Daftar Jurnal Scopus Indonesia per Kuartil – Update

Daftar Jurnal Scopus Indonesia per Kuartil – Update

Comments
7 min read
Beranda » Daftar Jurnal Scopus Indonesia per Kuartil – UpdateBeranda » Daftar Jurnal Scopus Indonesia per Kuartil – Update

Daftar jurnal Scopus Indonesia yang beredar di internet kebanyakan disalin dari sumber yang sama tanpa verifikasi ulang — padahal status indeksasi Scopus bisa berubah kapan saja (jurnal bisa discontinued tanpa pemberitahuan luas). Setiap jurnal di halaman ini sudah kami cek silang antara profil SINTA resmi dan status terkini di Scopus, per 27 Agustus – 4 September 2026.

Jawaban Singkat

Jurnal Indonesia terindeks Scopus tersebar di kuartil Q1 sampai Q4, dengan mayoritas berada di Q2-Q4. Banyak di antaranya juga sekaligus terakreditasi SINTA 1 — kombinasi ini memberi nilai KUM tertinggi karena diakui baik secara nasional maupun internasional. Sebelum submit, selalu verifikasi status “Active” (bukan “Discontinued”) langsung di scopus.com/sources.

Butuh bantuan menentukan jurnal Scopus Indonesia yang cocok dengan naskah Anda?

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Kenapa Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Istimewa

Scopus adalah basis data pengindeksan jurnal internasional milik Elsevier — beda sistem dari SINTA yang dikelola Kemendiktisaintek untuk jurnal nasional. Jurnal Indonesia yang berhasil masuk Scopus berarti sudah lolos evaluasi editorial internasional, bukan cuma standar nasional. Yang menarik, dari 10 jurnal yang kami verifikasi untuk daftar ini, semuanya juga berstatus SINTA 1 — kombinasi status ganda yang jadi incaran banyak dosen karena mengangkat kredibilitas naskah di dua sistem sekaligus.

Ini bukan kebetulan. Jurnal yang sudah mencapai standar editorial tinggi untuk lolos SINTA 1 — proses review ketat, konsistensi terbit, keterlibatan reviewer bereputasi — cenderung juga memenuhi kriteria evaluasi Scopus yang serupa. Tapi urutannya penting: status SINTA 1 tidak menjamin otomatis lolos Scopus, karena tim evaluasi Scopus punya kriteria independen sendiri, termasuk analisis sitasi internasional dan keberagaman geografis penulis. Sebaliknya, jurnal yang sudah Scopus juga tidak otomatis dapat SINTA 1 — tetap harus melalui proses akreditasi ARJUNA yang terpisah.

Bagi penulis yang baru pertama kali menargetkan Scopus, memilih jurnal dengan status ganda seperti ini punya keuntungan praktis: kalau submisi ke Scopus butuh waktu lama atau ditolak karena kompetisi tinggi, naskah yang sama (setelah revisi sesuai scope) masih relevan untuk dicoba ke jurnal SINTA 1 lain yang scope-nya berdekatan — mengurangi risiko waktu terbuang percuma dibanding menargetkan jurnal yang cuma terindeks satu sistem saja.

Peringkat kuartil (Q1-Q4) di Scopus ditentukan lewat SJR (SCImago Journal Rank) yang dihitung dari Scimago Journal & Country Rank, bukan Scopus itu sendiri. Q1 adalah 25% jurnal teratas di bidangnya, Q4 adalah 25% terbawah — tapi tetap dalam kategori terindeks resmi, bukan predator.

Satu hal yang perlu dipahami: kuartil dihitung per bidang subjek, bukan lintas semua bidang sekaligus. Artinya jurnal Q1 di bidang Teknik tidak otomatis lebih bergengsi dari jurnal Q2 di bidang Kedokteran — keduanya sama-sama termasuk kelompok teratas di bidang masing-masing. Bandingkan kuartil hanya di dalam bidang yang sama supaya tidak salah menilai.

Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus (SINTA 1 Ganda)

Tabel di bawah menampilkan jurnal yang sudah kami verifikasi status ganda SINTA 1 + Scopus-nya langsung dari kedua sumber resmi. Kuartil kami cantumkan untuk yang sudah terverifikasi lewat Scimago; sisanya kami tandai jujur “cek langsung” daripada menebak.

Nama Jurnal Bidang Penerbit P-ISSN / E-ISSN
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia (JPII) Pendidikan Sains Universitas Negeri Semarang 23391286 / 20894392
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Teknik Elektro & Komputer Institute of Advanced Engineering and Science 20888708 / 27222578
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Ilmu Terapan LPPM Universitas Jambi 25802240 / 25802259
Aptisi Transactions on Technopreneurship Technopreneurship Pandawan Sejahtera Indonesia 26568888 / 26558807
Journal of Islamic Law (JIL) Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri Pontianak 27215032 / 27215040
Jurnal Ilmiah Peuradeun Humaniora SCAD Independent 23388617 / 24432067
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Hukum Keluarga Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh 25473132 / 25493167

Untuk bidang Pendidikan Islam yang tidak masuk tabel di atas, cek juga daftar jurnal SINTA 1 kami — beberapa jurnal Islam SINTA 1 juga berstatus Scopus meski belum kami verifikasi kuartilnya secara spesifik.

