Jurnal Scopus Q1 Q2 Q3 Q4 adalah pembagian jurnal dalam satu bidang ilmu menjadi empat kelompok berdasarkan peringkat metrik sitasinya. Memahami pembagian ini penting bukan sekadar untuk mengetahui mana yang lebih bergengsi, melainkan karena aturan kenaikan jabatan akademik di Indonesia menetapkan ambang kuartil yang berbeda untuk setiap jenjang.
Q1 berisi 25 persen jurnal teratas dalam suatu bidang, Q2 kelompok berikutnya, dan seterusnya sampai Q4. Metrik yang lazim dipakai adalah SJR atau SCImago Journal Rank. Kuartil bersifat per bidang ilmu dan ditinjau setiap tahun, sehingga satu jurnal bisa berbeda kuartil di dua kategori dan bisa berubah dari tahun ke tahun.
Kuartil saja tidak menentukan. Aturan juga menetapkan ambang SJR yang berbeda tiap jenjang, dan jurnal Q2 dengan SJR rendah bisa tidak memenuhi syarat khusus Anda. Sebutkan jenjang yang dituju, kami bantu periksa.
Cara Kerja Pembagian Kuartil
Seluruh jurnal dalam satu kategori bidang diurutkan berdasarkan nilai metrik sitasinya, lalu dibagi empat sama banyak. Karena pembagian bersifat relatif terhadap bidang, sebuah jurnal dengan nilai SJR yang sama bisa menempati kuartil berbeda pada dua bidang yang tradisi sitasinya berbeda.
| Kuartil | Posisi dalam bidangnya | Gambaran umum |
|---|---|---|
| Q1 | 25 persen teratas | Persaingan paling ketat, penolakan di pemeriksaan awal sangat umum |
| Q2 | 25 persen berikutnya | Standar tinggi, banyak dipakai untuk syarat khusus jenjang atas |
| Q3 | 25 persen berikutnya | Titik masuk realistis bagi banyak penulis Indonesia |
| Q4 | 25 persen terbawah | Tetap tergolong terindeks, namun perlu diperiksa terhadap ambang SJR |
Dua hal yang sering disalahpahami. Pertama, kuartil menilai jurnal, bukan artikel Anda. Artikel yang lemah tetap ditolak di jurnal Q4, dan artikel yang kuat tetap harus melewati penelaahan di Q1. Kedua, kuartil diperbarui berkala, sehingga yang relevan untuk penilaian adalah kuartil pada saat artikel Anda diterbitkan.
Nilai Angka Kredit per Kuartil
| Jenis publikasi | AK maksimal |
|---|---|
| Jurnal internasional bereputasi Q1 | 40 |
| Jurnal internasional bereputasi Q2 | 38 |
| Jurnal internasional bereputasi Q3 | 35 |
| Jurnal internasional bereputasi Q4 | 33 |
| Jurnal internasional terindeks, SJR 0,1 ke bawah | 30 |
| Jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 atau 2 | 25 |
| Jurnal nasional terakreditasi peringkat 3 atau 4 | 20 |
| Jurnal nasional terakreditasi peringkat 5 atau 6 | 15 |
| Jurnal nasional tidak terakreditasi ber-ISSN | 10 |
Angka mengacu Tabel 2 Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. Angka tersebut adalah nilai maksimal; yang Anda terima bergantung pada posisi kepenulisan. Konfirmasikan ke LLDIKTI wilayah atau kepegawaian kampus Anda.
Perhatikan bahwa selisih antara Q1 dan Q4 hanya tujuh angka kredit, sementara selisih tingkat kesulitan dan waktu prosesnya sangat besar. Bagi penulis yang mengejar akumulasi angka kredit, Q3 atau Q4 sering lebih efisien. Nilai istimewa Q1 dan Q2 terletak pada penggunaannya sebagai syarat khusus jenjang atas, bukan pada besaran angka kreditnya.
Angka kredit dibagi menurut posisi kepenulisan
Angka pada tabel adalah nilai maksimal per artikel, bukan yang otomatis Anda terima. Pembagiannya diatur tegas dalam juknis:
- Dua penulis. Penulis pertama sekaligus penulis korespondensi memperoleh 60 persen, penulis kedua 40 persen. Bila penulis pertama bukan penulis korespondensi, keduanya memperoleh 50 persen.
- Tiga penulis atau lebih. Penulis pertama sekaligus korespondensi memperoleh 60 persen, sisanya 40 persen dibagi rata untuk penulis anggota. Bila penulis pertama bukan korespondensi, penulis pertama memperoleh 40 persen, penulis korespondensi 40 persen, dan anggota berbagi 20 persen.
Konsekuensinya nyata: posisi kepenulisan sering lebih menentukan hasil akhir daripada peringkat jurnal yang dikejar. Sepakati urutan penulis dan siapa yang menjadi korespondensi sejak awal riset, bukan menjelang submit.
