Struktur artikel ilmiah IMRaD adalah kerangka yang paling sering diminta jurnal untuk artikel hasil penelitian. Bila Anda pernah membuka template jurnal dan menemukan urutan Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan, itulah IMRaD. Masalahnya, banyak penulis mengisi bagian-bagian itu tanpa memahami fungsinya, sehingga temuan muncul di bagian metode atau pembahasan hanya mengulang angka dari bagian hasil.
Artikel ini menjelaskan pengertian IMRaD, alasan jurnal memakainya, fungsi setiap bagian beserta pertanyaan yang dijawabnya, bagian pendamping di luar IMRaD, serta contoh satu penelitian rekaan yang dipetakan ke struktur tersebut. Teknik menulis tiap bagian secara rinci dibahas di artikel lain dalam seri ini.
IMRaD adalah singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion, yaitu struktur yang lazim untuk artikel penelitian empiris. Pendahuluan menjawab mengapa penelitian dilakukan, metode menjawab bagaimana penelitian dilakukan, hasil menjawab apa yang ditemukan, dan pembahasan menjawab apa arti temuan itu. Di sekelilingnya ada bagian pendamping seperti judul, abstrak, kata kunci, kesimpulan, dan referensi. Nama dan urutan detailnya tetap mengikuti pedoman jurnal sasaran.
Tim Pelopor Publikasi bisa membantu Anda memeriksa apakah setiap bagian naskah sudah menjalankan fungsinya sebelum dikirim ke jurnal.
Apa Itu Struktur Artikel Ilmiah IMRaD
IMRaD berasal dari huruf awal empat bagian inti artikel, yaitu Introduction (pendahuluan), Methods (metode), Results (hasil), and Discussion (pembahasan). Huruf a kecil di tengahnya mewakili kata “and”. Di jurnal berbahasa Indonesia, nama bagiannya biasanya diterjemahkan, misalnya Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil, dan Pembahasan, tetapi fungsinya tetap sama.
Struktur ini dirancang untuk artikel penelitian empiris, yaitu artikel yang melaporkan data yang dikumpulkan dan dianalisis sendiri oleh penulisnya, baik kuantitatif maupun kualitatif. Artikel konseptual atau kajian pustaka bisa memakai struktur lain. Perlu diingat juga bahwa memahami struktur hanyalah satu bagian dari proses menulis. Bila Anda membutuhkan gambaran prosesnya dari kerangka sampai naskah final, baca panduan cara menulis artikel jurnal ilmiah.
Mengapa Jurnal Memakai IMRaD
Jurnal memakai IMRaD bukan sekadar mengikuti tradisi. Struktur ini memudahkan tiga pihak sekaligus.
- Pembaca. Pembaca artikel ilmiah jarang membaca dari awal sampai akhir. Banyak yang membaca abstrak, melihat tabel dan gambar, lalu langsung ke pembahasan. Karena letak setiap jenis informasi sudah bisa ditebak, pembaca cepat menemukan yang dicarinya.
- Reviewer. Reviewer menilai hal yang berbeda di tiap bagian. Di metode, mereka menilai ketepatan cara meneliti. Di hasil, mereka menilai apakah data mendukung klaim. Di pembahasan, mereka menilai apakah tafsiran penulis masuk akal.
- Penulis. IMRaD memaksa penulis memisahkan fakta dari tafsiran. Apa yang dilakukan dan ditemukan ditulis terpisah dari pendapat penulis tentang maknanya, sehingga argumennya lebih mudah diuji.
Pemisahan ini juga mendukung prinsip keterulangan. Peneliti lain yang ingin menguji ulang temuan Anda cukup membuka bagian metode untuk mengetahui caranya, tanpa harus menebak dari pembahasan.
Bagi editor, struktur yang rapi juga menjadi kesan pertama. Editor biasanya membaca naskah secara sekilas sebelum memutuskan apakah naskah layak diteruskan ke reviewer. Naskah yang bagian-bagiannya jelas memudahkan editor melihat tujuan, metode, dan temuan utamanya tanpa harus mencari.
