Ciri-ciri jurnal predator sebenarnya tidak banyak berubah dari tahun ke tahun, hanya kemasannya yang makin rapi. Undangan menulis datang lewat email dengan bahasa yang santun, situsnya tampak profesional, logo pengindeks berjajar di beranda, dan tagihan APC tiba lebih dulu daripada komentar reviewer. Kerugiannya pun tidak berhenti di uang. Artikel yang sudah terbit di jurnal semacam ini berisiko tidak diakui untuk angka kredit dan sulit ditarik kembali.
Panduan ini merangkum ciri-ciri tersebut dalam satu tabel yang bisa langsung Anda pakai untuk memeriksa. Setelah itu kami bahas jurnal bajakan, cara verifikasi lewat sumber resmi, catatan soal Beall’s List, langkah yang bisa diambil bila terlanjur submit atau membayar, dan daftar periksa sebelum Anda mentransfer biaya publikasi.
Jurnal predator memungut biaya publikasi tanpa menjalankan penelaahan sejawat yang sungguh-sungguh. Tanda yang paling umum adalah undangan menulis massal, janji proses yang sangat singkat, permintaan bayar sebelum review, dewan editor yang tidak bisa ditelusuri, cakupan bidang terlalu luas, situs tiruan, dan metrik palsu. Verifikasi selalu dari sumber resmi seperti daftar sumber Scopus, portal SINTA, DOAJ, dan portal ISSN, lalu bayar APC hanya setelah naskah dinyatakan diterima.
Sebelum membalas atau membayar, kirimkan nama jurnal dan isi emailnya kepada kami. Tim kami bantu memeriksa statusnya dari sumber resmi.
Apa Itu Jurnal Predator dan Mengapa Sulit Dikenali
Jurnal predator adalah jurnal yang memungut biaya dari penulis tetapi tidak menjalankan penelaahan sejawat dan penyuntingan sebagaimana mestinya. Yang sebenarnya dijual bukan publikasi ilmiah, melainkan kesan bahwa artikel Anda sudah terbit di jurnal yang layak.
Perlu digarisbawahi, memungut APC (Article Processing Charge) tidak otomatis membuat sebuah jurnal tergolong predator. Banyak jurnal akses terbuka yang sah membiayai operasionalnya dari APC. Pembedanya ada pada kapan biaya diminta, seberapa terbuka kebijakannya, dan apakah review benar-benar dijalankan. Itu sebabnya satu tanda saja belum cukup untuk memvonis. Yang perlu Anda perhatikan adalah pola beberapa tanda yang muncul bersamaan.
Ciri-Ciri Jurnal Predator dan Cara Mengeceknya
Tabel berikut menyusun tanda yang paling sering muncul, contoh yang biasanya terlihat oleh penulis, dan cara memeriksanya tanpa harus menebak.
| Ciri | Contoh yang sering terlihat | Cara mengecek |
|---|---|---|
| Undangan menulis massal | Email bersapaan umum seperti Dear Researcher, memuji artikel lama Anda secara berlebihan, menawarkan topik di luar bidang Anda | Cari nama jurnal langsung di basis data pengindeks, jangan mengikuti tautan di email |
| Janji proses sangat singkat | Review sampai terbit dijanjikan selesai dalam hitungan hari | Bandingkan dengan alur review di Author Guidelines; review yang sah butuh waktu yang berbeda tiap jurnal |
| Meminta bayar sebelum review | Tagihan dikirim bersamaan dengan konfirmasi submit | Baca kebijakan biaya di situs jurnal; biaya publikasi yang wajar ditagihkan setelah naskah diterima |
| Dewan editor fiktif | Nama tanpa afiliasi lengkap, foto yang tidak cocok, atau nama ilmuwan ternama yang dicantumkan tanpa sepengetahuannya | Telusuri nama editor di situs institusinya, profil Scopus, SINTA, atau Google Scholar |
| Cakupan bidang terlalu luas | Satu jurnal menerima naskah kedokteran, teknik, hukum, dan pendidikan sekaligus | Baca Aims and Scope, lalu cocokkan dengan artikel yang benar-benar terbit |
| Situs tiruan (hijacked journal) | Nama dan ISSN sama dengan jurnal sah, tetapi alamat situsnya berbeda | Cocokkan ISSN di portal ISSN dan alamat situs dengan sumber resmi |
| Metrik palsu | Angka berlabel impact factor dari lembaga yang tidak jelas | Impact Factor resmi hanya dari Clarivate; SJR dicek di scimagojr.com |
| Klaim indeksasi tidak terbukti | Logo Scopus atau SINTA di beranda, tetapi jurnal tidak muncul di basis data | Cari ISSN di daftar sumber Scopus atau portal SINTA |
| Kualitas terbitan buruk | Banyak salah ketik, judul di luar ruang lingkup, jumlah artikel per nomor tidak wajar | Baca dua atau tiga artikel dari nomor terbaru |
| DOI tidak berfungsi | Nomor DOI tercantum, tetapi tidak mengarah ke artikel | Uji lewat doi.org atau pencarian Crossref |
Satu tanda belum tentu berarti predator. Waspadai bila beberapa tanda muncul bersamaan pada jurnal yang sama.
