Template Jurnal SINTA dan Scopus, Cara Unduh dari Sumber Resmi

Template Jurnal SINTA dan Scopus, Cara Unduh dari Sumber Resmi

Comments
12 min read
Beranda » Template Jurnal SINTA dan Scopus, Cara Unduh dari Sumber Resmi

Template jurnal SINTA termasuk hal yang paling sering dicari mahasiswa dan dosen menjelang submit, dan di situ pula salah kaprahnya bermula. Tidak ada satu template SINTA resmi yang berlaku untuk semua jurnal. SINTA adalah portal milik Kemendiktisaintek yang menampilkan profil dan peringkat akreditasi jurnal, bukan penerbit, sehingga template selalu berasal dari jurnal yang Anda tuju.

Hal yang sama berlaku untuk jurnal Scopus. Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier, bukan pihak yang mengatur format naskah setiap jurnal. Artikel ini membahas di mana template yang benar bisa ditemukan, cara memastikan versinya terbaru, isi umumnya, cara memakainya, dan kesalahan yang sering membuat naskah dikembalikan editor.

Jawaban Singkat

Template jurnal selalu diunduh dari situs jurnal yang Anda tuju, bukan dari portal SINTA, Scopus, atau situs pihak ketiga. Untuk jurnal berbasis OJS, cari di menu Author Guidelines, Template, atau Submissions. Untuk jurnal Scopus, buka halaman Guide for Authors atau panduan penulis di situs jurnal maupun penerbitnya. Sebelum memindahkan naskah, cocokkan template dengan tata letak artikel di nomor terbaru.

Naskah sudah jadi tetapi belum sesuai template jurnal?

Kami bantu memeriksa kesesuaian naskah Anda dengan template dan gaya selingkung jurnal tujuan sebelum dikirim.

Cek Format Naskah

Template Jurnal SINTA Tidak Pernah Satu untuk Semua

Salah kaprah ini muncul karena banyak orang menyebut jurnal nasional terakreditasi sebagai jurnal SINTA. Sebutan itu praktis, tetapi membuat sebagian penulis mengira ada format standar yang ditetapkan pemerintah. Kenyataannya, setiap jurnal menetapkan gaya selingkungnya sendiri, mulai dari susunan bagian, gaya sitasi, jenis huruf, panjang abstrak, sampai cara menulis afiliasi.

Akibatnya, berkas berjudul template jurnal SINTA yang beredar di blog atau grup percakapan kemungkinan besar adalah template milik satu jurnal tertentu. Memakainya untuk jurnal lain berarti editor menerima naskah dengan format yang salah sejak halaman pertama.

Peringkat juga tidak menentukan format. Dua jurnal SINTA 2 di bidang yang sama bisa memakai template yang sangat berbeda, sedangkan jurnal SINTA 4 bisa saja memiliki aturan format lebih rinci daripada jurnal di peringkat atasnya.

Cara Menemukan Template di Situs Jurnal Berbasis OJS

Sebagian besar jurnal nasional dikelola dengan OJS (Open Journal Systems), perangkat lunak sumber terbuka dari Public Knowledge Project. Nama menu bisa berbeda antarjurnal karena disesuaikan pengelolanya, tetapi polanya cukup mirip. Periksa lokasi berikut secara berurutan.

  1. Halaman Author Guidelines atau Panduan Penulis. Biasanya ada di menu About atau Submissions, atau di panel samping beranda jurnal. Tautan unduh template sering diletakkan di awal atau akhir halaman ini.
  2. Tombol atau menu Template di panel samping. Banyak jurnal memasang tombol unduh khusus bergambar ikon dokumen Word.
  3. Halaman Submissions. Di sini biasanya ada daftar periksa pengiriman yang menyebutkan bahwa naskah wajib mengikuti template, lengkap dengan tautannya.
  4. Halaman pengumuman (Announcements). Bila template pernah diperbarui, sebagian jurnal mengumumkannya di sini.

Bila template tidak ditemukan di lokasi tersebut, periksa juga bagian bawah beranda dan menu berbahasa Indonesia seperti Petunjuk Penulis atau Pedoman Penulisan. Masih belum ketemu? Kirim pertanyaan lewat menu Contact jurnal. Jangan menebak format dari artikel yang sudah terbit lalu menyusunnya sendiri, kecuali editor memang menyarankan demikian.

