Apa Itu DOI dan ISSN serta Cara Mengecek Keasliannya

Apa Itu DOI dan ISSN serta Cara Mengecek Keasliannya

Comments
11 min read
Beranda » Apa Itu DOI dan ISSN serta Cara Mengecek Keasliannya

Apa itu DOI dan ISSN, dan mengapa dua kode ini hampir selalu muncul di halaman pertama artikel jurnal? Singkatnya, ISSN adalah nomor identitas sebuah jurnal, sedangkan DOI adalah pengenal permanen sebuah artikel. Keduanya sering dicantumkan berdampingan sehingga mudah tertukar, padahal fungsi, lembaga pengelola, dan cara mengeceknya berbeda.

Memahami keduanya membantu Anda menilai apakah sebuah jurnal benar-benar seperti yang diklaim dan apakah artikel yang Anda rujuk atau terbitkan dapat ditelusuri. Berikut pengertian, format, lembaga yang menerbitkan, cara verifikasi, serta tanda bahaya yang perlu Anda waspadai.

Jawaban Singkat

DOI (Digital Object Identifier) adalah pengenal persisten untuk objek digital seperti artikel, berformat 10.prefiks/sufiks, dan didaftarkan lewat agen registrasi seperti Crossref. ISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor delapan digit untuk terbitan berkala, yang di Indonesia diterbitkan oleh BRIN. Cek DOI lewat doi.org atau pencarian Crossref, dan cek ISSN lewat issn.brin.go.id atau ISSN Portal.

Ragu dengan identitas jurnal tujuan Anda?

Kirimkan nama jurnal beserta ISSN yang tercantum di situsnya. Kami bantu mengecek kecocokan identitas dan status jurnal sebelum Anda submit.

Cek Jurnal Sekarang

Apa Itu DOI dan Seperti Apa Formatnya

DOI adalah singkatan dari Digital Object Identifier, yaitu pengenal persisten untuk objek digital. Di jurnal ilmiah, objek yang paling sering diberi DOI adalah artikel, meskipun sistem ini juga dipakai untuk buku, bab buku, data penelitian, dan dokumen lain. Sistem DOI dikelola oleh DOI Foundation, sedangkan pendaftarannya dilakukan melalui agen registrasi. Untuk jurnal ilmiah, agen yang paling dikenal adalah Crossref.

Persisten berarti DOI tetap sama walaupun alamat situs jurnal berubah. Ketika jurnal pindah server atau berganti domain, pengelola cukup memperbarui tautan yang tercatat di agen registrasi, dan DOI lama tetap mengarah ke artikel yang benar. Inilah keunggulan DOI dibanding tautan biasa yang bisa mati sewaktu-waktu.

Membaca Struktur DOI

Setiap DOI berformat 10.prefiks/sufiks. Bagian sebelum garis miring disebut prefiks, selalu diawali angka 10 dan diikuti kode milik pendaftar, biasanya penerbit atau pengelola jurnal. Bagian setelah garis miring disebut sufiks, yang ditentukan penerbit untuk membedakan setiap artikel. Karena itu, artikel dari jurnal yang sama umumnya memiliki prefiks yang sama dengan sufiks yang berbeda.

Banyak gaya sitasi menganjurkan DOI ditulis di daftar pustaka dalam bentuk tautan, yaitu https://doi.org/ diikuti kode DOI. Bentuk ini memudahkan pembaca karena bisa langsung diklik dan selalu diarahkan ke alamat artikel yang berlaku.

Apa Itu ISSN dan Siapa yang Menerbitkannya

ISSN adalah singkatan dari International Standard Serial Number, nomor standar internasional untuk terbitan berkala seperti jurnal, majalah, dan buletin. ISSN terdiri atas delapan digit yang biasanya ditulis dalam dua kelompok empat digit. Berbeda dengan DOI yang melekat pada setiap artikel, ISSN melekat pada judul terbitannya, sehingga semua artikel dalam satu jurnal berada di bawah ISSN yang sama.

