Perbedaan jurnal nasional dan internasional sering disederhanakan menjadi soal bahasa. Artikel berbahasa Indonesia dianggap nasional, artikel berbahasa Inggris dianggap internasional. Untuk keperluan angka kredit dosen, cara pandang itu bisa merugikan, karena kategori jurnal ditentukan oleh kriteria resmi dan selisih nilainya tidak kecil. Jurnal yang Anda kira internasional bereputasi bisa saja hanya dihitung sebagai jurnal internasional biasa, atau malah tetap tergolong jurnal nasional.
Di bawah ini kami uraikan empat kategori jurnal yang dipakai dalam penilaian angka kredit menurut Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, nilai KUM untuk setiap kategori, salah kaprah yang paling sering kami temui saat mendampingi dosen, serta cara memastikan kategori sebuah jurnal sebelum Anda mengirim naskah.
Ada empat kategori resmi, yaitu jurnal nasional tidak terakreditasi yang memiliki ISSN, jurnal nasional terakreditasi SINTA, jurnal internasional, dan jurnal internasional bereputasi. Nilai KUM bertingkat dari 10 untuk jurnal nasional tidak terakreditasi sampai 40 untuk jurnal internasional bereputasi Q1. Bahasa artikel tidak menentukan kategori. Yang menentukan adalah status akreditasi SINTA, indeksasi Scopus atau WoS beserta nilai SJR atau Impact Factor, serta kriteria dewan editor dan sebaran penulis.
Kirimkan nama jurnalnya kepada kami. Tim kami bantu membaca status akreditasi atau indeksasinya sebelum Anda submit.
Empat Kategori Jurnal Nasional dan Internasional Menurut Aturan Terbaru
Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, khususnya Tabel 2, memuat nilai angka kredit (KUM) untuk artikel jurnal. Bila dirangkum, ada empat kategori yang perlu Anda kenali. Urutannya di bawah ini dimulai dari nilai terendah.
Jurnal nasional tidak terakreditasi yang memiliki ISSN
Kategori ini berisi jurnal ilmiah yang terbit berkala dan sudah memiliki ISSN, tetapi belum terakreditasi SINTA. Banyak jurnal yang baru dirintis program studi atau fakultas berada di posisi ini. Artikel di sini tetap dihitung, dengan nilai 10. Batasannya, untuk usulan kenaikan ke Lektor Kepala dan Profesor, artikel dari kategori ini paling tinggi menyumbang 10% dari angka kredit unsur penelitian. Jadi fungsinya sebagai pelengkap, bukan tumpuan utama.
Jurnal nasional terakreditasi SINTA
Ini jurnal yang sudah lolos akreditasi Kemendiktisaintek dan mendapat peringkat SINTA. Pengelola jurnal mengajukan akreditasi lewat ARJUNA (arjuna.kemdiktisaintek.go.id), lalu hasilnya tampil di profil jurnal pada portal sinta.kemdiktisaintek.go.id. Nilai KUM untuk kategori ini terbagi tiga tingkat. SINTA 1 dan 2 bernilai 25, SINTA 3 dan 4 bernilai 20, sedangkan SINTA 5 dan 6 bernilai 15.
Ada perubahan penting tahun ini. Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 mengatur bahwa akreditasi baru hanya diberikan untuk peringkat SINTA 1 sampai 4. Jurnal yang sudah berstatus SINTA 5 atau 6 tetap diakui sampai masa akreditasinya habis, tetapi kedua peringkat itu tidak lagi menerima akreditasi baru. Bila Anda mengincar jurnal SINTA 5 atau 6, cek dulu sampai kapan akreditasinya berlaku melalui riwayat akreditasi di profil jurnal pada portal SINTA.
Jurnal internasional
Kategori ini sering terlewat karena pembicaraan biasanya langsung melompat ke istilah bereputasi. Dalam Kepmendiktisaintek 39/2026, jurnal yang terindeks Scopus atau Web of Science (WoS) tetapi memiliki SJR paling tinggi 0,1 atau Impact Factor paling tinggi 0,05 dihitung sebagai jurnal internasional dengan nilai 30. Angka ini memang di atas SINTA 1 dan 2, tetapi jurnal tersebut belum memenuhi ambang SJR atau IF untuk kategori internasional bereputasi.
Jurnal internasional bereputasi
Inilah kategori dengan nilai tertinggi sekaligus syarat paling ketat. Sebuah jurnal tergolong internasional bereputasi bila memenuhi kriteria berikut.