Template umumnya berbentuk berkas .docx. Bila jurnal hanya menyediakan PDF berisi contoh tata letak, gunakan PDF itu sebagai acuan visual dan atur sendiri format di Word sesuai contohnya. Setelah naskah siap, proses unggahnya mengikuti alur yang kami bahas di panduan cara submit artikel ke OJS.

Cara Menemukan Template untuk Jurnal Scopus

Jurnal internasional terindeks Scopus banyak diterbitkan penerbit besar yang memiliki sistem pengelolaan naskah sendiri. Panduan formatnya ditempatkan di halaman jurnal dengan nama yang berbeda-beda, misalnya Guide for Authors, Instructions for Authors, Author Guidelines, atau Submission Guidelines. Beberapa hal membedakannya dari jurnal nasional.

Perlu dicatat, banyak jurnal terindeks Scopus yang dikelola perguruan tinggi atau asosiasi profesi, termasuk di Indonesia, juga memakai OJS. Untuk jurnal seperti ini, cara mencarinya sama dengan langkah pada bagian sebelumnya.

  • Tidak semua jurnal menyediakan template Word. Sebagian hanya memberi panduan tertulis tentang struktur, panjang naskah, dan gaya sitasi, lalu penulis menyusun formatnya sendiri.
  • Sebagian jurnal menyediakan template LaTeX selain Word, terutama di bidang teknik, matematika, dan ilmu komputer.
  • Sebagian penerbit menerima naskah awal dengan format sederhana dan baru meminta format lengkap pada tahap selanjutnya. Pastikan ketentuan ini tertulis jelas di panduan jurnal tersebut sebelum Anda mengandalkannya.
  • Kelengkapan tambahan seperti cover letter, highlights, pernyataan konflik kepentingan, atau pernyataan ketersediaan data sering diminta dan dijelaskan di halaman yang sama.

Buka panduan hanya dari situs resmi jurnal atau penerbitnya. Mencari nama jurnal di mesin pencari boleh saja, tetapi pastikan alamat yang Anda buka memang milik penerbit resminya, karena situs tiruan dari jurnal asli (hijacked journal) juga beredar.

Cara Memastikan Template Versi Terbaru

Template bisa berubah ketika jurnal berganti tata letak, gaya sitasi, atau struktur bagian. Masalahnya, berkas lama sering masih tersimpan di laptop Anda atau terus dibagikan di grup percakapan. Lakukan empat pemeriksaan berikut.

  • Unduh ulang dari situs jurnal setiap kali akan submit, meskipun Anda pernah mengunduhnya.
  • Bandingkan dengan artikel di nomor terbaru. Buka PDF artikel yang baru terbit, lalu cocokkan kop, susunan identitas penulis, format abstrak, dan gaya daftar pustaka dengan template Anda.
  • Periksa penanda versi di nama berkas, di header dokumen, atau di halaman Author Guidelines bila jurnal mencantumkannya.
  • Tanyakan ke editor melalui kontak resmi jurnal bila template dan artikel terbaru tampak berbeda.

Jangan memakai template dari situs berbagi dokumen atau folder pihak ketiga. Berkas di sana bisa sudah dimodifikasi, berasal dari versi lama, atau bahkan milik jurnal lain yang namanya mirip. Sumber yang sah hanya situs jurnal atau penerbitnya.

Ragu template yang Anda pegang masih berlaku?

Kirimkan nama jurnal tujuan Anda. Kami bantu mengecek versi template dan menyesuaikan naskah dengan gaya selingkungnya.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Isi Umum Template Jurnal

Meski berbeda antarjurnal, sebagian besar template memuat komponen yang sama. Memahami fungsi tiap bagian membantu Anda mengisinya tanpa merusak format. Teks contoh di dalam template biasanya juga berisi petunjuk, misalnya batas kata atau cara menulis afiliasi, jadi baca dulu sebelum menimpanya.

  • Judul. Biasanya ada batas jumlah kata dan aturan huruf kapital. Sebagian jurnal meminta judul dalam dua bahasa.
  • Identitas penulis. Nama lengkap dengan atau tanpa gelar sesuai aturan jurnal, afiliasi, alamat email, dan penanda penulis korespondensi. Sebagian jurnal juga meminta ORCID.
  • Abstrak dan kata kunci. Template biasanya menetapkan batas panjang abstrak dan jumlah kata kunci, kadang juga meminta abstrak dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
  • Struktur isi. Banyak jurnal memakai pola IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) yang diikuti kesimpulan, dengan nama bagian yang bisa berbeda. Jurnal kajian konseptual atau hukum kerap memakai struktur yang lebih longgar.
  • Tabel dan gambar. Aturan penomoran, letak judul tabel dan gambar, resolusi gambar, serta jenis garis tabel.
  • Gaya sitasi dan daftar pustaka. Misalnya APA, IEEE, Vancouver, Chicago, atau gaya khusus jurnal. Template biasanya memberi contoh penulisan untuk buku, artikel jurnal, dan sumber daring.
  • Bagian pelengkap seperti ucapan terima kasih, pernyataan pendanaan, atau kontribusi tiap penulis bila diminta jurnal.