Contoh Jurnal dengan Kuartil Terverifikasi

Nama Jurnal Bidang Kuartil (Scimago) P-ISSN / E-ISSN
International Journal of Technology (IJTech) Teknik Q1 2087-2100
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Ekonomi & Bisnis Q3 20858272 / 23385847

IJTech (Fakultas Teknik Universitas Indonesia) sempat turun peringkat lalu kembali ke Q1 pada evaluasi April 2024 — contoh nyata kenapa status kuartil wajib dicek ulang tiap kali, bukan diasumsikan tetap. JIEB (FEB UGM) selain Scopus Q3 juga terindeks DOAJ dan baru saja diakui ABDC (Australian Business Deans Council) per Maret 2026.

Sudah sampai tahap mana naskah Anda?

Kalau naskah Anda bahasa Inggris dan siap bersaing di level Scopus, tim kami bisa bantu cek kecocokan scope sebelum submit.

Cek Kecocokan Naskah via WhatsApp

Cara Memastikan Status Scopus Masih Aktif

Elsevier bisa men-discontinue jurnal kapan saja tanpa pemberitahuan luas ke publik — biasanya karena masalah integritas editorial, self-citation berlebihan, atau penurunan kualitas konsisten. Berikut cara mengecek sebelum Anda submit atau bayar apa pun:

  • Buka scopus.com/sources, cari nama jurnal atau ISSN, pastikan status “Active” bukan “Discontinued”.
  • Cek juga di scimagojr.com untuk melihat riwayat kuartil dan tren metrik — penurunan drastis bisa jadi sinyal awal sebelum discontinued.
  • Cocokkan ISSN antara profil Scopus dan website resmi jurnal — jurnal predator sering mengklaim ISSN jurnal lain yang sah.
  • Perhatikan bahasa pemasaran di website jurnal — klaim yang menjanjikan hasil terbit sepihak untuk jurnal Scopus adalah red flag besar, karena proses review Scopus yang sah tidak bisa dipercepat sepihak oleh penerbit.

Kalau ragu, cara paling aman adalah menghubungi editor jurnal langsung lewat email resmi yang tercantum di halaman OJS, bukan lewat kontak WhatsApp yang tercantum di iklan atau grup media sosial. Editor jurnal Scopus yang sah biasanya responsif lewat kanal resmi, meski butuh waktu beberapa hari untuk membalas.

Masih bingung jurnal Scopus Indonesia mana yang cocok dengan naskah Anda?

Konsultasikan naskah Anda dengan tim kami — gratis, tanpa komitmen.

Konsultasi Gratis Sekarang

Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.

Pertanyaan Seputar Jurnal Scopus Indonesia

Apakah semua jurnal Indonesia terindeks Scopus otomatis SINTA 1?

Tidak otomatis, tapi korelasinya kuat — dari 10 jurnal yang kami verifikasi untuk daftar ini, semuanya kebetulan berstatus ganda SINTA 1 + Scopus. Tetap verifikasi kedua status secara terpisah karena penilaiannya independen.

Berapa nilai KUM jurnal internasional bereputasi seperti Scopus?

Bervariasi tergantung kuartil, umumnya lebih tinggi dari jurnal nasional SINTA. Cek pedoman KUM resmi terbaru untuk angka pasti per kuartil, karena aturan ini bisa diperbarui.

Kenapa status Scopus jurnal bisa dicabut?

Elsevier melakukan audit berkala terhadap jurnal terindeks. Alasan umum pencabutan meliputi masalah integritas editorial, pola self-citation berlebihan, atau penurunan kualitas konten yang konsisten dari waktu ke waktu.

Apa beda Q1 dan Q4 dari sisi peluang diterima?

Q1 jauh lebih kompetitif karena reputasinya tinggi dan banyak peminat, sementara Q4 relatif lebih terbuka meski tetap melalui proses peer review yang sah. Untuk publikasi pertama di Scopus, banyak yang menyarankan mulai dari Q3-Q4 dulu.

Bagaimana cara tahu kuartil jurnal tanpa akun berbayar?

Scimago Journal & Country Rank (scimagojr.com) gratis diakses tanpa login — cari nama jurnal atau ISSN-nya, kuartil per bidang subjek akan tampil di halaman profil jurnal tersebut. Situs ini juga menampilkan grafik tren metrik dari tahun ke tahun, berguna untuk melihat apakah reputasi jurnal sedang naik atau justru menurun. Jurnal Indonesia terindeks Scopus juga sering lebih relevan untuk topik dengan konteks spesifik Indonesia — reviewer-nya biasanya lebih familiar dengan konteks lokal penelitian Anda dibanding jurnal dari negara lain.

Share this article

About Author

admin

Most Relevent