Perbedaan SINTA dan Scopus untuk Syarat Lulus dan Kenaikan Jabatan

Perbedaan SINTA dan Scopus untuk Syarat Lulus dan Kenaikan Jabatan

Comments
12 min read
Beranda » Perbedaan SINTA dan Scopus untuk Syarat Lulus dan Kenaikan Jabatan

Perbedaan SINTA dan Scopus sering baru dipikirkan ketika seseorang sudah dikejar syarat: mahasiswa yang diminta publikasi sebelum sidang, atau dosen yang menyiapkan berkas ke Lektor maupun Lektor Kepala. Padahal keduanya bekerja dengan logika yang berbeda, dan salah memilih bisa membuat artikel yang sudah terbit ternyata tidak memenuhi syarat yang Anda butuhkan.

Di bawah ini Anda akan menemukan tabel perbandingan utama, panduan memilih sesuai kebutuhan, salah kaprah yang paling sering terjadi, serta penjelasan kapan sebuah jurnal bisa tercatat di keduanya sekaligus.

Jawaban Singkat

SINTA adalah portal Kemendiktisaintek yang menampilkan peringkat akreditasi jurnal nasional dari SINTA 1 sampai 6, hasil penilaian lewat ARJUNA. Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier, dan kuartil Q1 sampai Q4 yang dipakai di Indonesia diambil dari SJR di scimagojr.com. Untuk syarat lulus, acuannya pedoman kampus Anda. Untuk kenaikan jabatan, setiap jenjang punya ambang peringkat SINTA atau kuartil dan SJR yang berbeda.

Belum yakin harus mengejar SINTA atau Scopus?

Sampaikan kebutuhan Anda, apakah syarat lulus atau kenaikan jabatan, beserta bidang ilmunya. Kami bantu memetakan jenis jurnal yang paling masuk akal untuk Anda.

Petakan Kebutuhan Saya

Tabel Perbedaan SINTA dan Scopus

Tabel berikut merangkum perbedaan keduanya dari sisi yang paling sering ditanyakan dosen dan mahasiswa.

Aspek SINTA Scopus
Pengelola Kemendiktisaintek, portal di sinta.kemdiktisaintek.go.id Elsevier
Cakupan Jurnal nasional terakreditasi, ditambah profil penulis, institusi, serta data publikasi dan sitasi peneliti Indonesia Jurnal dan sumber terbitan lain dari berbagai negara yang lolos evaluasi Content Selection and Advisory Board (CSAB)
Dasar peringkat Hasil akreditasi yang diajukan pengelola jurnal lewat ARJUNA dan dinilai asesor Kuartil berdasarkan SJR yang dihitung SCImago Lab dari data sitasi Scopus
Bentuk peringkat SINTA 1 sampai 6; akreditasi baru kini hanya untuk peringkat 1 sampai 4 Q1 sampai Q4 per kategori subjek, diperbarui setiap tahun
Bahasa artikel Mengikuti kebijakan tiap jurnal, umumnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris Beragam; untuk status internasional bereputasi, jurnal harus berbahasa resmi PBB
Nilai KUM per artikel SINTA 1 dan 2 bernilai 25; SINTA 3 dan 4 bernilai 20; SINTA 5 dan 6 bernilai 15 Q1 bernilai 40, Q2 bernilai 38, Q3 bernilai 35, Q4 bernilai 33 bila SJR di atas 0,1; terindeks dengan SJR paling tinggi 0,1 bernilai 30
Kegunaan untuk syarat khusus Lektor minimal peringkat 4; Lektor Kepala minimal peringkat 2; Profesor memakai peringkat 1 hanya sebagai publikasi pendamping Lektor minimal Q4 dengan SJR di atas 0,1; Lektor Kepala minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2; Profesor minimal Q2 dengan SJR di atas 0,25

Sumber: Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 untuk peringkat akreditasi, serta Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026 untuk nilai KUM, kriteria internasional bereputasi, dan syarat khusus. Ketentuan penulis pertama dan korespondensi dijelaskan pada panduan per jenjang di bawah.

Tabel itu memperlihatkan satu hal penting: SINTA dan Scopus bukan dua tingkat dalam satu tangga yang sama. Keduanya adalah dua sistem terpisah dengan ukuran, pengelola, dan kegunaan yang berbeda.