Fungsi Tiap Bagian IMRaD
Cara termudah memahami IMRaD adalah melihat setiap bagian sebagai jawaban atas satu pertanyaan pokok. Tabel berikut merangkumnya.
| Bagian | Fungsi | Pertanyaan yang dijawab | Isi yang lazim |
|---|---|---|---|
| Introduction (Pendahuluan) | Menunjukkan pentingnya masalah dan celah penelitian | Mengapa penelitian ini dilakukan? | Konteks, penelitian terdahulu, celah, tujuan |
| Methods (Metode) | Menjelaskan cara penelitian dilakukan | Bagaimana penelitian ini dilakukan? | Desain, partisipan atau sampel, instrumen, prosedur, analisis |
| Results (Hasil) | Menyajikan temuan secara objektif | Apa yang ditemukan? | Tabel, gambar, temuan utama, hasil analisis |
| Discussion (Pembahasan) | Menafsirkan makna temuan | Apa arti temuan ini? | Tafsiran, perbandingan dengan penelitian terdahulu, implikasi, keterbatasan |
Nama dan urutan bagian bisa berbeda di tiap jurnal. Rujukan utamanya tetap pedoman penulis jurnal sasaran.
Introduction atau Pendahuluan
Pendahuluan membawa pembaca dari konteks umum ke masalah spesifik yang Anda teliti. Bagian ini menunjukkan apa yang sudah diketahui dari penelitian terdahulu, apa yang belum, lalu ditutup dengan tujuan atau pertanyaan penelitian. Setelah membaca pendahuluan, pembaca seharusnya sudah bisa menebak jenis data yang akan Anda sajikan.
Methods atau Metode
Metode menjelaskan apa yang Anda lakukan, kepada siapa, dengan alat apa, dan bagaimana datanya dianalisis. Ukurannya sederhana, yaitu peneliti lain di bidang yang sama mampu memahami, bahkan mengulang, langkah Anda. Untuk penelitian yang melibatkan manusia, sebagian jurnal juga meminta keterangan persetujuan etik di bagian ini. Satu hal yang perlu diingat, bagian metode tidak berisi temuan.
Results atau Hasil
Hasil menyajikan data dan temuan apa adanya, biasanya dibantu tabel dan gambar. Narasinya menyoroti pola penting tanpa menafsirkan alasan di baliknya. Urutan penyajian sebaiknya mengikuti urutan tujuan penelitian agar pembaca mudah mencocokkannya. Hindari pula menyajikan data yang sama dua kali, misalnya dalam tabel sekaligus gambar.
Discussion atau Pembahasan
Pembahasan menjawab pertanyaan tentang arti temuan Anda. Di sini Anda menafsirkan hasil, membandingkannya dengan penelitian terdahulu, menjelaskan temuan yang tidak terduga, menyebut implikasi teoretis atau praktis, dan mengakui keterbatasan penelitian. Di bagian inilah kontribusi artikel paling terlihat.
Diskusikan naskah Anda dengan tim Pelopor Publikasi untuk memeriksa kesesuaian struktur dengan pedoman jurnal yang Anda tuju.
Bagian Pendamping di Luar IMRaD
Artikel jurnal tidak hanya berisi empat bagian inti. Ada bagian pendamping yang membuka dan menutup naskah, dan masing-masing punya tugas sendiri.
- Judul. Memberi tahu pembaca topik dan fokus penelitian dalam satu baris. Judul yang baik spesifik dan memuat variabel atau konteks utama.
- Abstrak. Ringkasan mandiri seluruh artikel yang umumnya memuat masalah, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Banyak pembaca memutuskan untuk membaca atau melewatkan artikel hanya dari abstrak. Unsur dan contohnya dibahas di panduan cara menulis abstrak jurnal.
- Kata kunci. Istilah yang membantu artikel ditemukan di mesin pencari dan basis data. Jumlahnya mengikuti ketentuan jurnal.
- Kesimpulan. Jawaban langsung atas tujuan penelitian, tanpa data atau temuan baru. Sebagian jurnal menjadikannya bagian tersendiri, sebagian lain menyatukannya di akhir pembahasan.
- Referensi. Daftar sumber yang dikutip di teks, ditulis sesuai gaya sitasi jurnal, misalnya APA, IEEE, Vancouver, Harvard, atau Chicago.
Beberapa jurnal juga meminta bagian lain, seperti ucapan terima kasih, pernyataan pendanaan, atau pernyataan konflik kepentingan. Letak dan urutannya bisa dilihat di template jurnal sasaran.
