Kalau kamu sedang menyusun skripsi, tesis, atau mengurus syarat kelulusan, istilah jurnal SINTA pasti sering kamu dengar. Banyak kampus mewajibkan mahasiswa mempublikasikan artikel di jurnal terindeks SINTA sebagai syarat wisuda, sementara bagi dosen, publikasi di SINTA menjadi bagian penting untuk kenaikan pangkat. Tapi sebenarnya, apa itu jurnal SINTA, bagaimana tingkatannya, dan bagaimana cara mengecek peringkat sebuah jurnal? Artikel ini membahasnya lengkap dan sudah diperbarui untuk tahun 2026.
Apa Itu Jurnal SINTA?
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem informasi ilmiah berbasis web yang menampilkan pemeringkatan jurnal, profil peneliti, serta data publikasi dan sitasi di Indonesia. Melalui SINTA, siapa pun dapat mengukur kinerja jurnal, dosen, peneliti, dan institusi secara terbuka dalam satu portal.
Sejak adanya penataan kementerian, SINTA kini dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) — sebelumnya berada di bawah Kemdikbudristek. Portal resminya pun berpindah ke alamat baru: sinta.kemdiktisaintek.go.id.
Yang penting dipahami: SINTA tidak mengakreditasi jurnal secara langsung. SINTA hanya mengindeks dan menampilkan jurnal nasional yang sudah terakreditasi melalui sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Jadi, sebuah jurnal harus lolos penilaian akreditasi di ARJUNA terlebih dahulu, baru kemudian muncul di SINTA lengkap dengan peringkatnya.
Fungsi dan Manfaat SINTA
Portal SINTA menyimpan banyak data dan punya fungsi berbeda tergantung siapa penggunanya:
Bagi Mahasiswa
SINTA membantu menemukan jurnal nasional terakreditasi yang tepat untuk mempublikasikan artikel — misalnya sebagai syarat kelulusan S1, S2, atau S3. Kamu bisa menyaring jurnal berdasarkan bidang ilmu dan peringkat, lalu mengunjungi laman resmi jurnal untuk melihat panduan submit.
Bagi Dosen dan Peneliti
SINTA menampilkan profil peneliti lengkap dengan riwayat publikasi (jurnal, prosiding, buku), sitasi, h-index, serta SINTA Score. Data ini kerap dijadikan acuan untuk penilaian kinerja, pengajuan angka kredit, dan kenaikan pangkat. Rekam jejak publikasi di jurnal SINTA menjadi bukti kontribusi ilmiah yang diakui secara nasional.
Bagi Pengelola Jurnal
SINTA menjadi tolok ukur mutu. Peringkat SINTA yang tinggi menandakan tata kelola dan kualitas substansi jurnal yang baik, sehingga menarik lebih banyak penulis berkualitas untuk mengirim naskah.
Tingkatan Jurnal SINTA: SINTA 1 sampai SINTA 6
Hasil akreditasi ARJUNA memberikan peringkat 1 sampai 6, yang kemudian dikenal sebagai SINTA 1 (S1) hingga SINTA 6 (S6). Semakin kecil angkanya, semakin tinggi kualitas dan reputasi jurnal tersebut. Berikut gambaran tiap tingkatannya:
| Peringkat | Level Mutu | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| SINTA 1 (S1) | Tertinggi — kualitas terbaik, banyak yang juga terindeks internasional | Publikasi bereputasi tinggi, dosen senior, hasil riset unggulan |
| SINTA 2 (S2) | Sangat baik — reputasi kuat di tingkat nasional | Publikasi berkualitas untuk kenaikan pangkat dosen |
| SINTA 3 (S3) | Baik — banyak dipilih untuk publikasi ilmiah umum | Mahasiswa S2/S3, dosen, syarat publikasi |
| SINTA 4 (S4) | Cukup baik — paling populer untuk syarat kelulusan | Mahasiswa S1/S2, target realistis & cepat |
| SINTA 5 (S5) | Standar — memenuhi syarat akreditasi dasar | Mahasiswa S1, publikasi tahap awal |
| SINTA 6 (S6) | Terendah — jurnal terakreditasi tingkat awal | Mahasiswa S1, syarat publikasi paling ringan |
Perlu dicatat, peringkat SINTA bukan angka mati selamanya. Akreditasi bersifat berkala dan dievaluasi ulang. Bahkan menurut ketentuan SINTA, jurnal di peringkat SINTA 3 sampai SINTA 6 dapat langsung naik ke SINTA 1 atau SINTA 2 apabila pada penilaian akreditasi memperoleh nilai di atas 70. Artinya, sebuah jurnal bisa naik maupun turun peringkat mengikuti hasil evaluasinya.
Ingin melihat daftar jurnal per peringkat? Kami sudah menyusunnya secara terpisah: daftar jurnal SINTA 2, daftar jurnal SINTA 3, dan daftar jurnal SINTA 5.
Apa Itu SINTA Score?
