- ❌ Novelty tidak jelas — gagal menjelaskan apa pembaruan riset dibanding penelitian terdahulu yang sejenis
- ❌ Referensi usang — memakai buku teks lama atau artikel blog; standar jurnal SINTA menuntut 60–80% rujukan jurnal primer 5 tahun terakhir
- ❌ Similarity tinggi — submit tanpa cek Turnitin lebih dulu, skor di atas 20–25% langsung memicu kecurigaan plagiasi
Tips Jitu Lolos Peer Review Jurnal SINTA
Tempatkan satu paragraf khusus di akhir pendahuluan dengan kalimat penegas seperti: “Penelitian ini berbeda dengan kajian terdahulu karena berfokus pada variabel X yang belum pernah dieksplorasi dalam konteks…”
Satu paragraf yang merangkum latar belakang, tujuan, metodologi, temuan kunci, dan implikasi. Abstrak adalah hal pertama yang dibaca editor — sering menentukan lolos-tidaknya desk review.
Meski membidik jurnal nasional, menyisipkan referensi dari jurnal terindeks Scopus atau Web of Science meningkatkan kredibilitas landasan teoritis artikelmu di mata reviewer.
Alokasikan minimal 3–4 bulan sebelum tenggat administratifmu berakhir. Jika waktunya sudah tidak memungkinkan, jalur pendampingan dengan jurnal mitra yang terbit bulanan adalah solusi paling realistis.
Waspada Jurnal Predator: Perhatikan Ini Agar Tidak Tertipu
Berhati-hatilah terhadap jurnal predator atau oknum yang menjanjikan “terbit instan tanpa review”. LoA dari jurnal predator atau jurnal yang akreditasinya sudah expired tidak diakui secara akademik — uang hilang, syarat kelulusan pun tidak terpenuhi. Ciri-cirinya:
- ❌ Menjanjikan terbit instan tanpa proses review sama sekali
- ❌ Tidak transparan soal biaya, atau meminta transfer penuh di muka tanpa invoice resmi
- ❌ Nama jurnal tidak ditemukan di portal SINTA, atau akreditasinya sudah expired tapi tetap mengklaim aktif
- ❌ Website OJS tidak profesional, tanpa editorial board dan kontak yang jelas
Cara paling aman: selalu kroscek nama jurnal di sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals sebelum membayar apa pun. Panduan lengkapnya bisa kamu baca di ciri publikasi jurnal aman & terpercaya →
Jasa Pendampingan Publikasi Jurnal SINTA 1–6 Terbit Bulan Depan
Mengelola naskah, proofreading, menurunkan skor plagiasi, hingga mencari jurnal yang sedang membuka slot kosong bisa menyita waktu produktifmu berbulan-bulan. Jika kamu punya kendala teknis atau dikejar target waktu, tim Pelopor Publikasi siap mendampingi dari naskah mentah hingga terbit.
✅ Yang Kamu Dapatkan dari Pendampingan Kami
Naskah belum lengkap atau belum selesai? Kami juga bantu melengkapi dan memperbaikinya agar sesuai kriteria jurnal SINTA tujuan — mulai dari Agama, Ekonomi, Pendidikan, Sastra, Kesehatan, Psikologi, Teknik, hingga Sosial.
⚡ Kuota terbatas: Kami hanya memproses 20 naskah pendampingan per bulan agar kualitas tetap terjaga. Jika naskahmu masuk kuota bulan ini, besar kemungkinan bisa terbit bulan depan.
Konsultasikan Naskah SINTA-mu →
✨ Pelopor Publikasi — Jasa Publikasi Jurnal Nasional Terakreditasi
Naskahmu Terbit di Jurnal SINTA — Cepat, Aman & Bergaransi
💰 Sudah termasuk:
Jalur mandiri bisa memakan waktu 3 bulan hingga 1 tahun. Dengan pendampingan kami, LoA bisa kamu pegang dalam 3–7 hari kerja dan naskah terbit di jurnal mitra yang terbit setiap bulan — tanpa mengorbankan proses review dan integritas ilmiah.
⚡ Slot pendampingan bulan ini terbatas. Konsultasikan naskahmu sekarang sebelum kuota penuh — konsultasi awal 100% gratis, tanpa komitmen.