Di Indonesia, ISSN diterbitkan oleh BRIN melalui layanan ISSN di issn.brin.go.id. Pengelola jurnal yang mengurus permohonannya, sedangkan tugas Anda sebagai penulis adalah memastikan ISSN yang tercantum memang tercatat atas nama jurnal yang bersangkutan.

Beda p-ISSN dan e-ISSN

Jurnal yang terbit dalam dua versi memiliki dua ISSN. p-ISSN (print ISSN) dipakai untuk versi cetak, sedangkan e-ISSN (electronic ISSN) untuk versi elektronik atau daring. Jurnal yang hanya terbit daring cukup memiliki e-ISSN. Saat mengecek, pastikan kedua nomor itu tercatat atas nama jurnal yang sama dan sesuai dengan versinya.

Satu hal yang sering disalahpahami, memiliki ISSN tidak sama dengan terakreditasi atau terindeks. ISSN hanya menunjukkan bahwa terbitan tersebut tercatat sebagai terbitan berkala. Status akreditasi nasional dicek di portal SINTA (sinta.kemdiktisaintek.go.id), sedangkan status di basis data seperti Scopus dibahas dalam panduan indeksasi jurnal.

Perbedaan DOI dan ISSN dalam Satu Tabel

Agar tidak tertukar lagi, berikut perbandingan keduanya dari sisi yang paling sering ditanyakan penulis.

Aspek DOI ISSN
Yang diidentifikasi Objek digital, umumnya satu artikel Satu judul terbitan berkala, misalnya satu jurnal
Format 10.prefiks/sufiks Delapan digit, biasanya ditulis dalam dua kelompok empat digit
Pengelola DOI Foundation, pendaftaran lewat agen registrasi seperti Crossref Untuk terbitan Indonesia diterbitkan BRIN
Siapa yang mengurus Penerbit atau pengelola jurnal mendaftarkan setiap artikel Pengelola jurnal mengajukan permohonan untuk jurnalnya
Cara cek doi.org atau pencarian Crossref issn.brin.go.id atau ISSN Portal (portal.issn.org)
Letak umum Halaman pertama artikel dan halaman artikel di situs jurnal Beranda jurnal, sampul, serta kepala atau kaki halaman artikel
Menunjukkan mutu jurnal? Tidak, hanya pengenal Tidak, hanya pengenal

Keduanya adalah pengenal identitas, bukan tanda akreditasi atau indeksasi.

Butuh bantuan memeriksa jurnal sebelum submit?

Ceritakan jurnal yang Anda incar dan kebutuhan publikasi Anda. Tim kami membantu mengecek identitas, status, dan kesesuaian jurnal dengan bidang naskah.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Cara Mengecek Keaslian DOI

Pemeriksaan DOI tidak rumit. Lakukan langkah berikut setiap kali Anda menerima tautan artikel atau ingin memastikan artikel Anda sendiri sudah terdaftar dengan benar.

  1. Salin kode DOI secara utuh. Ambil dari halaman pertama artikel atau halaman artikel di situs jurnal, mulai dari angka 10 sampai karakter terakhir sufiks.
  2. Buka melalui doi.org. Tempelkan kode DOI di kolom pencarian doi.org, atau ketik https://doi.org/ diikuti kode DOI di peramban. DOI yang terdaftar akan mengarahkan Anda ke halaman artikel.
  3. Cocokkan halaman tujuan. Pastikan judul, nama penulis, nama jurnal, volume, dan nomor di halaman tujuan sama dengan artikel yang Anda pegang.
  4. Periksa metadata di pencarian Crossref. Cari judul artikel atau kode DOI melalui layanan pencarian Crossref (search.crossref.org). Hasilnya menampilkan metadata yang didaftarkan penerbit, seperti judul, nama jurnal, dan tahun terbit.
  5. Bandingkan prefiks dengan artikel lain dari jurnal yang sama. Prefiks yang sangat berbeda dari artikel lain di jurnal itu layak ditanyakan, meskipun hal ini bisa terjadi bila jurnal berganti penerbit.

Bila DOI didaftarkan lewat agen registrasi selain Crossref, metadatanya mungkin tidak muncul di pencarian Crossref. DOI tersebut tetap bisa dibuka melalui doi.org, sehingga langkah kedua dan ketiga tetap menjadi pemeriksaan utama.