- Terindeks Scopus dengan SJR di atas 0,1, atau terindeks WoS dengan Impact Factor di atas 0,05.
- Memiliki ISSN.
- Terbit dalam bahasa resmi PBB, yaitu Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol, atau Tiongkok.
- Dewan editornya pakar di bidangnya dan berasal dari minimal 4 negara.
- Artikel dalam satu nomor terbitan ditulis oleh penulis dari minimal 2 negara.
- Susunan dewan editornya dapat ditelusuri secara daring.
Nilainya mengikuti kuartil. Q1 bernilai 40, Q2 bernilai 38, Q3 bernilai 35, dan Q4 bernilai 33. Kuartil yang lazim dipakai di Indonesia mengacu pada SJR di scimagojr.com, ditetapkan per kategori subjek, dan diperbarui setiap tahun. Satu hal yang sering terlupa, syarat SJR di atas 0,1 atau IF di atas 0,05 dilihat pada saat artikel Anda terbit, bukan saat naskah dikirim.
Tabel Nilai KUM per Kategori Jurnal
Tabel berikut merangkum nilai angka kredit setiap kategori supaya Anda bisa membandingkan pilihan jurnal dengan cepat.
| Kategori jurnal | Syarat utama | Nilai KUM |
|---|---|---|
| Internasional bereputasi Q1 | Terindeks Scopus dengan SJR di atas 0,1 atau WoS dengan IF di atas 0,05 saat artikel terbit, ditambah kriteria bereputasi | 40 |
| Internasional bereputasi Q2 | Sama seperti di atas, berada di kuartil Q2 | 38 |
| Internasional bereputasi Q3 | Sama seperti di atas, berada di kuartil Q3 | 35 |
| Internasional bereputasi Q4 | Sama seperti di atas, berada di kuartil Q4 | 33 |
| Jurnal internasional | Terindeks Scopus atau WoS, tetapi SJR paling tinggi 0,1 atau IF paling tinggi 0,05 | 30 |
| Nasional terakreditasi SINTA 1 dan 2 | Terakreditasi peringkat 1 atau 2 | 25 |
| Nasional terakreditasi SINTA 3 dan 4 | Terakreditasi peringkat 3 atau 4 | 20 |
| Nasional terakreditasi SINTA 5 dan 6 | Akreditasi lama yang masih berlaku, tanpa akreditasi baru untuk peringkat ini | 15 |
| Nasional tidak terakreditasi | Memiliki ISSN, paling tinggi 10% dari angka kredit unsur penelitian untuk usulan Lektor Kepala dan Profesor | 10 |
Sumber: Tabel 2 Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026. Nilai di atas adalah nilai per artikel. Bila artikel ditulis bersama, hitung porsi Anda bersama bagian kepegawaian kampus atau LLDIKTI wilayah.
Dari tabel itu terlihat bahwa jarak nilai antara jurnal internasional dan jurnal internasional bereputasi Q4 hanya beberapa poin. Perbedaan yang jauh lebih menentukan justru ada pada syarat khusus kenaikan jabatan, yang kami bahas di bagian berikutnya.
Ada dua ketentuan lain yang sering terlewat. Pertama, aturan hanya mengakui paling banyak dua artikel per nomor terbitan jurnal untuk penilaian, jadi menumpuk beberapa naskah di satu nomor tidak menambah nilai. Kedua, untuk pemenuhan syarat khusus kenaikan jabatan, status jurnal saat dinilai tidak boleh dibatalkan (cancelled) atau dihentikan cakupannya (coverage discontinued).
Syarat Khusus Kenaikan Jabatan Tidak Sama dengan Nilai KUM
Nilai KUM menentukan berapa angka kredit yang Anda kumpulkan. Syarat khusus menentukan apakah usulan kenaikan jabatan bisa diproses. Keduanya berjalan bersamaan, dan di sinilah perbedaan kategori jurnal paling terasa.
- Lektor. Satu artikel di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4 sebagai penulis pertama, atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q4 dengan SJR di atas 0,1 sebagai penulis pertama.
- Lektor Kepala. Artikel di jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2, atau di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 2, sebagai penulis pertama sekaligus penulis korespondensi.
- Profesor. Artikel di jurnal internasional bereputasi minimal Q2 dengan SJR di atas 0,25 sebagai penulis pertama sekaligus penulis korespondensi, ditambah satu publikasi lain di jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2 atau di jurnal nasional peringkat 1.