Memahami Dasar Peringkat yang Berbeda

Perbedaan paling mendasar ada pada apa yang diukur. Peringkat SINTA adalah hasil akreditasi. Asesor menilai mutu pengelolaan sebuah jurnal secara menyeluruh, lalu peringkatnya ditetapkan. Proses penilaiannya berjalan di ARJUNA, sedangkan SINTA menjadi tempat hasilnya ditampilkan.

Kuartil Scopus bekerja dengan cara lain. Scopus menentukan jurnal mana yang dicakup melalui evaluasi CSAB. Setelah jurnal tercakup, SCImago Lab menghitung SJR dari data sitasi Scopus dengan memperhitungkan bobot sumber yang mengutip. Jurnal kemudian diurutkan dalam setiap kategori subjek dan dibagi menjadi empat kuartil.

Karena yang diukur berbeda, peringkat SINTA dan kuartil Scopus tidak bisa disetarakan begitu saja. SINTA 1 tidak sama dengan Q1, dan SINTA 2 tidak sama dengan Q2. Yang bisa dibandingkan secara resmi adalah nilai angka kreditnya, karena sudah diatur dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026.

Bila Anda ingin mendalami masing-masing jalur, alur publikasi di jurnal nasional terakreditasi dibahas dalam panduan publikasi jurnal SINTA, sedangkan alur menuju jurnal bereputasi internasional ada di panduan publikasi jurnal Scopus.

Perubahan Penting di Sisi SINTA

Sejak Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026, akreditasi baru hanya diberikan untuk peringkat SINTA 1 sampai 4. Jurnal yang sudah berstatus SINTA 5 atau 6 tetap diakui sampai masa akreditasinya habis. Masa berlaku itu bisa dicek di riwayat akreditasi pada profil jurnal di portal SINTA.

Hal yang Perlu Diingat di Sisi Scopus

Kuartil dan SJR berubah setiap tahun, dan Scopus dapat menghentikan cakupan jurnal yang tidak lagi memenuhi standar. Untuk nilai angka kredit, SJR yang dilihat adalah kondisi saat artikel terbit. Untuk syarat khusus kenaikan jabatan, status jurnal saat dinilai tidak boleh dibatalkan (cancelled) atau dihentikan cakupannya (coverage discontinued).

Ingin tahu jalur mana yang paling realistis untuk Anda?

Ceritakan target Anda, entah kelulusan atau jenjang jabatan berikutnya. Kami bantu mencocokkannya dengan peringkat SINTA atau kuartil Scopus yang relevan.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Mana yang Anda Butuhkan? Panduan Sesuai Tujuan

Mahasiswa S1

Kewajiban publikasi untuk kelulusan S1 ditetapkan oleh masing-masing kampus atau program studi, bukan oleh SINTA maupun Scopus. Ada kampus yang meminta artikel di jurnal nasional terakreditasi dengan peringkat tertentu, ada yang menerima jurnal tidak terakreditasi, dan ada pula yang tidak mewajibkan publikasi. Mulailah dari pedoman tugas akhir atau surat keputusan di kampus Anda, lalu cocokkan dengan peringkat jurnal di SINTA.

Mahasiswa S2 dan S3

Prinsipnya sama: aturan kampus yang menentukan. Sebagian program magister dan doktor mensyaratkan jurnal nasional terakreditasi dengan peringkat minimal tertentu, sebagian lain mensyaratkan jurnal internasional bereputasi. Perhatikan detail yang mudah terlewat, misalnya apakah cukup berstatus diterima atau harus sudah terbit, dan apakah mahasiswa wajib menjadi penulis pertama.

Dosen Menuju Lektor

Syarat khususnya adalah satu artikel di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4 sebagai penulis pertama, atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q4 dengan SJR di atas 0,1 sebagai penulis pertama. Jalur SINTA bisa menjadi pilihan yang realistis pada tahap ini, dengan catatan jurnal SINTA 5 dan 6 tidak memenuhi syarat khusus tersebut meskipun artikelnya tetap bernilai KUM.

Dosen Menuju Lektor Kepala

Anda membutuhkan artikel di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 2, atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2. Pada jenjang ini, Anda harus berstatus penulis pertama sekaligus penulis korespondensi. Perhatikan bahwa ambang SJR naik menjadi di atas 0,2, sehingga jurnal Q4, atau jurnal Q3 yang nilai SJR tidak mencapai ambang itu, belum cukup.