Ambang SJR yang Menentukan, Bukan Kuartil Saja
Inilah bagian yang paling sering terlewat dan dampaknya paling merugikan. Aturan menetapkan dua kriteria sekaligus: kuartil minimal dan nilai SJR minimal. Keduanya harus terpenuhi.
| Kenaikan jenjang | Kuartil & SJR minimal | Posisi kepenulisan |
|---|---|---|
| Asisten Ahli ke Lektor | Minimal Q4 dengan SJR di atas 0,1 | Penulis pertama |
| Lektor ke Lektor Kepala | Minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2 | Penulis pertama sekaligus korespondensi |
| Lektor Kepala ke Profesor | Minimal Q2 dengan SJR di atas 0,25 (satu publikasi), ditambah minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2 atau jurnal nasional peringkat 1 | Penulis pertama sekaligus korespondensi untuk publikasi pertama |
Angka mengacu Tabel 2 Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. Angka tersebut adalah nilai maksimal; yang Anda terima bergantung pada posisi kepenulisan. Konfirmasikan ke LLDIKTI wilayah atau kepegawaian kampus Anda.
Periksa dua angka, bukan satu. Jurnal Q2 dengan SJR di bawah 0,25 tidak akan menyelesaikan syarat khusus kenaikan ke Profesor, meski secara kuartil terlihat memadai. Sebaliknya, jurnal Q3 dengan SJR di atas 0,2 sudah sah untuk kenaikan ke Lektor Kepala. Selalu cocokkan kuartil dan SJR bersamaan dengan ketentuan jenjang yang Anda tuju.
Angka SJR sering ditampilkan tanpa konteks sehingga sulit dipakai mengambil keputusan. Sebutkan jurnal yang Anda pertimbangkan beserta jenjang yang dituju, kami bantu terjemahkan.
Cara Mengecek Kuartil dan SJR Sebuah Jurnal
- Catat nama lengkap jurnal beserta ISSN dari situs resminya.
- Buka portal metrik yang menampilkan SJR dan kuartil per bidang ilmu, lalu cari nama tersebut.
- Perhatikan kategori bidangnya, karena satu jurnal bisa muncul di beberapa kategori dengan kuartil berbeda.
- Periksa tahun yang relevan, yaitu tahun artikel Anda akan terbit, bukan tahun saat Anda mencari.
- Cocokkan dengan daftar judul resmi penerbit basis data untuk memastikan status jurnal masih aktif.
- Simpan tangkapan layar hasil pemeriksaan beserta tanggalnya sebagai arsip.
Panduan verifikasi yang lebih rinci ada di panduan indeksasi jurnal. Untuk memahami jalur internasional secara menyeluruh, lihat panduan publikasi jurnal Scopus. Bila Anda sedang membandingkan dengan jalur nasional, lihat panduan publikasi jurnal SINTA.
Kriteria Lain yang Ikut Menentukan
Selain kuartil dan SJR, aturan juga menetapkan kriteria yang harus dipenuhi sebuah jurnal agar tergolong jurnal internasional bereputasi:
- Memiliki nomor ISSN.
- Ditulis dalam bahasa resmi PBB, yaitu Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol, atau Tiongkok.
- Dewan editor merupakan pakar di bidangnya dan berasal dari paling sedikit empat negara.
- Artikel dalam satu nomor terbitan ditulis penulis dari paling sedikit dua negara.
- Dewan editor dapat ditelusuri secara daring, tanpa perbedaan antara edisi cetak dan daring.
- Jumlah artikel setiap penerbitan wajar dan format tampilannya tidak berubah-ubah.
Kriteria terakhir layak diperhatikan. Jurnal yang menerbitkan artikel dalam jumlah tidak wajar pada satu nomor terbitan, atau yang tampilannya berubah-ubah antar-terbitan, patut Anda pertimbangkan lebih hati-hati meski kuartilnya terlihat menarik.
Memilih Kuartil yang Sesuai Situasi Anda
Setelah memahami cara kerja kuartil, pertanyaan berikutnya adalah mana yang tepat untuk Anda. Kerangka berikut membantu memutuskannya tanpa terjebak gengsi peringkat.
Bila tujuan Anda memenuhi syarat khusus jenjang tertentu
Ikuti ambang yang ditetapkan aturan, tidak perlu lebih tinggi. Kenaikan ke Lektor cukup Q4 dengan SJR di atas 0,1. Kenaikan ke Lektor Kepala menuntut minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2. Hanya kenaikan ke Profesor yang menuntut Q2 dengan SJR di atas 0,25, itu pun untuk salah satu dari dua publikasi yang disyaratkan.