Tiga tanda di bawah ini layak mendapat perhatian lebih, karena paling mudah membuat penulis lengah ketika sedang dikejar tenggat.
Janji kecepatan
Penelaahan sejawat melibatkan editor yang mencari reviewer, reviewer yang membaca naskah, lalu penulis yang merevisi. Rangkaian itu butuh waktu yang berbeda di tiap jurnal. Jurnal yang menjanjikan keputusan dalam hitungan hari patut Anda curigai tidak menjalankan rangkaian tersebut dengan sungguh-sungguh.
Metrik yang terdengar resmi
Banyak jurnal bermasalah mencantumkan angka dengan label impact factor. Padahal Journal Impact Factor diterbitkan Clarivate dalam Journal Citation Reports dan hanya untuk jurnal di Web of Science. SJR dihitung SCImago Lab dari data Scopus, sedangkan CiteScore berasal dari Scopus. Angka dari luar sumber itu tidak dipakai sebagai kriteria jurnal bereputasi dalam penilaian angka kredit. Bila Anda ingin memahami cara membaca ketiganya, lihat penjelasan Impact Factor, SJR, dan H-index.
Permintaan bayar di awal
Pada umumnya jurnal yang sah menagih biaya publikasi setelah naskah melewati review dan dinyatakan diterima. Bila tagihan datang bersamaan dengan email konfirmasi submit, atau Anda diminta membayar agar naskah segera direview, berhentilah dulu dan periksa jurnal tersebut dari awal.
Jurnal Bajakan atau Situs Tiruan (Hijacked Journal)
Jurnal bajakan berbeda dari jurnal predator biasa. Pelakunya tidak membangun jurnal baru, melainkan meniru jurnal sah yang sudah terindeks. Nama, ISSN, bahkan tampilan situsnya disalin, lalu dipasang di alamat domain lain. Penulis yang mencari jurnal lewat mesin pencari bisa mendarat di situs tiruan ini tanpa sadar, mengirim naskah, lalu membayar ke pihak yang sama sekali tidak terkait dengan jurnal aslinya.
Akibatnya serius. Artikel yang terbit di situs tiruan umumnya tidak tercatat sebagai bagian dari jurnal asli, sehingga tidak muncul di basis data pengindeks atas nama jurnal tersebut. Beberapa cara untuk mengenalinya:
- Bandingkan alamat situs dengan alamat yang tercantum di sumber resmi, misalnya profil jurnal di portal SINTA, halaman penerbit, atau informasi jurnal di basis data pengindeks.
- Cocokkan ISSN dengan data resmi ISSN. Caranya kami jelaskan di bagian verifikasi di bawah.
- Periksa apakah artikel di nomor terbaru juga muncul di basis data pengindeks atas nama jurnal tersebut.
- Uji DOI salah satu artikel lewat doi.org dan lihat ke mana tautan itu mengarah.
- Waspadai alamat email redaksi yang berbeda dengan domain jurnal atau penerbit aslinya.
Kirimkan tautan situs dan nama jurnalnya. Kami bantu mencocokkan alamat, ISSN, dan status indeksasinya dengan sumber resmi.
Cara Verifikasi Jurnal dari Sumber Resmi
Prinsipnya sederhana. Periksa dari arah lembaga resmi, bukan dari klaim di situs jurnal. Berikut sumber yang bisa Anda pakai.
Think. Check. Submit.
Ini daftar periksa yang banyak dirujuk untuk menilai apakah sebuah jurnal layak dikirimi naskah. Pertanyaannya praktis, misalnya apakah Anda atau kolega mengenal jurnal tersebut, apakah penerbitnya mudah dihubungi, serta apakah proses review dan biayanya dijelaskan secara terbuka. Gunakan sebagai kerangka berpikir sebelum masuk ke pemeriksaan teknis.
DOAJ dan keanggotaan COPE
Untuk jurnal akses terbuka, periksa apakah jurnal tersebut terdaftar di DOAJ (Directory of Open Access Journals) dengan mencari judul atau ISSN langsung di situs DOAJ. Klaim keanggotaan COPE (Committee on Publication Ethics) juga bisa dicocokkan dengan daftar anggota di situs COPE. Logo DOAJ atau COPE di beranda jurnal belum menjadi bukti sampai Anda menemukannya di sumber aslinya. Sebaliknya, jurnal yang belum masuk DOAJ belum tentu predator, terutama jurnal yang masih baru.