Kami menerima artikel dari semua rumpun ilmu: Kesehatan, Pendidikan, Teknik, Ekonomi, Agama, Hukum, Sosial, dan lainnya.
Kesimpulan
Memahami cara publikasi jurnal SINTA yang benar sesungguhnya adalah proses prosedural yang konsisten: pilih jurnal yang scope-nya tepat, disiplin mengikuti template, pastikan orisinalitas via uji plagiarisme, lalu respons masukan reviewer secara objektif dan cepat. Mulailah dengan memverifikasi profil jurnal di portal resmi SINTA sebelum melakukan apa pun.
Jika prosesnya terasa rumit atau waktumu terbatas, tidak ada salahnya menggunakan jasa pendampingan publikasi terpercaya — yang terpenting, pastikan naskahmu layak dan orisinal, serta jurnal tujuannya benar-benar terakreditasi aktif.
FAQ Publikasi Jurnal SINTA
Apa bedanya publikasi jurnal SINTA dengan jurnal biasa?
Jurnal terindeks SINTA sudah melalui verifikasi dan akreditasi ketat oleh Kemendiktisaintek terkait mutu dan tata kelolanya, sehingga nilai KUM-nya diakui. Jurnal biasa belum tentu terakreditasi, sehingga bobot akademiknya jauh lebih rendah atau bahkan tidak diakui untuk kenaikan pangkat dan syarat kelulusan.
Berapa lama proses dari submit hingga artikel terbit di jurnal SINTA?
Bervariasi per level: SINTA 1–2 umumnya 3–6 bulan karena antrean review ketat, SINTA 3–4 sekitar 6–14 minggu, dan SINTA 5–6 sekitar 1–4 minggu. Melalui jalur pendampingan dengan jurnal mitra yang terbit bulanan, LoA bisa didapat dalam 3–7 hari kerja.
Berapa biaya publikasi jurnal SINTA?
Untuk jalur mandiri, APC berkisar Rp0–Rp750.000 (SINTA 5–6), Rp500.000–Rp2.000.000 (SINTA 3–4), dan Rp2.500.000–Rp5.000.000+ (SINTA 1–2), tergantung kebijakan tiap jurnal. Biaya jasa pendampingan terpisah dari APC dan biasanya sudah mencakup Turnitin, proofreading, dan garansi terbit.
Apakah ada jurnal SINTA yang gratis?
Ada. Sejumlah jurnal SINTA — terutama yang disubsidi universitas negeri atau lembaga pemerintah — membebaskan biaya publikasi. Konsekuensinya, proses review-nya sangat ketat dan antreannya panjang, bisa 3–6 bulan hanya untuk tahap review, itu pun jika naskah diterima.
Apakah mahasiswa S1 boleh publikasi di jurnal SINTA?
Sangat boleh. Banyak jurnal SINTA 4, 5, dan 6 menerima artikel mahasiswa S1 hasil adaptasi skripsi. Disarankan mencantumkan dosen pembimbing sebagai co-author untuk memperkuat kualitas metodologi di mata editor.
Apakah LoA sah digunakan untuk syarat sidang dan pelaporan BKD?
Ya, pada mayoritas perguruan tinggi di Indonesia, Letter of Acceptance resmi yang ditandatangani Editor in Chief sudah dianggap sah untuk syarat sidang, yudisium, maupun pelaporan BKD — meski artikel fisiknya masih mengantre publikasi online. Pastikan LoA berasal dari jurnal yang akreditasinya masih aktif.
Apa perbedaan jurnal SINTA dan jurnal Scopus?
SINTA adalah sistem klasterisasi jurnal skala nasional Indonesia, sedangkan Scopus adalah basis data sitasi ilmiah internasional yang dikelola Elsevier. Menariknya, sejumlah jurnal SINTA 1 di Indonesia sudah berhasil menembus indeksasi Scopus sekaligus.
Bagaimana cara mengecek apakah suatu jurnal predator atau bukan?
Kroscek nama jurnal di laman resmi sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals. Jika jurnal tidak ditemukan, atau masa akreditasinya sudah expired tetapi website OJS-nya tetap mengklaim terakreditasi aktif, waspadai potensi jurnal predator. Hindari juga jurnal yang menjanjikan terbit instan tanpa review.