Perlu diingat juga, DOI yang gagal dibuka tidak selalu berarti palsu. Penyebabnya sering sepele, misalnya spasi yang ikut tersalin dari PDF, titik di akhir kalimat yang terbawa, atau kode yang terpotong karena pindah baris. Rapikan kodenya lebih dulu sebelum menarik kesimpulan.

Cara Mengecek Keaslian ISSN

Untuk ISSN, kuncinya adalah mencocokkan nomor dengan nama jurnal di sumber resmi, bukan sekadar memastikan nomornya ada.

  1. Catat ISSN dari beberapa tempat. Ambil nomor yang tercantum di beranda jurnal, di berkas PDF artikel, dan di sampul terbitan bila ada. Semuanya harus sama.
  2. Cari di layanan ISSN BRIN untuk jurnal Indonesia. Gunakan fitur pencarian di issn.brin.go.id dengan nomor ISSN atau nama terbitan, lalu cocokkan nama jurnal dan lembaga penerbit yang tercatat.
  3. Verifikasi di ISSN Portal (portal.issn.org). Langkah ini terutama berguna untuk jurnal luar negeri. Pastikan judul yang tercatat sama dengan nama jurnal yang Anda periksa.
  4. Cocokkan versinya. Bila informasinya tersedia, pastikan nomor yang diklaim sebagai p-ISSN memang tercatat untuk versi cetak dan e-ISSN untuk versi elektronik.
  5. Gunakan ISSN saat mencari di basis data lain. Saat mengecek jurnal di SINTA, Scopus, atau scimagojr.com, cari dengan ISSN, bukan hanya nama. Nama jurnal bisa mirip, tetapi ISSN seharusnya unik untuk setiap terbitan.

Tanda DOI atau ISSN Bermasalah

Hasil pemeriksaan tidak selalu bersih. Tabel berikut membantu Anda membaca temuan yang janggal dan menentukan langkah berikutnya.

Temuan Kemungkinan masalah Langkah yang disarankan
doi.org menyatakan DOI tidak ditemukan DOI belum didaftarkan atau kodenya dikarang Tanyakan ke redaksi dan jangan pakai DOI itu sebagai bukti terbit sebelum aktif
DOI mengarah ke artikel atau jurnal lain Kode salah tulis, atau DOI dipinjam dari artikel lain Cocokkan ulang kodenya; bila tetap tidak sesuai, anggap DOI tidak sah
DOI hanya mengarah ke beranda jurnal Metadata tidak dikelola dengan rapi Minta redaksi memperbarui tautan DOI artikel tersebut
ISSN tidak ditemukan di layanan ISSN BRIN maupun ISSN Portal Nomor salah tulis, belum tercatat, atau tidak sah Tunda submit sampai ada penjelasan tertulis dari pengelola
ISSN tercatat atas nama jurnal lain Situs tiruan atau jurnal yang memakai identitas jurnal lain Telusuri situs resmi jurnal pemilik ISSN dan bandingkan
ISSN di PDF berbeda dengan di beranda Kesalahan administrasi atau situs tidak resmi Minta klarifikasi ke redaksi sebelum melanjutkan

Satu temuan belum tentu berarti penipuan, tetapi dua temuan atau lebih adalah alasan kuat untuk menunda submit.

ISSN milik jurnal lain adalah ciri khas situs tiruan. Jurnal yang dibajak (hijacked journal) biasanya meniru nama dan ISSN jurnal asli. Selain DOI dan ISSN, waspadai juga undangan menulis massal, janji proses yang sangat singkat, dan permintaan bayar sebelum review.

Mengapa DOI dan ISSN Penting untuk Angka Kredit dan Profil SINTA

Bagi dosen, ISSN bukan sekadar formalitas. Dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, memiliki ISSN termasuk kriteria jurnal internasional bereputasi. Artikel di jurnal nasional yang tidak terakreditasi tetapi memiliki ISSN masih dinilai dengan angka kredit 10, dengan batas paling tinggi 10% dari angka kredit unsur penelitian untuk usulan ke Lektor Kepala dan Profesor. Karena itu, ISSN yang tidak sah bisa membuat artikel Anda sulit diakui.