Dosen Menuju Profesor

Syarat utamanya adalah artikel di jurnal internasional bereputasi minimal Q2 dengan SJR di atas 0,25 sebagai penulis pertama sekaligus korespondensi. Ditambah satu publikasi lain, yang bisa berupa artikel di jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2 atau di jurnal nasional peringkat 1. Jadi pada jenjang ini, SINTA 1 berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti publikasi internasional.

Satu catatan lagi untuk dosen: dalam penilaian, hanya maksimal 2 artikel per nomor terbitan jurnal yang diakui. Menumpuk banyak artikel di satu nomor yang sama tidak menambah nilai sebanyak yang mungkin Anda harapkan.

Dua Contoh Membaca Kebutuhan

Contoh pertama, seorang mahasiswa magister yang pedomannya mensyaratkan jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4. Ia tidak perlu mengejar Scopus. Energinya lebih baik dipakai untuk mencari jurnal SINTA 1 sampai 4 yang cocok dengan topiknya, lalu memastikan masa akreditasi jurnal itu masih berlaku pada terbitan tempat artikelnya dijadwalkan terbit.

Contoh kedua, seorang dosen Asisten Ahli yang ingin naik ke Lektor dan memiliki dua naskah. Naskah yang paling siap bisa diarahkan ke jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4 dengan dirinya sebagai penulis pertama, karena itu sudah memenuhi syarat khusus. Naskah lain yang lebih kuat bisa diarahkan ke jurnal internasional bereputasi bila memang ada jurnal yang sesuai, dengan memeriksa kuartil dan SJR pada tahun terbitnya. Bila kelak ia menargetkan Lektor Kepala, perannya sebagai penulis korespondensi juga mulai perlu diperhatikan sejak sekarang.

Salah Kaprah yang Sering Terjadi

Jurnal SINTA Berbahasa Inggris Dianggap Internasional Bereputasi

Bahasa artikel tidak mengubah kategori jurnal. Jurnal nasional terakreditasi yang seluruh artikelnya berbahasa Inggris tetap dinilai sebagai jurnal nasional sesuai peringkat yang dimilikinya. Kriteria internasional bereputasi menurut Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026 jauh lebih lengkap: terindeks Scopus dengan SJR di atas 0,1 atau Web of Science dengan Impact Factor di atas 0,05, memiliki ISSN, berbahasa resmi PBB, dewan editor berasal dari minimal 4 negara, artikel dalam satu nomor terbitan ditulis penulis dari minimal 2 negara, dan dewan editor dapat ditelusuri secara daring. Pembahasan lebih luas tentang batas keduanya ada di artikel jurnal nasional dan internasional.

Terindeks Scopus Dianggap Sudah Memenuhi Ambang SJR

Terindeks Scopus hanyalah syarat awal. Jurnal dengan SJR paling tinggi 0,1 saat artikel terbit dihitung sebagai jurnal internasional dengan nilai 30, bukan internasional bereputasi. Untuk syarat khusus, ambangnya lebih tinggi lagi, yaitu di atas 0,2 untuk Lektor Kepala dan di atas 0,25 untuk Profesor. Jadi selalu cek nilai SJR dan kuartil pada tahun terbit, bukan hanya status terindeksnya.

Peringkat SINTA Disetarakan dengan Kuartil

Anggapan “SINTA 1 setara Q1” tidak punya dasar. Dari sisi angka kredit saja, artikel di jurnal SINTA 1 bernilai 25, sedangkan artikel di jurnal Q4 yang memenuhi ambang SJR bernilai 33. Keduanya dinilai dengan kategori yang berbeda.

Status Lama Dianggap Berlaku Selamanya

Peringkat SINTA punya masa berlaku, dan kuartil Scopus berubah setiap tahun. Artikel yang Anda kirim hari ini akan dinilai berdasarkan status jurnal saat artikel itu terbit, jadi cek status terbaru sebelum mengirim naskah, jangan mengandalkan tangkapan layar lama.

Kapan Jurnal Bisa Ada di SINTA dan Scopus Sekaligus

Sebuah jurnal yang dikelola di Indonesia bisa terakreditasi nasional sekaligus terindeks Scopus. Akreditasi diperoleh lewat ARJUNA, sedangkan indeksasi Scopus diperoleh lewat evaluasi CSAB. Keduanya adalah proses terpisah dengan penilai yang berbeda. Gambaran umum tentang bagaimana satu jurnal bisa tercatat di beberapa pengindeks sekaligus ada di artikel tentang indeksasi jurnal.

