Biaya publikasi jurnal Scopus jauh lebih tinggi dan lebih standar dibanding jurnal SINTA — kebanyakan penerbit internasional besar mempublikasikan tarif APC mereka secara terbuka. Di halaman ini kami rangkum tabel APC per penerbit berdasarkan data resmi dan riset independen terbaru (dataset OPUS Project & publikasi masing-masing penerbit), per 4 September 2026.
Jawaban Singkat
Rata-rata APC jurnal Open Access (Gold) di penerbit besar berkisar USD 2.091, sementara jurnal hybrid rata-rata USD 3.278 (data 2026). Elsevier, Springer Nature, dan Wiley berkisar USD 2.900-3.400 untuk opsi hybrid. MDPI memakai tarif per jurnal dalam CHF, umumnya CHF 1.000-2.900. Nature termasuk termahal, sekitar USD 12.850.
Butuh bantuan memilih jurnal Scopus sesuai budget Anda?
Tabel APC per Penerbit Besar (2026)
Angka di bawah adalah rata-rata dari studi dataset terbuka OPUS Project (Schneider et al.) yang menganalisis puluhan ribu data harga dari 14 penerbit besar, dikombinasikan dengan halaman resmi tiap penerbit. Harga aktual per jurnal bisa berbeda jauh dari rata-rata ini — selalu cek halaman jurnal spesifik sebelum submit.
| Penerbit | Rata-rata APC Gold OA | Rata-rata APC Hybrid |
|---|---|---|
| Elsevier | USD 150 – 10.100 (rentang luas, tergantung jurnal) | ~USD 2.959 – 3.121 |
| Springer Nature | Bervariasi per jurnal | ~USD 3.195 – 3.324 |
| Wiley | Bervariasi per jurnal | ~USD 3.294 – 3.409 |
| MDPI | CHF 1.000 – 2.900 per jurnal (contoh: Processes = CHF 2.400) | Tidak ada opsi hybrid (semua jurnal full OA) |
| PLOS ONE | ~USD 2.477 | Tidak ada opsi hybrid |
| IEEE | ~USD 2.160 (flat, sebagian besar jurnal) | Bervariasi |
| Nature (jurnal flagship) | ~USD 12.850 (£9.390 / €10.850) | – |
Menariknya, secara volume revenue global, MDPI justru menempati posisi teratas (USD 681,6 juta di 2023) melampaui Elsevier (USD 582,8 juta) dan Springer Nature (USD 546,6 juta) — bukan karena tarif per artikelnya termahal, tapi karena volume publikasinya yang sangat besar di ratusan jurnal dengan tarif menengah.
Total pengeluaran APC global juga melonjak drastis: dari USD 910 juta (2019) menjadi USD 2,54 miliar (2023) — kenaikan 179% hanya dalam 4 tahun. Tren ini mencerminkan pergeseran besar-besaran industri penerbitan ke model open access, yang membebankan biaya dari pembaca (lewat langganan) ke penulis (lewat APC). Bagi peneliti Indonesia, tren ini penting dipahami karena artinya biaya publikasi ke depan cenderung terus naik, bukan turun — jadi menyusun anggaran lebih awal dan mempertimbangkan opsi waiver menjadi makin relevan.
Kenapa Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Sering Lebih Terjangkau
Seperti sudah kami bahas di daftar jurnal Scopus Indonesia per kuartil, beberapa jurnal Indonesia yang terindeks Scopus dikelola oleh perguruan tinggi dan tidak mengikuti struktur harga penerbit komersial besar seperti di atas. Beberapa bahkan tidak memungut APC sama sekali karena disubsidi anggaran institusi, meski tetap melalui proses review Scopus yang sama ketatnya.
Sudah sampai tahap mana naskah Anda?
Kalau budget Anda terbatas tapi tetap mengincar Scopus, tim kami bisa bantu cari opsi jurnal yang APC-nya sesuai kemampuan.
Cara Menghindari Kejutan Biaya
- Cek halaman APC resmi jurnal sebelum submit, bukan setelah naskah diterima — beberapa penerbit memperbarui tarif tiap tahun (seperti MDPI yang mengumumkan perubahan tarif per Juli 2026).
- Tanyakan opsi waiver atau diskon institusional — banyak penerbit besar punya program kerja sama dengan universitas tertentu yang memberi potongan otomatis.
- Pertimbangkan opsi subscription-based (bukan open access) kalau anggaran sangat terbatas — beberapa jurnal Scopus bereputasi masih memakai model ini tanpa biaya ke penulis, meski artikelnya tidak open access gratis untuk pembaca.
- Cek juga skema hibah dan waiver yang tersedia — kami bahas detail lengkapnya di APC waiver & hibah publikasi.
Masih bingung berapa anggaran yang perlu disiapkan untuk jurnal Scopus?
Konsultasikan naskah Anda dengan tim kami — gratis, tanpa komitmen.
Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.
Pertanyaan Seputar Biaya Publikasi Jurnal Scopus
Kenapa Nature APC-nya jauh lebih mahal dari penerbit lain?
Nature adalah jurnal flagship dengan reputasi dan tingkat penolakan sangat tinggi (mayoritas naskah ditolak). Biaya tinggi mencerminkan proses editorial dan review yang sangat ketat serta visibilitas globalnya.
Apakah jurnal dengan APC lebih tinggi pasti lebih bergengsi?
Tidak selalu berkorelasi langsung. Kuartil (Q1-Q4) dan reputasi bidang lebih menentukan bergengsi tidaknya jurnal dibanding besaran APC semata. Ada jurnal Q1 dengan APC menengah, dan ada jurnal APC tinggi yang kuartilnya biasa saja.
Apa beda model Gold OA dan Hybrid?
Gold OA berarti seluruh jurnal open access, penulis membayar APC sepenuhnya. Hybrid berarti jurnal tetap berbasis subscription, tapi penulis bisa membayar APC untuk membuat artikelnya open access secara individual — biasanya lebih mahal dari Gold OA murni.
Bagaimana cara tahu APC pasti sebuah jurnal Scopus?
Buka halaman resmi jurnal, cari bagian “Article Processing Charges” atau “APC” — biasanya ada di halaman “For Authors” atau “Open Access” penerbit. Jangan mengandalkan angka dari artikel pihak ketiga karena tarif bisa berubah tiap tahun.
Apakah semua jurnal Scopus memungut APC?
Tidak. Beberapa jurnal Scopus bereputasi masih memakai model subscription murni tanpa biaya ke penulis, termasuk sejumlah jurnal Indonesia yang disubsidi institusi pengelolanya.