DOI berperan di sisi penelusuran. Tautan DOI memudahkan penilai, rekan sejawat, maupun basis data menemukan artikel Anda secara tepat, termasuk menghubungkan sitasi yang masuk ke artikel tersebut. Untuk dokumen penting, tautan yang tidak akan mati jelas lebih aman daripada alamat halaman biasa.

Profil SINTA dosen menghimpun publikasi dan sitasi dari beberapa sumber data. Identitas jurnal yang jelas dan DOI yang aktif memudahkan Anda memeriksa serta merapikan daftar publikasi di profil tersebut. Bila Anda belum terbiasa membaca profil ini, mulai dari penjelasan apa itu SINTA dan bagaimana profil dosen di dalamnya bekerja.

Setelah artikel Anda terbit, lakukan pengecekan sederhana: buka DOI melalui doi.org, pastikan ISSN di PDF sama dengan di beranda jurnal, lalu simpan berkas PDF dan tangkapan layar halaman artikel sebagai arsip untuk pengajuan angka kredit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan utama DOI dan ISSN?

DOI adalah pengenal persisten untuk objek digital, umumnya satu artikel, sedangkan ISSN adalah nomor delapan digit untuk satu judul terbitan berkala seperti jurnal. Satu jurnal memiliki ISSN, dan setiap artikel di dalamnya bisa memiliki DOI sendiri.

Siapa yang menerbitkan ISSN di Indonesia?

ISSN untuk terbitan Indonesia diterbitkan oleh BRIN melalui layanan ISSN di issn.brin.go.id. Nomor ISSN juga dapat diverifikasi melalui ISSN Portal di portal.issn.org.

Apakah jurnal yang punya DOI dan ISSN berarti terindeks Scopus atau terakreditasi SINTA?

Tidak. DOI dan ISSN hanya pengenal identitas. Status akreditasi nasional dicek di portal SINTA, sedangkan status indeksasi dicek langsung di basis data yang bersangkutan.

Bagaimana cara cepat mengecek DOI asli atau tidak?

Tempelkan kode DOI di doi.org atau buka https://doi.org/ diikuti kode DOI. DOI yang sah mengarah ke halaman artikel yang judul dan penulisnya sesuai. Anda juga bisa mencari metadata artikel melalui pencarian Crossref.

Apa beda p-ISSN dan e-ISSN?

p-ISSN dipakai untuk versi cetak jurnal, sedangkan e-ISSN untuk versi elektronik atau daring. Jurnal yang terbit dalam dua versi memiliki keduanya, sementara jurnal yang hanya terbit daring cukup memiliki e-ISSN.

Apa yang sebaiknya dilakukan bila DOI artikel tidak bisa dibuka?

Periksa dulu penulisan kodenya, termasuk spasi atau tanda baca yang ikut tersalin. Bila kode sudah benar tetapi doi.org tetap menyatakan DOI tidak ditemukan, hubungi redaksi jurnal dan minta mereka memastikan DOI artikel Anda sudah didaftarkan.

Pastikan jurnal tujuan Anda punya identitas yang jelas

Konsultasikan rencana publikasi Anda bersama tim Pelopor Publikasi, mulai dari memeriksa identitas jurnal sampai menyiapkan naskah sesuai pedoman penulisannya.

Mulai Konsultasi

Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.

Share this article

About Author

Tim Pelopor Publikasi

Tim Editorial Pelopor Publikasi terdiri dari pendamping publikasi ilmiah yang membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti mempersiapkan naskah untuk jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi. Setiap artikel di blog ini disusun dari pengalaman pendampingan naskah lintas bidang dan penelusuran langsung ke sumber resmi seperti portal SINTA, Scopus, dan laman penerbit, lalu ditinjau sebelum terbit agar informasinya akurat. Untuk berdiskusi tentang kebutuhan publikasi Anda, gunakan tombol konsultasi yang tersedia di setiap artikel.

Most Relevent