Apa Itu SINTA? Cara Kerja ARJUNA dan Arti Peringkat 1 sampai 6

Apa Itu SINTA? Cara Kerja ARJUNA dan Arti Peringkat 1 sampai 6

Comments
13 min read
Beranda » Apa Itu SINTA? Cara Kerja ARJUNA dan Arti Peringkat 1 sampai 6

Apa itu SINTA, dan mengapa begitu banyak pedoman tugas akhir maupun berkas kenaikan jabatan dosen menyebut namanya? Banyak penulis mengenal SINTA sebatas label “SINTA 2” atau “SINTA 4” di beranda sebuah jurnal, tanpa tahu dari mana label itu berasal, siapa yang menetapkannya, dan bagaimana membuktikannya ketika berkas Anda diperiksa.

Di bawah ini SINTA dibahas dari sisi konsep: apa isi portalnya, bagaimana kaitannya dengan sistem akreditasi ARJUNA, apa arti peringkat 1 sampai 6 setelah perubahan aturan tahun 2026, berapa nilai angka kredit tiap peringkat, dan bagaimana membaca profil jurnal dengan benar. Syarat naskah agar lolos di jurnal SINTA sengaja tidak dibahas di sini supaya Anda bisa fokus memahami sistemnya lebih dulu.

Jawaban Singkat

SINTA (Science and Technology Index) adalah portal milik Kemendiktisaintek di sinta.kemdiktisaintek.go.id yang memuat profil jurnal, penulis, dan institusi beserta data publikasi dan sitasinya. Peringkat SINTA 1 sampai 6 bukan dibuat oleh portal itu sendiri, melainkan hasil akreditasi yang diajukan pengelola jurnal lewat ARJUNA, lalu ditampilkan di SINTA. Sejak Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026, akreditasi baru hanya diberikan untuk peringkat 1 sampai 4.

Bingung membaca status jurnal incaran Anda di SINTA?

Kirimkan nama atau ISSN jurnal yang sedang Anda pertimbangkan. Tim Pelopor Publikasi membantu membaca peringkat, riwayat akreditasi, dan kecocokannya dengan kebutuhan Anda.

Tanyakan Status Jurnal

Apa Itu SINTA dan Siapa Pengelolanya

SINTA adalah singkatan dari Science and Technology Index. Portal ini dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan terbuka untuk publik di sinta.kemdiktisaintek.go.id. Fungsinya mirip etalase data riset nasional: siapa menulis apa, di jurnal mana, dari institusi mana, dan seberapa sering karyanya dikutip.

Karena nama kementeriannya kini Kemendiktisaintek, alamat portal pun mengikuti nama tersebut. Bila Anda menemukan rujukan lama yang mencantumkan alamat berbeda, biasakan membuka alamat yang berlaku sekarang agar data yang Anda baca adalah data terbaru.

Satu hal perlu diluruskan sejak awal. SINTA bukan jurnal dan bukan penerbit. Ungkapan “terbit di SINTA” sebenarnya kependekan dari “terbit di jurnal nasional terakreditasi yang peringkatnya tercatat di SINTA”. Bedanya terdengar sepele, tetapi menentukan cara Anda memverifikasi jurnal. Yang Anda cari di portal adalah jurnalnya, lalu Anda membaca peringkat yang melekat pada jurnal itu.

Apa Saja yang Bisa Anda Temukan di Portal SINTA

Isi SINTA jauh lebih luas daripada daftar jurnal. Secara garis besar, ada empat kelompok data yang paling sering dipakai dosen dan mahasiswa.

  • Profil jurnal. Memuat nama jurnal, p-ISSN dan e-ISSN, penerbit atau institusi pengelola, bidang ilmu, tautan ke situs resmi, peringkat akreditasi, serta riwayat akreditasinya.
  • Profil penulis. Dosen dan peneliti memiliki profil yang menampilkan afiliasi, daftar publikasi, dan ringkasan sitasi dari beberapa sumber data, misalnya Scopus dan Google Scholar.
  • Profil institusi. Perguruan tinggi dan lembaga riset ditampilkan bersama penulis yang berafiliasi dengannya dan rekap publikasinya.
  • Data publikasi dan sitasi. Angka sitasi dan H-index di SINTA dihimpun dari sumber yang berbeda-beda, sehingga nilainya bisa tidak sama dengan yang Anda lihat langsung di Scopus atau Google Scholar.