Daftar sumber Scopus dan profil SINTA
Untuk klaim terindeks Scopus, cari ISSN jurnal di daftar sumber Scopus atau di scimagojr.com, lalu perhatikan statusnya. Jurnal yang dulu terindeks bisa dihentikan cakupannya, dan artikel yang terbit setelah penghentian itu tidak lagi tercakup. Uraian lengkap tentang status ini ada di artikel tentang jurnal Scopus discontinued.
Untuk jurnal nasional, buka profil jurnal di sinta.kemdiktisaintek.go.id dan lihat peringkat serta riwayat akreditasinya. Sejak Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026, akreditasi baru hanya diberikan untuk SINTA 1 sampai 4, sehingga klaim akreditasi baru di peringkat 5 atau 6 patut Anda cek ulang di portal. Gambaran lebih luas tentang jenis pengindeks dan cara membaca klaimnya ada di panduan indeksasi jurnal.
Cocokkan ISSN
ISSN terdiri dari 8 digit dan menjadi identitas terbitan berkala. Sebuah jurnal bisa memiliki p-ISSN untuk versi cetak dan e-ISSN untuk versi elektronik. Pastikan nomor yang tercantum di situs jurnal memang terdaftar atas nama jurnal yang sama di portal.issn.org atau, untuk jurnal Indonesia, di layanan ISSN BRIN (issn.brin.go.id). ISSN yang tidak terdaftar, atau terdaftar atas nama terbitan lain, adalah tanda bahaya yang jelas.
Catatan tentang Beall’s List
Beall’s List dulu populer sebagai daftar penerbit dan jurnal yang diduga predator. Pemiliknya sudah tidak memperbaruinya sejak 2017, tetapi salinan arsipnya masih beredar di berbagai situs. Gunakan dengan hati-hati. Kondisi jurnal yang tercantum di arsip itu mungkin sudah berubah, dan jurnal bermasalah yang muncul belakangan tentu tidak tercantum. Jadi tidak ada di Beall’s List bukan berarti aman. Pemeriksaan tetap harus kembali ke sumber resmi di atas.
Risiko bagi Penulis bila Terjebak
- Tidak diakui untuk angka kredit dan syarat khusus. Kategori internasional bereputasi mensyaratkan indeksasi Scopus atau WoS dengan ambang SJR atau Impact Factor tertentu, sedangkan kategori nasional terakreditasi mensyaratkan akreditasi SINTA. Jurnal predator umumnya tidak memenuhi keduanya. Untuk syarat khusus kenaikan jabatan, status jurnal saat dinilai juga tidak boleh dibatalkan atau dihentikan cakupannya.
- Naskah sulit ditarik. Setelah naskah terbit, jurnal predator sering kali tidak menanggapi permintaan penarikan. Naskah Anda tertahan di sana, dan mengirim ulang naskah yang sama ke jurnal lain berisiko dianggap publikasi ganda.
- Biaya hilang. Uang yang sudah ditransfer sulit diminta kembali, apalagi bila identitas pengelolanya tidak jelas.
- Rekam jejak tercoreng. Nama Anda tercatat di jurnal yang reputasinya buruk, dan catatan itu ikut terbawa setiap kali rekam jejak publikasi Anda diperiksa.
- Temuan kehilangan kebaruan. Data dan hasil penelitian yang sudah tayang tidak bisa lagi diajukan sebagai temuan baru di jurnal lain.
Bila Terlanjur Submit atau Membayar
Jangan panik, tetapi segera bertindak. Langkahnya bergantung pada sejauh mana proses sudah berjalan.
- Hentikan semua pembayaran lanjutan. Jangan menanggapi tagihan tambahan dengan alasan apa pun, termasuk biaya percepatan atau biaya revisi.
- Kirim permintaan penarikan secara tertulis. Bila artikel belum terbit, kirim email ke redaksi yang menyatakan bahwa Anda menarik naskah, lalu minta konfirmasi tertulis.
- Simpan semua bukti. Arsipkan email, bukti transfer, tangkapan layar situs, dan halaman dasbor bila ada. Bukti ini berguna bila kelak Anda perlu menjelaskan riwayat naskah.
- Jangan langsung mengirim ke jurnal lain. Tunggu konfirmasi penarikan. Bila redaksi tidak merespons, diskusikan dengan pembimbing atau LPPM kampus, dan sampaikan riwayat naskah secara terbuka kepada editor jurnal berikutnya.
- Bila artikel sudah terbit, ajukan permintaan penarikan artikel secara tertulis dan simpan responsnya. Jangan memakai artikel tersebut sebagai bahan usulan angka kredit sebelum berkonsultasi dengan bagian kepegawaian kampus.
