{"id":9509,"date":"2026-10-11T09:00:00","date_gmt":"2026-10-11T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/?p=9509"},"modified":"2026-10-08T10:02:56","modified_gmt":"2026-10-08T03:02:56","slug":"apa-itu-scopus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/","title":{"rendered":"Apa Itu Scopus dan Bagaimana Database Ini Memilih Jurnal"},"content":{"rendered":"<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Apa itu Scopus? Pertanyaan ini justru sering muncul setelah seseorang diminta &#8220;publikasi Scopus&#8221; oleh kampus atau pembimbingnya. Banyak yang mengira Scopus adalah sebuah jurnal besar, atau penerbit yang menerima kiriman naskah. Keduanya keliru, dan kekeliruan ini bisa membuat Anda salah memilih jurnal atau mudah percaya pada klaim yang tidak bisa dibuktikan.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Tulisan ini menjelaskan Scopus dari sisi konsep: apa yang disimpan di dalamnya, bagaimana sebuah jurnal bisa masuk, apa saja yang bisa Anda lihat sebagai penulis, metrik apa yang dipakai, serta apa arti kuartil Q1 sampai Q4 bagi angka kredit dosen.<\/p>\n<div style=\"background:#DDE7FB !important;color:#1F2937 !important;padding:20px 22px;border-left:5px solid #1D4ED8;border-radius:6px;margin:26px 0;\">\n<div style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#DDE7FB !important;font-weight:700;font-size:18px;margin-bottom:8px;\">Jawaban Singkat<\/div>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#DDE7FB !important;margin:0;font-size:16px;line-height:1.75;\">Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier. Scopus tidak menerbitkan artikel, melainkan mencatat artikel dari jurnal berbagai penerbit yang sudah lolos evaluasi Content Selection and Advisory Board (CSAB). Kuartil Q1 sampai Q4 yang umum dipakai di Indonesia diambil dari SJR di scimagojr.com, dihitung per kategori subjek, dan diperbarui setiap tahun.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"background:linear-gradient(135deg,#1D4ED8,#3B82F6) !important;color:#FFFFFF !important;padding:22px 24px;border-radius:10px;margin:28px 0;\">\n<div style=\"color:#FFFFFF !important;background:transparent !important;font-weight:700;font-size:19px;margin-bottom:8px;\">Ragu apakah jurnal incaran Anda benar terindeks Scopus?<\/div>\n<p style=\"color:#FFFFFF !important;background:transparent !important;margin:0 0 16px 0;font-size:16px;line-height:1.7;\">Kirimkan nama atau ISSN jurnalnya. Tim Pelopor Publikasi membantu membaca status, kuartil, dan kecocokannya dengan target Anda.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bit.ly\/pelopornew2025\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" style=\"display:inline-block;background:#FFFFFF !important;color:#1D4ED8 !important;padding:12px 26px;border-radius:6px;font-weight:700;text-decoration:none;font-size:16px;\">Cek Jurnal Bersama Kami<\/a>\n<\/div>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Apa_Itu_Scopus_dan_Apa_Isinya\" >Apa Itu Scopus dan Apa Isinya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Bagaimana_Scopus_Memilih_Jurnal\" >Bagaimana Scopus Memilih Jurnal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Apa_yang_Bisa_Dilihat_Penulis_di_Scopus\" >Apa yang Bisa Dilihat Penulis di Scopus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Metrik_Jurnal_di_Scopus_dan_Cara_Membacanya\" >Metrik Jurnal di Scopus dan Cara Membacanya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Arti_Kuartil_Q1_sampai_Q4_bagi_Penulis\" >Arti Kuartil Q1 sampai Q4 bagi Penulis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Status_Jurnal_Scopus_Bisa_Berubah\" >Status Jurnal Scopus Bisa Berubah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Salah_Kaprah_Seputar_Scopus\" >Salah Kaprah Seputar Scopus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#Pertanyaan_yang_Sering_Diajukan\" >Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Scopus_dan_Apa_Isinya\"><\/span>Apa Itu Scopus dan Apa Isinya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi yang dimiliki Elsevier. Kata kuncinya ada pada &#8220;abstrak dan sitasi&#8221;. Scopus mencatat informasi tentang sebuah artikel, yaitu judul, abstrak, nama penulis, afiliasi, kata kunci, dan daftar referensinya. Dari daftar referensi itulah Scopus bisa menghubungkan artikel yang mengutip dengan artikel yang dikutip.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Scopus tidak dirancang sebagai tempat membaca naskah lengkap. Ketika Anda menemukan sebuah artikel di Scopus, tautan naskah lengkapnya mengarah ke situs penerbit atau jurnal. Bisa tidaknya Anda membaca naskah itu bergantung pada kebijakan akses jurnal dan langganan institusi Anda.