Poin terakhir sering membingungkan. H-index seorang dosen di Google Scholar, di Scopus, dan di SINTA memang wajar berbeda karena masing-masing menghitung dari kumpulan dokumen yang tidak sama. Jadi ketika diminta mencantumkan H-index dalam formulir, sebutkan sumbernya dengan jelas agar tidak menimbulkan pertanyaan dari pemeriksa berkas.

Hubungan ARJUNA dan SINTA dalam Akreditasi Jurnal

Di bagian inilah salah paham paling umum terjadi. Banyak orang mengira SINTA yang menilai dan memberi peringkat pada jurnal. Kenyataannya, penilaian berlangsung di sistem lain bernama ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) yang beralamat di arjuna.kemdiktisaintek.go.id.

Alurnya bisa digambarkan secara sederhana seperti berikut.

  1. Pengelola jurnal mengajukan akreditasi melalui ARJUNA. Yang mengajukan adalah redaksi atau pengelola jurnal, bukan penulis artikel.
  2. Asesor menilai jurnal tersebut. Penilaian menyangkut mutu pengelolaan jurnal secara menyeluruh, mulai dari tata kelola redaksi, proses penelaahan naskah, mutu artikel, sampai keteraturan terbit.
  3. Hasil penilaian ditetapkan sebagai peringkat akreditasi jurnal.
  4. Peringkat ditampilkan di SINTA pada profil jurnal, lengkap dengan riwayat akreditasinya.

Dengan kata lain, ARJUNA adalah ruang ujian, sedangkan SINTA adalah papan pengumuman sekaligus arsip hasilnya. Sebagai penulis, Anda hampir tidak pernah berurusan dengan ARJUNA. Yang perlu Anda kuasai adalah membaca hasilnya di SINTA.

Perlu juga dibedakan antara akreditasi dan indeksasi. Akreditasi adalah penilaian mutu oleh kementerian yang menghasilkan peringkat. Indeksasi adalah tercatatnya jurnal di basis data atau direktori seperti Google Scholar, DOAJ, atau Scopus. Sebuah jurnal bisa terindeks di banyak tempat tanpa terakreditasi, dan sebaliknya. Penjelasan lengkapnya ada di artikel tentang indeksasi jurnal dan ragam pengindeksnya.

Arti Peringkat SINTA 1 sampai 6

Peringkat SINTA disusun dari 1 sampai 6. SINTA 1 adalah peringkat tertinggi, sedangkan SINTA 6 adalah peringkat terendah di antara jurnal yang terakreditasi. Semakin kecil angkanya, semakin tinggi penilaian terhadap mutu pengelolaan jurnal tersebut.

Dalam praktik, perbedaan peringkat terasa pada tiga hal berikut.

  • Ketatnya seleksi naskah. Jurnal di peringkat atas umumnya lebih selektif, sehingga topik, metode, dan kerapian naskah perlu dipersiapkan lebih matang.
  • Nilai angka kredit. Artikel di jurnal berperingkat lebih tinggi dihargai dengan angka kredit (KUM) yang lebih besar dalam penilaian jabatan akademik dosen.
  • Pemenuhan syarat khusus. Beberapa jenjang jabatan menetapkan peringkat minimal. Artikel di peringkat yang lebih rendah tetap bernilai KUM, tetapi belum tentu memenuhi syarat khusus jenjang yang Anda tuju.

Yang perlu diingat, peringkat melekat pada jurnal, bukan pada artikel atau penulis. Artikel yang sangat baik bisa terbit di jurnal SINTA 5, dan artikel yang biasa saja bisa terbit di jurnal SINTA 2. Peringkat yang tercatat dalam berkas penilaian adalah peringkat jurnal tempat artikel itu terbit.