Bentuk Jam Pasir dalam IMRaD
IMRaD sering digambarkan seperti jam pasir. Bagian atasnya lebar, yaitu pendahuluan yang dimulai dari konteks luas lalu menyempit ke celah dan tujuan penelitian. Bagian tengahnya sempit, yaitu metode dan hasil yang membahas penelitian Anda secara spesifik. Bagian bawahnya kembali melebar, yaitu pembahasan yang mengaitkan temuan dengan penelitian lain dan konteks yang lebih luas.
Gambaran ini berguna untuk memeriksa naskah sendiri. Pendahuluan yang tidak menyempit biasanya berakhir tanpa tujuan yang tajam. Pembahasan yang tidak melebar biasanya hanya mengulang hasil. Bila salah satunya terjadi pada naskah Anda, di situlah revisi struktur perlu dimulai.
Contoh Penelitian Rekaan yang Dipetakan ke IMRaD
Supaya lebih konkret, berikut satu penelitian rekaan tentang pengaruh kuis daring mingguan terhadap hasil belajar mata kuliah Statistika Dasar. Contoh kalimatnya sengaja dibuat singkat dan tidak berasal dari penelitian nyata.
| Bagian | Contoh isi singkat |
|---|---|
| Pendahuluan | Kuis daring banyak dipakai untuk mendorong mahasiswa belajar secara rutin, tetapi penelitian terdahulu lebih banyak menguji kelas besar. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kuis daring mingguan terhadap hasil belajar Statistika Dasar di kelas kecil. |
| Metode | Penelitian kuasi eksperimen ini melibatkan dua kelas Statistika Dasar. Kelas eksperimen mengerjakan kuis daring setiap pekan, sedangkan kelas pembanding mengikuti perkuliahan biasa. Hasil belajar diukur dengan ujian akhir yang sama, lalu dianalisis dengan uji beda. |
| Hasil | Rata-rata nilai ujian akhir kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas pembanding, dan perbedaannya signifikan secara statistik. Selisih terbesar muncul pada soal interpretasi data. |
| Pembahasan | Temuan ini sejalan dengan penelitian di kelas besar, tetapi menunjukkan bahwa manfaat kuis paling terasa pada kemampuan menafsirkan data. Penelitian ini terbatas pada dua kelas di satu kampus, sehingga perlu diuji di konteks lain. |
| Kesimpulan | Kuis daring mingguan berpengaruh positif terhadap hasil belajar Statistika Dasar di kelas kecil, terutama pada kemampuan menafsirkan data. |
Contoh rekaan untuk ilustrasi struktur, bukan hasil penelitian sungguhan.
Perhatikan bahwa setiap bagian hanya mengerjakan tugasnya. Kalimat di bagian hasil tidak menjelaskan mengapa nilai kelas eksperimen lebih tinggi, karena penjelasan itu milik pembahasan. Kesimpulan juga tidak membawa temuan baru, tetapi menjawab tujuan yang dinyatakan di pendahuluan.
Bila contoh ini diringkas menjadi abstrak, setiap baris tabel menyumbang satu atau dua kalimat. Itulah sebabnya abstrak paling mudah ditulis setelah semua bagian IMRaD selesai.
Variasi Struktur yang Juga Diterima Jurnal
IMRaD adalah pola dasar, bukan cetakan yang kaku. Beberapa variasi berikut cukup sering Anda temui.
- Hasil dan pembahasan digabung. Banyak jurnal di Indonesia memakai satu bagian berjudul Hasil dan Pembahasan. Setiap temuan disajikan lalu langsung dibahas. Fungsinya tetap sama, hanya letaknya berdampingan, jadi pastikan pembaca masih bisa membedakan kalimat yang melaporkan data dan kalimat yang menafsirkannya.
- Tinjauan pustaka tersendiri. Sebagian jurnal meminta bagian Tinjauan Pustaka atau Kajian Teori di antara pendahuluan dan metode.
- Kesimpulan terpisah atau digabung. Ada jurnal yang memisahkan kesimpulan, ada pula yang menyatukannya di akhir pembahasan.
- Penelitian kualitatif. IMRaD tetap bisa dipakai. Metode menjelaskan pendekatan, cara memilih informan, teknik pengumpulan data, dan cara analisis. Hasil menyajikan tema atau kategori temuan, sering disertai kutipan informan, lalu pembahasan menafsirkan tema itu dan mengaitkannya dengan teori serta penelitian terdahulu.