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Fitur penelusuran lengkap Scopus umumnya diakses lewat langganan institusi. Meski begitu, sebagian informasi dasar, seperti daftar sumber dan profil penulis, biasanya tetap bisa dilihat publik tanpa akun institusi.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Scopus, Web of Science, dan Google Scholar<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Scopus sering disebut bersama dua nama lain. <strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Web of Science<\/strong> adalah basis data sitasi milik Clarivate, dan dari basis data inilah Journal Impact Factor diterbitkan melalui Journal Citation Reports. <strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Google Scholar<\/strong> bekerja dengan cara berbeda: mesin pencarinya menjaring dokumen ilmiah dari internet secara otomatis, tanpa proses seleksi jurnal seperti di Scopus. Karena itu, tercatat di Google Scholar tidak bisa disamakan dengan terindeks Scopus.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Dalam aturan angka kredit di Indonesia, Scopus dan Web of Science sama-sama diakui sebagai dasar status internasional bereputasi, dengan ambang yang berbeda, yaitu SJR di atas 0,1 untuk Scopus atau Impact Factor di atas 0,05 untuk Web of Science.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Scopus Bukan Penerbit dan Bukan Jurnal<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Elsevier memang dikenal juga sebagai penerbit, tetapi Scopus sebagai basis data mencakup jurnal dari banyak penerbit lain: penerbit komersial, asosiasi profesi, lembaga riset, hingga universitas, termasuk jurnal yang dikelola di Indonesia. Karena itu, istilah yang tepat adalah <strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">&#8220;jurnal terindeks Scopus&#8221;<\/strong>, bukan &#8220;jurnal Scopus&#8221; dalam arti jurnal milik Scopus.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Konsekuensinya sangat praktis. Anda tidak pernah mengirim naskah ke Scopus. Anda mengirim naskah ke sebuah jurnal, jurnal itu menerbitkannya, lalu data artikel tersebut masuk ke Scopus karena jurnalnya sudah terindeks. Tawaran &#8220;memasukkan artikel ke Scopus&#8221; tanpa menyebut nama jurnal yang jelas patut Anda curigai.<\/p>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Scopus_Memilih_Jurnal\"><\/span>Bagaimana Scopus Memilih Jurnal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Jurnal tidak masuk Scopus secara otomatis. Pengelola jurnal atau penerbit mengajukan jurnalnya, lalu jurnal tersebut dievaluasi oleh Content Selection and Advisory Board (CSAB), yaitu dewan ahli yang menilai layak tidaknya sebuah jurnal dicakup Scopus.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Secara umum, evaluasi tersebut melihat beberapa hal berikut.<\/p>\n<ul style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.85;\">\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Kebijakan jurnal<\/strong>, termasuk proses peer review yang jelas, susunan dewan editor, dan cakupan bidang yang terdefinisi.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Mutu dan relevansi konten<\/strong>, yaitu apakah artikel yang terbit memberi kontribusi ilmiah dan sesuai dengan cakupan jurnal.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Keteraturan terbit<\/strong>, karena jurnal yang terbit tidak menentu sulit dipercaya sebagai sumber ilmiah.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Ketersediaan daring<\/strong>, misalnya situs jurnal yang mudah diakses serta informasi yang jelas bagi pembaca dari berbagai negara.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Masuk Scopus juga bukan status permanen. Jurnal yang sudah terindeks tetap bisa dievaluasi ulang, dan bila dinilai tidak lagi memenuhi standar, cakupannya bisa dihentikan. Gambaran umum tentang cara kerja pengindeks, termasuk bedanya pengindeks nasional dan internasional, bisa Anda baca di artikel tentang <a href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/indeksasi-jurnal\/\" style=\"color:#1E40AF !important;background:#FFFFFF !important;font-weight:600;\">indeksasi jurnal<\/a>.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Apa Artinya bagi Artikel Anda<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Artikel Anda tercatat di Scopus karena jurnalnya terindeks, bukan karena artikel itu dinilai satu per satu oleh Scopus. Data artikel masuk setelah terbit, dan jeda pencatatannya bisa berbeda antarjurnal. Jadi bila artikel belum muncul di Scopus tidak lama setelah terbit, hal itu belum tentu menandakan masalah. Yang perlu Anda pastikan sejak awal adalah status jurnalnya masih aktif ketika artikel Anda terbit.