- Beri tahu pihak terkait. Laporkan ke LPPM agar rekan sejawat tidak terjebak di jurnal yang sama. Bila yang Anda hadapi situs tiruan, kabari juga redaksi jurnal aslinya.
Daftar Periksa Sebelum Membayar APC
Gunakan daftar ini setiap kali Anda menerima tagihan biaya publikasi. Bila satu poin saja belum terpenuhi, tunda pembayaran sampai semuanya jelas.
- Naskah sudah melewati review dan berstatus diterima (Accepted) di dasbor penulis, atau Anda sudah menerima LOA dari redaksi. Ingat, LOA adalah tanda naskah diterima, bukan bukti terbit.
- Kebijakan biaya sudah tercantum terbuka di situs jurnal sejak sebelum Anda submit, bukan muncul tiba-tiba setelah naskah masuk.
- Tagihan berupa dokumen resmi atas nama pengelola jurnal atau penerbit, serta memuat nama jurnal, judul artikel, dan nama penulis.
- Rekening tujuan sesuai dengan identitas pengelola jurnal. Bila atas nama perorangan, minta penjelasan tertulis dari redaksi.
- Alamat situs yang menagih sama dengan alamat jurnal di sumber resmi, bukan domain yang sekadar mirip.
- ISSN di situs dan di tagihan cocok dengan data di portal ISSN.
- Status indeksasi atau akreditasi sudah Anda cek ulang di basis data resmi menjelang pembayaran.
- Tidak ada tekanan waktu yang janggal, misalnya ancaman naskah dibatalkan bila tidak dibayar hari itu juga.
- Semua korespondensi dan bukti pembayaran tersimpan rapi.
Bayar hanya setelah naskah dinyatakan diterima. Permintaan biaya sebelum review patut membuat Anda berhenti dan memeriksa ulang jurnal tersebut dari awal, sekalipun situsnya tampak meyakinkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa ciri-ciri jurnal predator yang paling mudah dikenali?
Yang paling mudah terlihat adalah undangan menulis lewat email massal, janji review dan terbit dalam waktu sangat singkat, permintaan bayar sebelum review, dewan editor yang tidak bisa ditelusuri, cakupan bidang yang terlalu luas, dan klaim indeksasi yang tidak muncul di basis data resmi. Satu tanda belum cukup untuk memvonis, tetapi beberapa tanda sekaligus patut membuat Anda berhenti.
Apakah semua jurnal yang memungut APC termasuk jurnal predator?
Tidak. Banyak jurnal akses terbuka yang sah memungut APC untuk membiayai operasionalnya. Pembedanya adalah kapan biaya diminta, seberapa terbuka kebijakannya, dan apakah review benar-benar dijalankan. Biaya publikasi yang wajar ditagihkan setelah naskah dinyatakan diterima.
Apa bedanya jurnal predator dengan jurnal bajakan?
Jurnal predator adalah jurnal yang memang dijalankan dengan praktik bermasalah. Jurnal bajakan atau hijacked journal adalah situs tiruan yang meniru nama, ISSN, dan tampilan jurnal sah yang sudah terindeks. Cara mengenalinya adalah dengan mencocokkan alamat situs dan ISSN ke sumber resmi.
Apakah Beall’s List masih bisa dijadikan acuan?
Hanya sebagai petunjuk awal. Pemiliknya tidak memperbarui daftar itu sejak 2017, sehingga isinya tidak mencerminkan kondisi terkini. Jurnal yang tidak tercantum belum tentu aman, jadi tetap verifikasi lewat Think. Check. Submit., DOAJ, keanggotaan COPE, daftar sumber Scopus, portal SINTA, dan portal ISSN.
Apa yang harus dilakukan bila sudah terlanjur membayar ke jurnal predator?
Hentikan pembayaran lanjutan, kirim permintaan penarikan naskah secara tertulis, dan simpan semua bukti korespondensi serta transfer. Jangan langsung mengirim naskah yang sama ke jurnal lain sebelum ada konfirmasi penarikan, dan diskusikan langkah berikutnya dengan pembimbing atau LPPM kampus.
Apakah artikel di jurnal predator bisa dipakai untuk angka kredit?
Sangat berisiko tidak diakui. Kategori nasional terakreditasi mensyaratkan akreditasi SINTA, sedangkan kategori internasional bereputasi mensyaratkan indeksasi Scopus atau WoS dengan ambang SJR atau Impact Factor tertentu. Jurnal predator umumnya tidak memenuhi kriteria tersebut, jadi konsultasikan ke bagian kepegawaian kampus sebelum mencantumkannya.
Kirimkan nama jurnal, tautan situs, dan tagihan yang Anda terima. Tim Pelopor Publikasi membantu memeriksanya dari sumber resmi sebelum Anda memutuskan.
Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.