Cara Memakai Template dengan Benar

Masalah format paling sering muncul bukan karena penulis tidak punya template, tetapi karena cara memindahkan naskah ke dalamnya keliru. Tiga kebiasaan berikut mencegah sebagian besar masalah.

Gunakan Styles yang Sudah Disiapkan

Template yang baik sudah memuat styles di Microsoft Word, misalnya untuk judul, nama penulis, abstrak, heading bagian, isi paragraf, dan daftar pustaka. Klik paragraf, lalu pilih style yang sesuai dari panel Styles. Hindari mengatur ukuran huruf atau spasi secara manual, karena format manual mudah berantakan saat naskah diedit ulang.

Tempel Teks Tanpa Format

Saat memindahkan naskah dari dokumen lama, gunakan Paste Special lalu pilih Unformatted Text, atau opsi Keep Text Only. Cara ini membuang format bawaan dokumen asal sehingga teks mengikuti style template. Setelah itu, terapkan kembali cetak miring, huruf tebal, dan simbol khusus yang memang diperlukan.

Kelola Sitasi dengan Reference Manager

Mendeley, Zotero, atau EndNote memungkinkan Anda mengganti gaya sitasi dalam beberapa klik. Pilih gaya yang diminta jurnal. Bila jurnal memakai gaya khusus, cari apakah gaya itu tersedia di pustaka gaya sitasi aplikasi Anda, atau rapikan secara manual setelah daftar pustaka jadi. Pastikan setiap sitasi di teks muncul di daftar pustaka, begitu pula sebaliknya.

Masukkan Tabel dan Gambar dengan Cara yang Benar

Buat tabel memakai fitur tabel di Word, bukan tangkapan layar, agar editor dan layout editor bisa menyuntingnya. Beri judul tabel dan gambar melalui fitur Insert Caption supaya penomorannya ikut menyesuaikan saat ada yang ditambah atau dihapus. Untuk gambar, ikuti ketentuan resolusi dan format berkas di Author Guidelines, lalu simpan berkas aslinya karena sebagian jurnal memintanya diunggah terpisah.

Periksa Hasil Akhir Berdampingan dengan Artikel Terbitan

Sebelum mengunggah, buka naskah Anda dan PDF artikel terbaru jurnal tersebut secara berdampingan. Periksa kop dan header, urutan bagian, format heading, spasi antarparagraf, letak judul tabel, serta gaya daftar pustaka. Simpan juga naskah sebagai PDF untuk melihat apakah ada tabel yang terpotong atau gambar yang bergeser. Terakhir, pastikan tidak ada teks petunjuk template yang tertinggal.

Kesalahan Umum Saat Memakai Template

Kesalahan berikut tampak sepele, tetapi sering menjadi alasan editor mengembalikan naskah sebelum dikirim ke reviewer.

  1. Memakai template jurnal lain. Biasanya terjadi saat naskah yang ditolak di satu jurnal dikirim ulang ke jurnal lain tanpa diganti formatnya.
  2. Memakai template versi usang. Kop, susunan identitas, atau gaya sitasi tidak cocok dengan terbitan terbaru.
  3. Mengubah margin, ukuran kertas, atau jenis huruf supaya naskah tampak lebih pendek atau lebih rapi menurut selera sendiri.
  4. Menghapus teks petunjuk beserta format paragrafnya. Teks petunjuk sebaiknya ditimpa dengan tulisan Anda, sehingga style bawaannya tetap terpakai.
  5. Tidak membaca Author Guidelines. Template hanya menunjukkan tata letak, sedangkan aturan seperti batas jumlah kata, jumlah minimal referensi, atau etika penulisan biasanya tertulis di Author Guidelines.

Kepatuhan pada template adalah salah satu hal pertama yang diperiksa editor. Naskah yang rapi sejak awal lebih mungkin diteruskan ke reviewer tanpa dikembalikan, seperti kami uraikan dalam tips artikel jurnal cepat ACC dari sudut pandang editor dan reviewer.