Perubahan Aturan Lewat Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026

Aturan terbaru membawa perubahan penting. Berdasarkan Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026, akreditasi jurnal baru hanya diberikan untuk peringkat SINTA 1 sampai 4. Peringkat SINTA 5 dan 6 tidak lagi menerima akreditasi baru.

Lalu bagaimana dengan jurnal yang sudah berstatus SINTA 5 atau 6? Jurnal tersebut tetap diakui sampai masa akreditasinya habis. Artinya, artikel yang terbit di jurnal SINTA 5 atau 6 selama masa akreditasinya masih berlaku tetap dihitung sebagai artikel di jurnal nasional terakreditasi.

Bagi penulis, konsekuensinya cukup jelas.

  • Sebelum mengirim naskah ke jurnal SINTA 5 atau 6, periksa kapan masa akreditasinya berakhir dan pastikan terbitan tempat artikel Anda dijadwalkan terbit masih berada dalam masa itu.
  • Setelah masa akreditasinya habis, jurnal tersebut perlu memenuhi standar peringkat 4 atau lebih tinggi bila ingin kembali terakreditasi. Jangan berasumsi peringkat lamanya otomatis berlanjut.
  • Untuk rencana jangka panjang, terutama yang terkait kenaikan jabatan, jurnal SINTA 1 sampai 4 lebih aman dipilih karena tidak terdampak berhentinya akreditasi baru untuk peringkat 5 dan 6.

Jangan menebak masa berlaku akreditasi. Masa berlaku akreditasi setiap jurnal bisa dicek di riwayat akreditasi pada profil jurnal di portal SINTA. Mengandalkan brosur atau pesan berantai tanpa mengecek portal bisa berujung pada artikel yang terbit di luar masa akreditasi.

Ingin memastikan jurnal pilihan Anda memenuhi syarat jenjang berikutnya?

Ceritakan jenjang yang Anda tuju dan bidang ilmu Anda. Kami bantu memetakan peringkat jurnal yang relevan sebelum naskah Anda kirim.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Nilai KUM Artikel per Peringkat SINTA

Bagi dosen, peringkat SINTA berhubungan langsung dengan angka kredit. Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026 (Tabel 2) menetapkan nilai angka kredit (KUM) artikel jurnal nasional sebagai berikut.

Kategori jurnal Akreditasi baru (Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026) Nilai KUM per artikel
Nasional terakreditasi SINTA 1 Masih diberikan 25
Nasional terakreditasi SINTA 2 Masih diberikan 25
Nasional terakreditasi SINTA 3 Masih diberikan 20
Nasional terakreditasi SINTA 4 Masih diberikan 20
Nasional terakreditasi SINTA 5 Tidak lagi diberikan; status yang ada diakui sampai masa akreditasi habis 15
Nasional terakreditasi SINTA 6 Tidak lagi diberikan; status yang ada diakui sampai masa akreditasi habis 15
Nasional tidak terakreditasi yang memiliki ISSN Tidak memiliki peringkat SINTA 10, paling tinggi 10% dari AK unsur penelitian untuk usulan ke Lektor Kepala dan Profesor

Sumber: Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026 (Tabel 2) untuk nilai KUM dan Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 untuk status akreditasi baru. Ketentuan rinci penilaian tetap mengikuti pedoman yang berlaku.

Sebagai pembanding, artikel di jurnal internasional bereputasi bernilai lebih tinggi, yaitu 40 untuk Q1, 38 untuk Q2, 35 untuk Q3, dan 33 untuk Q4, dengan syarat SJR jurnal di atas 0,1 atau Impact Factor di atas 0,05 saat artikel terbit. Kuartil dan basis data di baliknya dijelaskan dalam artikel apa itu Scopus dan cara kerjanya.

Peringkat Minimal untuk Syarat Khusus Kenaikan Jabatan

Selain menentukan nilai KUM, peringkat SINTA menentukan apakah sebuah artikel bisa dipakai untuk memenuhi syarat khusus. Ketentuannya sebagai berikut.