Selain memeringkat jurnal, SINTA juga menghitung SINTA Score — skor yang mencerminkan produktivitas dan dampak publikasi. Skor ini dihitung untuk dua level:
- SINTA Score peneliti/dosen — berdasarkan jumlah publikasi dan sitasi yang terekam di profil.
- SINTA Score institusi — akumulasi kinerja seluruh peneliti di bawah satu afiliasi.
Perhitungan skor mempertimbangkan data sitasi dan h-index dari Google Scholar, serta data dari basis internasional seperti Scopus dan Web of Science. Untuk jurnal yang juga terindeks Scopus, quartile (Q1–Q4) yang tampil di SINTA mengikuti data quartile resmi dari Scopus.
Perbedaan SINTA dan Scopus
Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Singkatnya: SINTA adalah indeks nasional, sedangkan Scopus adalah indeks internasional. SINTA mengukur mutu jurnal dalam lingkup Indonesia, sementara Scopus adalah basis data bereputasi global yang dikelola Elsevier. Sebuah jurnal bisa terindeks keduanya sekaligus.
Perbedaan keduanya cukup luas — mulai dari cakupan, reputasi, hingga biaya publikasi. Kami membahasnya tuntas di artikel perbedaan SINTA dan Scopus.
Cara Cek Peringkat Jurnal di SINTA
Sebelum submit, pastikan dulu peringkat dan keaslian jurnal tujuanmu. Berikut langkah mengeceknya:
- Buka portal resmi SINTA di sinta.kemdiktisaintek.go.id.
- Klik menu Journals pada navigasi utama.
- Ketik nama jurnal, ISSN, penerbit, atau bidang ilmu di kolom pencarian.
- Gunakan filter peringkat (S1–S6) untuk mempersempit hasil sesuai kebutuhan.
- Klik nama jurnal untuk melihat detail: peringkat SINTA, akreditasi, serta tautan ke laman resmi jurnal.
Pastikan data jurnal benar-benar tampil di portal resmi SINTA, bukan sekadar klaim di situs lain. Ini penting untuk menghindari jurnal abal-abal atau predator yang mengaku terakreditasi.
Cara Membuat Akun SINTA
Bagi dosen dan peneliti, memiliki akun SINTA penting agar publikasi dan sitasi tercatat serta dapat disinkronkan ke sistem lain. Proses pendaftarannya kami jelaskan langkah demi langkah di panduan cara membuat akun SINTA.
Kenapa Publikasi di Jurnal SINTA Itu Penting?
Ada beberapa alasan mengapa publikasi di jurnal SINTA sangat dibutuhkan:
- Syarat kelulusan. Banyak kampus mewajibkan artikel terbit di jurnal terindeks SINTA sebelum mahasiswa boleh mengikuti sidang atau wisuda.
- Kenaikan pangkat & angka kredit dosen. Publikasi di jurnal SINTA memberi kontribusi nilai untuk pengajuan jabatan fungsional dan angka kredit (KUM) dosen.
- Kredibilitas ilmiah. Artikel yang terbit di jurnal terakreditasi lebih dipercaya dan mudah disitasi peneliti lain.
Ingin tahu proses lengkap dari persiapan naskah sampai terbit? Baca panduan utama kami: cara publikasi jurnal SINTA. Penasaran soal anggaran? Simak juga rincian biaya publikasi jurnal SINTA.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa kepanjangan SINTA?
SINTA adalah singkatan dari Science and Technology Index, yaitu portal pemeringkatan jurnal dan kinerja ilmiah di Indonesia yang dikelola Kemendiktisaintek.
Peringkat SINTA mana yang paling tinggi?
SINTA 1 (S1) adalah peringkat tertinggi, sedangkan SINTA 6 (S6) adalah yang terendah. Semakin kecil angkanya, semakin baik mutu jurnalnya.
Apakah jurnal SINTA sama dengan jurnal Scopus?
Tidak. SINTA adalah indeks nasional Indonesia, sementara Scopus adalah indeks internasional. Sebuah jurnal bisa terindeks keduanya, tetapi statusnya berbeda.
SINTA berapa yang cocok untuk syarat kelulusan S1?
Umumnya jurnal SINTA 4, 5, atau 6 sudah cukup untuk syarat kelulusan mahasiswa sarjana, tergantung ketentuan masing-masing kampus. SINTA 4 termasuk yang paling banyak dipilih karena seimbang antara reputasi dan peluang terbit yang lebih cepat.
Bagaimana cara mengecek jurnal terindeks SINTA?
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id, masuk ke menu Journals, lalu cari berdasarkan nama jurnal, ISSN, atau bidang ilmu untuk melihat peringkat resminya.
Butuh Bantuan Publikasi di Jurnal SINTA?
Tim Pelopor Publikasi siap mendampingi proses publikasi Anda — dari pemilihan jurnal SINTA yang tepat, penyesuaian naskah, hingga terbit. Konsultasi gratis, tanpa biaya di awal.
Artikel diperbarui pada 2026 mengikuti perubahan pengelolaan SINTA di bawah Kemendiktisaintek. Ketentuan akreditasi dapat berubah sewaktu-waktu — selalu rujuk portal resmi SINTA untuk data terkini.