Perhatikan dua hal. Kategori jurnal internasional dengan SJR paling tinggi 0,1 tidak muncul di daftar ini, sehingga artikelnya menambah angka kredit tetapi tidak bisa dipakai sebagai pemenuh syarat khusus. Hal serupa berlaku untuk artikel di SINTA 5 dan 6. Nilainya tetap 15, tetapi belum memenuhi syarat khusus Lektor yang meminta minimal peringkat 4.
Sisi baiknya, jalur jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 2 juga sah untuk syarat khusus Lektor Kepala. Jadi tidak semua target harus dikejar lewat Scopus, selama jurnal yang Anda pilih memenuhi peringkat yang diminta.
Ceritakan jabatan Anda saat ini dan target kenaikannya. Kami bantu memetakan kategori jurnal yang relevan beserta risiko yang perlu diperhatikan.
Salah Kaprah tentang Jurnal Nasional dan Internasional
Berbahasa Inggris dianggap otomatis internasional bereputasi
Bahasa hanya satu dari beberapa kriteria. Banyak jurnal terakreditasi SINTA menerbitkan artikel berbahasa Inggris, dan statusnya tetap jurnal nasional dengan nilai sesuai peringkat SINTA. Kriteria bahasa dalam aturan pun berbunyi bahasa resmi PBB. Artinya jurnal berbahasa Arab atau Perancis bisa memenuhi kriteria bahasa tersebut, sedangkan jurnal yang terbit dalam bahasa Indonesia tidak.
Terindeks Scopus dianggap otomatis bereputasi
Terindeks Scopus baru syarat awal. Bila SJR jurnal tersebut paling tinggi 0,1 saat artikel Anda terbit, artikel masuk kategori jurnal internasional dengan nilai 30, bukan internasional bereputasi. Nilai SJR dihitung ulang setiap tahun, jadi jurnal yang tahun lalu berada di atas ambang belum tentu bertahan di atasnya. Selalu cek angka terbaru di scimagojr.com sebelum memutuskan.
Logo pengindeks di beranda dianggap bukti
Memasang logo Scopus, SINTA, atau lembaga pengindeks lain di situs jurnal bisa dilakukan siapa saja. Bukti yang sah adalah nama dan ISSN jurnal yang tercantum di basis data milik pengindeks itu sendiri. Gambaran tentang jenis lembaga pengindeks dan cara memeriksa klaimnya bisa Anda baca di panduan indeksasi jurnal.
Kata International di nama jurnal dianggap cukup
Kata International, Global, atau World pada nama jurnal tidak berarti apa pun dalam aturan penilaian. Sebagian jurnal bermasalah justru sengaja memakai nama besar semacam itu untuk menarik penulis. Bila jurnal yang Anda temukan bernama mentereng tetapi tidak bisa ditemukan di basis data resmi, pelajari dulu ciri-ciri jurnal predator sebelum melangkah lebih jauh.
Akreditasi SINTA dianggap berlaku selamanya
Akreditasi punya masa berlaku. Nomor terbitan tempat artikel Anda dimuat perlu dipastikan masih berada dalam masa akreditasi jurnal tersebut. Masa berlakunya bisa dicek di riwayat akreditasi pada profil jurnal di portal SINTA. Untuk jurnal SINTA 5 dan 6, pemeriksaan ini makin penting karena kedua peringkat itu tidak lagi menerima akreditasi baru.
Cara Memastikan Kategori Jurnal Sebelum Submit
Pemeriksaan berikut bisa Anda lakukan sendiri dalam sekali duduk. Lakukan sebelum submit, lalu ulangi menjelang pengajuan angka kredit karena status jurnal bisa berubah.
- Catat identitas jurnal. Ambil nama lengkap jurnal beserta p-ISSN dan e-ISSN dari situs resminya. ISSN lebih bisa diandalkan daripada nama, karena ada jurnal yang namanya nyaris sama.
- Untuk jurnal nasional, buka portal SINTA. Cari jurnal di sinta.kemdiktisaintek.go.id, lihat peringkatnya, lalu buka riwayat akreditasi untuk memastikan masa berlakunya mencakup nomor terbitan yang Anda tuju.
- Untuk jurnal internasional, cek basis data pengindeks. Cari ISSN di daftar sumber Scopus atau di scimagojr.com. Catat nilai SJR dan kuartilnya, lalu pastikan cakupannya tidak dihentikan. Jurnal yang masuk beberapa kategori subjek bisa memiliki kuartil berbeda di tiap kategori, jadi tanyakan ke kepegawaian kuartil mana yang dipakai dalam penilaian.