<\/p>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Bisa_Dilihat_Penulis_di_Scopus\"><\/span>Apa yang Bisa Dilihat Penulis di Scopus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Daftar Sumber<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Daftar sumber (sources) memuat jurnal dan terbitan lain yang dicakup Scopus. Dari sini Anda bisa melihat nama jurnal, ISSN, penerbit, bidang subjek, dan metrik seperti CiteScore. Untuk memverifikasi jurnal, gunakan ISSN, bukan sekadar nama, karena beberapa jurnal punya nama yang sangat mirip. Periksa juga apakah jurnal tersebut masih berstatus aktif.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Daftar sumber juga mencatat rentang tahun cakupan sebuah jurnal. Informasi ini berguna ketika Anda menilai artikel lama, karena artikel yang terbit sebelum jurnal tercakup tidak otomatis ikut terindeks.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Profil Penulis dan Scopus Author ID<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Begitu artikel Anda terindeks, Scopus membuat profil penulis secara otomatis dan memberi <strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Scopus Author ID<\/strong>, yaitu nomor pengenal unik untuk Anda di basis data tersebut. Profil ini memuat daftar dokumen, afiliasi, jumlah sitasi, dan H-index versi Scopus. Nomor ini juga sering diminta saat Anda mengisi berbagai formulir akademik.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Karena dibentuk otomatis, kadang muncul dua profil untuk satu orang, misalnya bila nama Anda ditulis berbeda di beberapa artikel atau afiliasi Anda berpindah. Scopus menyediakan jalur permintaan koreksi untuk menggabungkan profil atau membetulkan afiliasi. Cara mencegahnya sederhana: gunakan penulisan nama dan afiliasi yang konsisten di setiap artikel.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Sitasi dan Dokumen yang Mengutip<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Untuk setiap artikel, Scopus menampilkan berapa kali artikel itu dikutip oleh dokumen lain yang juga tercatat di Scopus, lengkap dengan daftar dokumen pengutipnya. Angka ini sering lebih kecil daripada angka di Google Scholar karena Scopus hanya menghitung sitasi dari sumber yang dicakupnya. H-index Anda pun berbeda antarbasis data, jadi selalu sebutkan sumbernya saat mencantumkan angka tersebut.<\/p>\n<div style=\"background:#DDE7FB !important;color:#1F2937 !important;padding:20px 22px;border-radius:8px;margin:28px 0;border:1px solid #B9CDF3;\">\n<div style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#DDE7FB !important;font-weight:700;font-size:18px;margin-bottom:8px;\">Butuh bantuan membaca status dan metrik jurnal tujuan?<\/div>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#DDE7FB !important;margin:0 0 16px 0;font-size:16px;line-height:1.7;\">Kirimkan daftar jurnal yang sedang Anda timbang. Kami bantu mengecek status, kategori subjek, dan kuartilnya sebelum Anda memutuskan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bit.ly\/pelopornew2025\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" style=\"display:inline-block;background:#25D366 !important;color:#FFFFFF !important;padding:12px 26px;border-radius:6px;font-weight:700;text-decoration:none;font-size:16px;\">Konsultasi Gratis via WhatsApp<\/a>\n<\/div>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metrik_Jurnal_di_Scopus_dan_Cara_Membacanya\"><\/span>Metrik Jurnal di Scopus dan Cara Membacanya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Ada tiga metrik jurnal yang paling sering Anda temui ketika membahas Scopus. Ketiganya saling berkaitan, tetapi mengukur hal yang tidak identik.<\/p>\n<div style=\"overflow-x:auto;margin:24px 0;\">\n<table style=\"width:100%;border-collapse:collapse;background:#FFFFFF !important;color:#1F2937 !important;font-size:16px;\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\"background:#1D4ED8 !important;color:#FFFFFF !important;padding:13px 14px;text-align:left;border:1px solid #1D4ED8;\">Metrik<\/th>\n<th style=\"background:#1D4ED8 !important;color:#FFFFFF !important;padding:13px 14px;text-align:left;border:1px solid #1D4ED8;\">Disusun oleh<\/th>\n<th style=\"background:#1D4ED8 !important;color:#FFFFFF !important;padding:13px 14px;text-align:left;border:1px solid #1D4ED8;\">Gambaran sederhana<\/th>\n<th style=\"background:#1D4ED8 !important;color:#FFFFFF !important;padding:13px 14px;text-align:left;border:1px solid #1D4ED8;\">Kegunaan bagi penulis<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">CiteScore<\/td>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Scopus (Elsevier)<\/td>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Rata-rata sitasi terhadap dokumen jurnal dalam jendela empat tahun<\/td>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Melihat seberapa sering jurnal dikutip dalam beberapa tahun terakhir<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"background:#FFFFFF !