Untuk jurnal seperti ini, jangan berasumsi artikel Anda otomatis dinilai dengan kategori tertinggi. Bila Anda ingin mengklaimnya sebagai jurnal internasional bereputasi, jurnal tersebut harus memenuhi seluruh kriteria internasional bereputasi saat artikel terbit, termasuk ambang SJR, sebaran negara dewan editor, dan sebaran negara penulis dalam satu nomor. Bila kriteria itu tidak terpenuhi, besar kemungkinan artikel dinilai dengan kategori lain yang buktinya tersedia, misalnya status akreditasi nasionalnya. Konfirmasikan hal ini kepada tim penilai angka kredit di kampus Anda.

Cara mengeceknya cukup sederhana. Buka profil jurnal di sinta.kemdiktisaintek.go.id untuk melihat peringkat dan riwayat akreditasi. Lalu cari nama atau ISSN jurnal yang sama di daftar sumber Scopus dan di scimagojr.com untuk melihat status, kategori subjek, kuartil, serta SJR per tahun. Pastikan ISSN di ketiga tempat itu identik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mana yang lebih tinggi, jurnal SINTA 1 atau jurnal Q4?

Dari sisi angka kredit, artikel di jurnal Q4 yang memenuhi syarat SJR di atas 0,1 bernilai 33, sedangkan SINTA 1 bernilai 25. Namun untuk syarat lulus, yang menentukan adalah pedoman kampus, dan untuk kenaikan jabatan, yang menentukan adalah ambang per jenjang.

Apakah jurnal SINTA berbahasa Inggris termasuk jurnal internasional bereputasi?

Tidak. Bahasa artikel tidak mengubah kategori jurnal. Status internasional bereputasi mensyaratkan, antara lain, terindeks Scopus dengan SJR di atas 0,1 atau Web of Science dengan Impact Factor di atas 0,05, berbahasa resmi PBB, dewan editor dari minimal 4 negara, dan penulis dari minimal 2 negara dalam satu nomor terbitan.

Untuk naik ke Lektor, cukup jurnal SINTA atau harus Scopus?

Keduanya bisa. Syarat khusus Lektor adalah satu artikel sebagai penulis pertama di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4, atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q4 dengan SJR di atas 0,1.

Apakah semua jurnal terindeks Scopus bernilai KUM 40?

Tidak. Nilai 40 hanya untuk Q1. Q2 bernilai 38, Q3 bernilai 35, dan Q4 bernilai 33, dengan syarat SJR di atas 0,1 saat artikel terbit. Jurnal terindeks Scopus dengan SJR paling tinggi 0,1 bernilai 30.

Apakah jurnal SINTA 5 masih bisa dipakai?

Jurnal SINTA 5 dan 6 tetap diakui sampai masa akreditasinya habis, dan artikelnya bernilai KUM 15. Namun jurnal ini tidak memenuhi syarat khusus Lektor yang meminta minimal peringkat 4. Untuk syarat lulus, cek apakah pedoman kampus Anda menerimanya.

Bisakah satu jurnal terakreditasi SINTA sekaligus terindeks Scopus?

Bisa. Akreditasi SINTA diperoleh lewat ARJUNA, sedangkan indeksasi Scopus lewat evaluasi CSAB. Untuk diklaim sebagai internasional bereputasi, jurnal tetap harus memenuhi seluruh kriteria internasional bereputasi saat artikel terbit.

Tentukan jalur publikasi yang tepat sejak awal

Pelopor Publikasi membantu mencocokkan kebutuhan Anda, baik syarat lulus maupun kenaikan jabatan, dengan jurnal SINTA atau Scopus yang relevan, lalu mendampingi persiapan naskahnya.

Konsultasi Sekarang

Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.

Share this article

About Author

Tim Pelopor Publikasi

Tim Editorial Pelopor Publikasi terdiri dari pendamping publikasi ilmiah yang membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti mempersiapkan naskah untuk jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi. Setiap artikel di blog ini disusun dari pengalaman pendampingan naskah lintas bidang dan penelusuran langsung ke sumber resmi seperti portal SINTA, Scopus, dan laman penerbit, lalu ditinjau sebelum terbit agar informasinya akurat. Untuk berdiskusi tentang kebutuhan publikasi Anda, gunakan tombol konsultasi yang tersedia di setiap artikel.

Most Relevent