- Cocokkan kriteria bereputasi. Buka halaman dewan editor dan lihat asal negara para editornya. Setelah itu buka satu nomor terbitan terbaru dan periksa asal negara para penulisnya.
- Saring tanda bahaya. Undangan menulis massal, janji proses yang sangat singkat, dan permintaan bayar sebelum review patut membuat Anda berhenti dan memeriksa ulang.
- Konfirmasi dan simpan bukti. Tanyakan ke bagian kepegawaian kampus atau LLDIKTI wilayah bila masih ragu, lalu simpan tangkapan layar hasil pemeriksaan beserta tanggalnya.
Status jurnal bisa berubah sebelum artikel Anda dinilai. Ambang SJR atau IF dilihat saat artikel terbit, sedangkan untuk syarat khusus, status jurnal saat dinilai tidak boleh dibatalkan atau dihentikan cakupannya. Karena itu pemeriksaan perlu diulang, terutama bila jeda antara submit dan terbit cukup panjang.
Memilih Kategori yang Sesuai Target Anda
Tidak semua dosen perlu langsung mengejar Q1. Mulailah dari pertanyaan sederhana, artikel ini untuk keperluan apa. Bila tujuannya memenuhi syarat khusus Lektor, jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4 sudah mencukupi. Untuk Lektor Kepala, pilihannya jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2 atau jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 2. Bila tujuannya sekadar menambah angka kredit, kategori apa pun yang sah tetap bernilai, dengan memperhatikan batas untuk jurnal nasional tidak terakreditasi.
Setelah targetnya jelas, barulah timbang kesesuaian topik dengan ruang lingkup jurnal, gaya selingkung, dan kesiapan naskah. Urutan ini menghemat banyak tenaga, karena Anda tidak lagi menyiapkan naskah untuk jurnal yang ternyata tidak menjawab kebutuhan administratif Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jurnal berbahasa Inggris otomatis termasuk jurnal internasional?
Tidak. Bahasa hanya salah satu kriteria. Jurnal terakreditasi SINTA yang menerbitkan artikel berbahasa Inggris tetap tergolong jurnal nasional terakreditasi, dengan nilai sesuai peringkat SINTA. Kategori internasional dan internasional bereputasi ditentukan oleh indeksasi Scopus atau WoS beserta nilai SJR atau Impact Factor, ditambah kriteria dewan editor dan asal penulis.
Berapa nilai KUM artikel di jurnal Scopus dengan SJR rendah?
Bila SJR jurnal paling tinggi 0,1 saat artikel terbit, artikel dihitung sebagai jurnal internasional dengan nilai 30 menurut Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026. Artikel tersebut juga tidak dapat dipakai untuk memenuhi syarat khusus yang meminta jurnal internasional bereputasi.
Apakah artikel di jurnal SINTA 5 dan 6 masih diakui?
Masih, selama akreditasi jurnal tersebut masih berlaku. Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 menghentikan pemberian akreditasi baru untuk peringkat 5 dan 6, tetapi jurnal yang sudah berstatus SINTA 5 atau 6 tetap diakui sampai masa akreditasinya habis. Nilainya 15, dan peringkat ini belum memenuhi syarat khusus Lektor yang meminta minimal peringkat 4.
Apakah jurnal nasional yang belum terakreditasi masih bernilai?
Masih, asalkan jurnal tersebut memiliki ISSN. Nilainya 10 per artikel. Untuk usulan kenaikan ke Lektor Kepala dan Profesor, kontribusinya dibatasi paling tinggi 10% dari angka kredit unsur penelitian.
Bagaimana cara memastikan kategori jurnal sebelum submit?
Catat nama dan ISSN jurnal, lalu cari di portal SINTA untuk jurnal nasional atau di daftar sumber Scopus dan scimagojr.com untuk jurnal internasional. Periksa peringkat dan masa akreditasi, atau nilai SJR, kuartil, dan status cakupannya. Setelah itu cocokkan kriteria bereputasi, lalu konfirmasikan ke bagian kepegawaian kampus bila masih ragu.
Tim Pelopor Publikasi membantu memeriksa kategori jurnal, menyesuaikan naskah dengan gaya selingkung, dan mendampingi revisi sampai ada keputusan dari redaksi.
Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.