- Artikel pengabdian kepada masyarakat. Sebagian jurnal pengabdian memakai nama bagian seperti Metode Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan. Polanya tetap mirip IMRaD, hanya isinya melaporkan kegiatan, bukan penelitian.
- Artikel konseptual dan kajian pustaka. Artikel yang tidak melaporkan data empiris biasanya disusun berdasarkan argumen atau tema, misalnya pendahuluan, beberapa subbagian pembahasan, lalu penutup.
Karena variasinya beragam, cara paling aman adalah membuka template dan beberapa artikel terbaru jurnal sasaran sebelum menyusun kerangka.
Kesalahan Struktur yang Membuat Reviewer Bingung
Reviewer membaca naskah dengan harapan tertentu di setiap bagian. Bila harapan itu tidak terpenuhi, mereka harus bekerja lebih keras untuk memahami naskah, dan kesan pertamanya cenderung negatif. Kesalahan berikut paling sering muncul.
- Temuan muncul di metode. Kalimat seperti “wawancara menunjukkan bahwa guru kesulitan mengelola kelas daring” adalah hasil, bukan metode.
- Hasil penuh tafsiran. Pada jurnal yang memisahkan hasil dan pembahasan, bagian hasil yang memuat alasan panjang dan rujukan ke penelitian lain membuat batas kedua bagian kabur.
- Pembahasan mengulang hasil. Angka yang sama disebut ulang tanpa penjelasan makna atau perbandingan dengan penelitian terdahulu.
- Tujuan, hasil, dan kesimpulan tidak selaras. Pendahuluan menyebut tiga tujuan, tetapi hasil hanya menjawab dua, atau kesimpulan membahas hal yang tidak pernah diteliti.
- Kesimpulan membawa hal baru. Data, kutipan, atau temuan yang belum muncul sebelumnya tiba-tiba hadir di akhir naskah.
- Pendahuluan tidak sampai ke celah. Paragraf demi paragraf membahas definisi umum, tetapi celah dan tujuan penelitian tidak pernah dinyatakan dengan tegas.
Cara cepat mendeteksinya adalah membaca tujuan penelitian di pendahuluan, lalu langsung melompat ke kesimpulan. Keduanya harus saling menjawab. Setelah itu, periksa apakah setiap kalimat di hasil dan pembahasan sudah berada di bagian yang sesuai dengan fungsinya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kepanjangan IMRaD?
IMRaD adalah singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion. Dalam artikel berbahasa Indonesia biasanya menjadi Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan. Huruf a kecil di tengahnya mewakili kata and.
Apakah semua artikel jurnal harus memakai IMRaD?
Tidak. IMRaD lazim untuk artikel penelitian empiris. Artikel konseptual, kajian pustaka, atau jenis artikel lain bisa memakai struktur berbeda. Struktur yang dipakai selalu mengikuti pedoman jurnal sasaran.
Bolehkah hasil dan pembahasan digabung dalam satu bagian?
Boleh bila jurnal sasaran memakai format itu, dan banyak jurnal di Indonesia memang menggabungkannya. Yang penting, pembaca tetap bisa membedakan kalimat yang melaporkan temuan dan kalimat yang menafsirkannya.
Di mana letak tinjauan pustaka dalam IMRaD?
Dalam IMRaD yang murni, kajian penelitian terdahulu menjadi bagian dari pendahuluan. Sebagian jurnal meminta tinjauan pustaka sebagai bagian tersendiri di antara pendahuluan dan metode. Ikuti template jurnal sasaran.
Apakah kesimpulan termasuk bagian IMRaD?
Kesimpulan tidak tercantum dalam singkatan IMRaD, tetapi banyak jurnal memintanya, baik sebagai bagian tersendiri maupun sebagai penutup pembahasan. Isinya menjawab tujuan penelitian tanpa membawa temuan baru.
Bagaimana cara mengetahui struktur yang diminta jurnal sasaran?
Buka menu Author Guidelines di situs jurnal, lalu unduh template naskahnya. Setelah itu, bandingkan dengan beberapa artikel terbaru di jurnal yang sama. Bila pedoman dan artikel terbaru tampak berbeda, ikuti pedoman yang berlaku atau tanyakan kepada redaksi lewat kontak resminya.
Kirimkan gambaran naskah dan jurnal sasaran Anda. Tim Pelopor Publikasi akan membantu memeriksa apakah setiap bagian sudah berada di tempat yang tepat dan menjalankan fungsinya.
Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.