  • Menuju Lektor, dibutuhkan satu artikel di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4 sebagai penulis pertama, atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q4 dengan SJR di atas 0,1 sebagai penulis pertama.
  • Menuju Lektor Kepala, dibutuhkan artikel di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 2, atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2, dengan Anda sebagai penulis pertama sekaligus penulis korespondensi.
  • Menuju Profesor, syarat utamanya artikel di jurnal internasional bereputasi minimal Q2 dengan SJR di atas 0,25 sebagai penulis pertama sekaligus korespondensi, ditambah satu publikasi lain yang bisa berupa artikel di jurnal nasional peringkat 1 atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2.

Dari daftar ini terlihat bahwa artikel di jurnal SINTA 5 atau 6 tetap memberi KUM, tetapi tidak memenuhi syarat khusus Lektor yang meminta minimal peringkat 4. Detail seperti ini sebaiknya Anda ketahui sebelum memilih jurnal, bukan setelah berkas mulai disusun.

Cara Membaca Profil Jurnal di SINTA

Mengetahui peringkat dari brosur atau beranda jurnal belum cukup. Biasakan mengecek langsung di portal. Tampilan portal bisa berubah dari waktu ke waktu, tetapi informasi yang perlu Anda baca pada dasarnya sama.

  1. Cari jurnalnya di bagian jurnal. Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id, masuk ke bagian jurnal, lalu cari dengan nama atau ISSN. Pencarian dengan ISSN lebih akurat karena ada jurnal yang namanya mirip.
  2. Cocokkan identitasnya. Pastikan p-ISSN, e-ISSN, nama penerbit, dan alamat situs pada profil SINTA sama persis dengan situs jurnal yang Anda tuju. Alamat situs yang berbeda bisa menjadi tanda situs tiruan.
  3. Baca label peringkatnya. Profil jurnal menampilkan peringkat yang berlaku saat ini, yang bisa saja berbeda dengan peringkat beberapa tahun sebelumnya.
  4. Buka riwayat akreditasi. Di sinilah Anda melihat sejak kapan jurnal terakreditasi, peringkat yang pernah dimilikinya, dan sampai kapan akreditasinya berlaku. Bagian ini paling penting untuk memastikan terbitan tempat artikel Anda nanti terbit masih tercakup.
  5. Lihat bidang ilmu dan data sitasinya. Bidang ilmu membantu Anda menilai kecocokan topik, sedangkan data sitasi memberi gambaran seberapa aktif artikel di jurnal itu dikutip.

Bila profil jurnal tidak ditemukan di SINTA, anggap klaim peringkat yang tertulis di situs jurnal belum terbukti. Tanyakan langsung kepada pengelola jurnal, atau pilih jurnal lain yang statusnya jelas di portal.

Salah Kaprah yang Sering Muncul tentang SINTA

Beberapa anggapan berikut cukup sering terdengar di ruang dosen maupun grup mahasiswa, padahal keliru.

  • “SINTA memberi peringkat pada penulis.” Peringkat 1 sampai 6 hanya berlaku untuk jurnal. Profil penulis memang memuat data publikasi dan sitasi, tetapi itu bukan peringkat akreditasi.
  • “Peringkat jurnal tidak pernah berubah.” Peringkat bisa naik atau turun melalui akreditasi ulang, dan akreditasi bisa berakhir. Yang relevan adalah peringkat pada periode terbitnya artikel Anda.
  • “Logo SINTA di situs jurnal sudah cukup sebagai bukti.” Logo bisa dipasang siapa saja. Bukti yang sah adalah profil jurnal di portal SINTA dengan ISSN yang cocok.
  • “Naskah dikirim ke SINTA.” Anda tidak mengirim naskah ke SINTA, melainkan ke jurnal melalui sistem pengelolaan jurnalnya, yang umumnya berbasis OJS.
  • “Terindeks Google Scholar berarti terakreditasi.” Tercatat di Google Scholar adalah soal indeksasi, sedangkan peringkat SINTA adalah hasil akreditasi kementerian. Keduanya tidak bisa saling menggantikan.