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">SJR (SCImago Journal Rank)<\/td>\n<td style=\"background:#FFFFFF !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">SCImago Lab, dari data Scopus<\/td>\n<td style=\"background:#FFFFFF !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Sitasi yang diberi bobot sesuai bobot sumber yang mengutip<\/td>\n<td style=\"background:#FFFFFF !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Dasar kuartil Q1 sampai Q4 yang umum dipakai dalam penilaian di Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">SNIP (Source Normalized Impact per Paper)<\/td>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Dihitung dari data Scopus<\/td>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Dampak sitasi yang disesuaikan dengan kebiasaan mengutip di bidangnya<\/td>\n<td style=\"background:#F5F8FE !important;color:#1F2937 !important;padding:12px 14px;border:1px solid #D6E0F5;\">Membandingkan jurnal dari bidang dengan budaya sitasi yang berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"color:#6B7280 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:14px;margin-top:8px;\">Nilai setiap metrik diperbarui berkala. Selalu cek nilai pada tahun yang relevan dengan waktu terbit artikel Anda.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Jangan membandingkan angka CiteScore jurnal pendidikan dengan jurnal kedokteran secara mentah. Bidang ilmu yang berbeda punya kebiasaan mengutip yang berbeda pula. Itulah sebabnya kuartil dihitung per kategori subjek, sehingga sebuah jurnal dibandingkan dengan jurnal sebidangnya.<\/p>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Arti_Kuartil_Q1_sampai_Q4_bagi_Penulis\"><\/span>Arti Kuartil Q1 sampai Q4 bagi Penulis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Kuartil membagi jurnal dalam satu kategori subjek menjadi empat kelompok berdasarkan nilai SJR. Q1 berisi seperempat jurnal dengan nilai tertinggi di kategori itu, sedangkan Q4 berisi seperempat jurnal dengan nilai terendah. Ada tiga hal yang perlu Anda pahami tentang kuartil.<\/p>\n<ul style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.85;\">\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Sumbernya scimagojr.com.<\/strong> Kuartil yang dipakai dalam penilaian di Indonesia umumnya merujuk SJR di situs SCImago, bukan angka yang dipasang sendiri oleh jurnal di berandanya.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Kuartil berlaku per kategori subjek.<\/strong> Satu jurnal yang masuk beberapa kategori bisa berada di Q2 pada satu kategori dan Q3 pada kategori lain. Pastikan Anda tahu kategori mana yang dirujuk penilai di kampus Anda.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">Kuartil diperbarui setiap tahun.<\/strong> Jurnal yang tahun ini berada di Q2 bisa saja tahun berikutnya turun ke Q3, atau sebaliknya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Bagi dosen, kuartil menentukan angka kredit. Menurut Kepmendiktisaintek No. 39\/M\/KEP\/2026, artikel di jurnal internasional bereputasi bernilai 40 untuk Q1, 38 untuk Q2, 35 untuk Q3, dan 33 untuk Q4, dengan syarat SJR di atas 0,1 atau Impact Factor di atas 0,05 saat artikel terbit. Jurnal yang terindeks Scopus tetapi nilai SJR paling tinggi 0,1 dihitung sebagai jurnal internasional dengan nilai 30.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Selain angka SJR, status internasional bereputasi juga menuntut kriteria lain, antara lain dewan editor dari minimal 4 negara dan artikel dalam satu nomor terbitan yang ditulis penulis dari minimal 2 negara. Ambang SJR juga muncul lagi dalam syarat khusus Lektor, Lektor Kepala, dan Profesor. Perbandingan lengkapnya dengan jurnal nasional dibahas di artikel <a href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/perbedaan-sinta-dan-scopus\/\" style=\"color:#1E40AF !important;background:#FFFFFF !important;font-weight:600;\">perbedaan SINTA dan Scopus untuk kenaikan jabatan<\/a>.<\/p>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Status_Jurnal_Scopus_Bisa_Berubah\"><\/span>Status Jurnal Scopus Bisa Berubah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Status terindeks Scopus bukan label seumur hidup. Scopus dapat menghentikan cakupan sebuah jurnal (discontinued) bila jurnal itu tidak lagi memenuhi standar evaluasinya. Untuk syarat khusus kenaikan jabatan, status jurnal saat dinilai tidak boleh dibatalkan (cancelled) atau dihentikan cakupannya.