Menyesuaikan Naskah dari Skripsi atau Tesis ke Template

Banyak artikel mahasiswa berasal dari skripsi, tesis, atau disertasi. Template jurnal memaksa naskah yang panjang menjadi ringkas, dan di sinilah penyesuaian terberat terjadi. Bab pendahuluan dan kajian pustaka biasanya dilebur menjadi satu bagian pendahuluan yang memuat latar belakang, celah penelitian, dan tujuan. Bab metode diringkas menjadi uraian yang cukup untuk dinilai. Hasil dan pembahasan disajikan dengan tabel dan gambar terpilih, bukan seluruh lampiran olah data.

Jangan memasukkan teks skripsi apa adanya ke template lalu berusaha memenuhi batas jumlah halaman dengan mengecilkan huruf atau spasi. Tulis ulang bagian demi bagian sesuai porsi yang diminta jurnal, lalu sesuaikan daftar pustaka hanya dengan sumber yang benar-benar dikutip di artikel.

Perbedaan Template Jurnal Nasional dan Jurnal Scopus

Tabel berikut merangkum perbedaan yang umum ditemui. Bila panduan jurnal tujuan mengatur lain, ikuti panduan tersebut.

Aspek Jurnal nasional terakreditasi SINTA Jurnal internasional terindeks Scopus
Sumber template Situs jurnal berbasis OJS, menu Author Guidelines atau Template Halaman Guide for Authors di situs jurnal atau penerbit
Bentuk berkas Umumnya .docx yang wajib dipakai Bisa .docx, LaTeX, atau hanya panduan tertulis
Bahasa Bahasa Indonesia, Inggris, atau keduanya sesuai kebijakan jurnal Umumnya bahasa Inggris
Abstrak Sering diminta dalam dua bahasa Umumnya satu abstrak bahasa Inggris, sebagian disertai highlights
Kapan format penuh diminta Umumnya sejak pengiriman pertama Sebagian jurnal menerima format sederhana di awal
Kelengkapan tambahan Surat pernyataan orisinalitas atau pengalihan hak cipta sesuai kebijakan jurnal Cover letter, pernyataan konflik kepentingan, pendanaan, atau ketersediaan data

Ringkasan umum. Aturan tiap jurnal bisa berbeda, sehingga Author Guidelines jurnal tujuan tetap menjadi acuan akhir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada template resmi dari SINTA?

Tidak ada. SINTA adalah portal milik Kemendiktisaintek yang menampilkan profil dan peringkat jurnal, bukan penerbit. Template selalu diunduh dari situs jurnal yang Anda tuju, umumnya di menu Author Guidelines atau Template.

Di mana mencari template jurnal Scopus?

Di halaman Guide for Authors, Instructions for Authors, atau Submission Guidelines pada situs jurnal maupun penerbitnya. Sebagian jurnal tidak menyediakan berkas Word dan hanya memberi panduan tertulis.

Bolehkah memakai template jurnal lain yang peringkatnya sama?

Tidak dianjurkan. Peringkat yang sama tidak berarti format yang sama. Setiap jurnal punya gaya selingkung sendiri, dan editor mudah mengenali naskah yang memakai template jurnal lain.

Bagaimana memastikan template yang saya punya masih berlaku?

Unduh ulang dari situs jurnal, bandingkan dengan tata letak artikel di nomor terbaru, dan tanyakan ke editor melalui kontak resmi jurnal bila ada perbedaan.

Apakah naskah yang sesuai template otomatis diterima?

Tidak. Kepatuhan pada template membantu naskah lolos pemeriksaan awal editor, tetapi keputusan penerimaan tetap bergantung pada penilaian substansi oleh editor dan reviewer.

Siapkan naskah yang rapi sejak halaman pertama

Pelopor Publikasi membantu Anda menemukan template resmi jurnal tujuan dan menyesuaikan naskah dengan gaya selingkungnya sebelum submit.

Konsultasi Format Naskah

Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.

Share this article

About Author

Tim Pelopor Publikasi

Tim Editorial Pelopor Publikasi terdiri dari pendamping publikasi ilmiah yang membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti mempersiapkan naskah untuk jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi. Setiap artikel di blog ini disusun dari pengalaman pendampingan naskah lintas bidang dan penelusuran langsung ke sumber resmi seperti portal SINTA, Scopus, dan laman penerbit, lalu ditinjau sebelum terbit agar informasinya akurat. Untuk berdiskusi tentang kebutuhan publikasi Anda, gunakan tombol konsultasi yang tersedia di setiap artikel.

Most Relevent