Kapan Anda Perlu Membuka Portal SINTA

Setelah memahami apa itu SINTA, manfaatnya akan terasa bila portal ini menjadi bagian dari kebiasaan kerja Anda. Ada beberapa momen ketika membuka SINTA sebaiknya menjadi langkah wajib.

  • Sebelum mengirim naskah, untuk memastikan peringkat dan masa akreditasi jurnal tujuan.
  • Saat menyusun berkas kenaikan jabatan, untuk menyimpan bukti peringkat jurnal pada periode terbit artikel Anda.
  • Saat memeriksa profil penulis, untuk melihat apakah publikasi Anda sudah tercatat dan afiliasi Anda sudah benar.
  • Saat membimbing mahasiswa, untuk mengecek apakah jurnal pilihan mahasiswa sesuai dengan ketentuan publikasi di kampus Anda.

Setelah konsepnya jelas, langkah berikutnya adalah memilih jurnal dan menyiapkan naskah. Alur praktisnya, mulai dari menentukan target peringkat sampai mengirim naskah, bisa Anda pelajari di panduan publikasi jurnal SINTA.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah SINTA itu nama jurnal?

Bukan. SINTA (Science and Technology Index) adalah portal Kemendiktisaintek yang memuat profil jurnal, penulis, dan institusi. Istilah jurnal SINTA adalah sebutan populer untuk jurnal nasional terakreditasi yang peringkatnya tercatat di portal tersebut.

Apa bedanya ARJUNA dan SINTA?

ARJUNA adalah sistem tempat pengelola jurnal mengajukan akreditasi dan jurnal dinilai oleh asesor. SINTA adalah portal tempat hasil akreditasi berupa peringkat 1 sampai 6 ditampilkan bersama riwayat akreditasinya. Sebagai penulis, Anda cukup mengecek hasilnya di SINTA.

Apakah jurnal SINTA 5 dan SINTA 6 masih diakui?

Masih, selama masa akreditasinya berlaku. Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 menghentikan akreditasi baru untuk peringkat 5 dan 6, tetapi jurnal yang sudah berstatus SINTA 5 atau 6 tetap diakui sampai masa akreditasinya habis.

Berapa nilai KUM artikel di jurnal SINTA?

Menurut Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, artikel di jurnal SINTA 1 dan 2 bernilai 25, SINTA 3 dan 4 bernilai 20, serta SINTA 5 dan 6 bernilai 15. Artikel di jurnal nasional tidak terakreditasi yang memiliki ISSN bernilai 10.

Di mana melihat masa berlaku akreditasi sebuah jurnal?

Buka profil jurnal di sinta.kemdiktisaintek.go.id, lalu periksa bagian riwayat akreditasi. Di sana tercatat peringkat jurnal dari waktu ke waktu beserta periode berlakunya.

Apakah peringkat SINTA juga berlaku untuk penulis?

Tidak. Peringkat 1 sampai 6 hanya untuk jurnal. Penulis memiliki profil SINTA yang berisi daftar publikasi dan data sitasi, tetapi profil itu tidak memiliki peringkat akreditasi.

Siap memilih jurnal SINTA yang sesuai target Anda?

Pelopor Publikasi mendampingi dosen dan mahasiswa memilih jurnal, mengecek status akreditasinya, dan menyiapkan naskah sesuai ketentuan jurnal tujuan.

Konsultasi dengan Tim Pelopor

Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.

Share this article

About Author

Tim Pelopor Publikasi

Tim Editorial Pelopor Publikasi terdiri dari pendamping publikasi ilmiah yang membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti mempersiapkan naskah untuk jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi. Setiap artikel di blog ini disusun dari pengalaman pendampingan naskah lintas bidang dan penelusuran langsung ke sumber resmi seperti portal SINTA, Scopus, dan laman penerbit, lalu ditinjau sebelum terbit agar informasinya akurat. Untuk berdiskusi tentang kebutuhan publikasi Anda, gunakan tombol konsultasi yang tersedia di setiap artikel.

Most Relevent