Bila tujuan Anda menambah akumulasi angka kredit
Perhitungannya berubah. Selisih Q1 dan Q4 hanya tujuh angka kredit, sementara selisih tingkat kesulitan dan waktu prosesnya sangat besar. Dua artikel di Q4 menghasilkan angka kredit lebih besar daripada satu artikel di Q1, dengan peluang diterima yang lebih tinggi.
Bila tujuan Anda membangun reputasi akademik
Di sinilah Q1 dan Q2 benar-benar bernilai. Artikel di jurnal papan atas menjangkau pembaca yang lebih luas dan berpeluang lebih besar disitasi, yang berdampak pada rekam jejak jangka panjang Anda. Namun ini investasi waktu, bukan jalan pintas memenuhi kewajiban administratif.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Memeriksa kuartil pada bidang yang keliru. Satu jurnal bisa muncul di beberapa kategori dengan kuartil berbeda. Pastikan Anda melihat kategori yang relevan dengan naskah.
- Memakai data kuartil tahun lama. Kuartil diperbarui berkala; yang relevan adalah kuartil pada tahun artikel Anda terbit.
- Mengabaikan nilai SJR. Kuartil dan SJR adalah dua kriteria terpisah yang keduanya harus terpenuhi.
- Menganggap kuartil tinggi menjamin naskah diterima. Kuartil menilai jurnal, bukan artikel Anda. Naskah tetap melewati penelaahan yang sama ketatnya.
- Tidak memeriksa status aktif jurnal. Jurnal dengan kuartil menarik tetap tidak berguna bila cakupannya sudah dihentikan.
Arsip yang Perlu Anda Simpan
Bagian ini jarang dibahas padahal sering menjadi persoalan justru setelah artikel terbit. Simpan berkas berikut sejak proses berjalan, bukan mencarinya belakangan saat sudah dibutuhkan:
- Tangkapan layar profil jurnal di portal resmi beserta tanggal Anda memeriksanya, sebagai bukti status pada saat itu.
- Surat penerimaan naskah dari redaksi, lengkap dengan kop dan tanda tangan pengelola.
- Tautan permanen artikel dan nomor DOI setelah terbit.
- Berkas naskah versi final yang benar-benar diterbitkan, bukan versi terakhir sebelum revisi.
- Bukti pembayaran bila jurnal menerapkan biaya penerbitan.
- Riwayat korespondensi dengan redaksi, yang termasuk dokumen wajib saat pengajuan kenaikan jabatan.
- Dokumen uji kemiripan naskah, yang juga termasuk syarat kelengkapan usulan.
Arsip semacam ini melindungi Anda bila peringkat atau status jurnal berubah di kemudian hari, dan mempercepat proses administrasi saat pengajuan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu kuartil Q1 Q2 Q3 Q4 pada jurnal?
Pembagian jurnal dalam satu bidang ilmu menjadi empat kelompok berdasarkan peringkat metrik sitasinya. Q1 berisi 25 persen jurnal teratas, sampai Q4 yang berisi 25 persen terbawah.
Berapa angka kredit jurnal Q1 sampai Q4?
Menurut Tabel 2 Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, Q1 bernilai maksimal 40, Q2 sebesar 38, Q3 sebesar 35, dan Q4 sebesar 33, dengan syarat SJR di atas 0,1 atau IF di atas 0,05 saat artikel diterbitkan.
Apakah Q1 selalu lebih baik dari Q3?
Untuk reputasi, ya. Namun untuk kebutuhan praktis belum tentu. Selisih angka kreditnya hanya lima poin, sementara selisih waktu proses dan tingkat kesulitannya besar. Yang menentukan adalah ambang yang dituntut jenjang jabatan Anda.
Mengapa satu jurnal bisa punya dua kuartil berbeda?
Karena kuartil dihitung per kategori bidang ilmu. Jurnal yang masuk dua kategori dinilai relatif terhadap jurnal lain di masing-masing kategori, sehingga hasilnya bisa berbeda.
Apakah cukup memeriksa kuartil saja?
Tidak. Aturan menetapkan kuartil minimal sekaligus ambang SJR minimal yang berbeda tiap jenjang. Jurnal Q2 dengan SJR di bawah ambang tidak akan memenuhi syarat khusus meski kuartilnya terlihat memadai.
Banyak penulis membidik Q1 karena dianggap paling bergengsi, lalu kehilangan setahun tanpa hasil. Sebagian lain memilih Q4 tanpa memeriksa SJR, dan artikelnya ternyata tidak memenuhi syarat khusus jenjang yang dituju. Keduanya bisa dicegah dengan satu pemeriksaan sederhana di awal. Pelopor Publikasi membantu Anda mencocokkan kuartil dan SJR jurnal kandidat dengan ketentuan jenjang Anda.
Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.