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Karena itu, biasakan mengecek status jurnal tepat sebelum mengirim naskah, lalu simpan bukti pengecekan beserta tanggalnya. Bila ada tanda yang janggal, misalnya cakupan bidang jurnal tiba-tiba melebar sangat luas, pertimbangkan kembali pilihan Anda.<\/p>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Kebiasaan yang sama berlaku untuk kuartil. Simpan tangkapan layar kuartil dan nilai SJR jurnal pada tahun terbit artikel Anda, karena data itulah yang nanti dicocokkan dengan ketentuan angka kredit ketika berkas Anda dinilai.<\/p>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Salah_Kaprah_Seputar_Scopus\"><\/span>Salah Kaprah Seputar Scopus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.85;\">\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">&#8220;Ada logo Scopus di situs jurnal, berarti terindeks.&#8221;<\/strong> Logo bisa dipasang siapa saja. Bukti yang sah adalah nama dan ISSN jurnal di daftar sumber Scopus dengan status aktif.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">&#8220;Terindeks Scopus berarti selalu punya kuartil.&#8221;<\/strong> Tidak demikian. Jurnal yang baru terindeks bisa belum memiliki nilai SJR atau kuartil, dan jurnal dengan SJR paling tinggi 0,1 tidak masuk kategori internasional bereputasi untuk angka kredit.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">&#8220;Kuartil menunjukkan mutu artikel saya.&#8221;<\/strong> Kuartil adalah ukuran jurnal, bukan artikel. Artikel di jurnal Q1 bisa jarang dikutip, dan artikel di jurnal Q4 bisa banyak dikutip.<\/li>\n<li style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;margin-bottom:10px;\"><strong style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;\">&#8220;Situs yang namanya sama berarti jurnal yang sama.&#8221;<\/strong> Ada situs tiruan (hijacked journal) yang meniru nama dan tampilan jurnal terindeks. Cocokkan ISSN dan penerbitnya, lalu pastikan alamat situs memang berasal dari penerbit tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Memahami apa itu Scopus adalah fondasinya. Langkah berikutnya, seperti menentukan target kuartil, memilih jurnal yang cocok dengan topik, dan menyiapkan naskah, dibahas dalam <a href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/publikasi-jurnal-scopus\/\" style=\"color:#1E40AF !important;background:#FFFFFF !important;font-weight:600;\">panduan publikasi jurnal Scopus<\/a>.<\/p>\n<h2 style=\"color:#1F2937 !important;background:#EAF0FD !important;padding:12px 16px;border-radius:6px;font-size:26px;margin-top:38px;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanyaan_yang_Sering_Diajukan\"><\/span>Pertanyaan yang Sering Diajukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Apakah Scopus itu penerbit jurnal?<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Bukan. Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier. Scopus mencatat artikel dari jurnal berbagai penerbit yang sudah lolos evaluasi, sehingga Anda mengirim naskah ke jurnalnya, bukan ke Scopus.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Siapa yang menentukan sebuah jurnal masuk Scopus?<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Jurnal yang diajukan dievaluasi oleh Content Selection and Advisory Board (CSAB), yaitu dewan ahli yang menilai kelayakan jurnal untuk dicakup Scopus. Jurnal yang sudah terindeks juga bisa dievaluasi ulang dan dihentikan cakupannya.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Di mana saya bisa mengecek kuartil jurnal Scopus?<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Kuartil Q1 sampai Q4 yang umum dipakai di Indonesia mengacu pada SJR di scimagojr.com. Kuartil dihitung per kategori subjek dan diperbarui setiap tahun, jadi perhatikan kategori dan tahunnya.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Apa itu Scopus Author ID?<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Scopus Author ID adalah nomor pengenal unik yang diberikan Scopus kepada penulis setelah artikelnya terindeks. Profil yang terhubung dengan nomor ini memuat daftar dokumen, afiliasi, jumlah sitasi, dan H-index versi Scopus.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Apakah semua jurnal terindeks Scopus termasuk internasional bereputasi?<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Tidak. Menurut Kepmendiktisaintek No. 39\/M\/KEP\/2026, jurnal internasional bereputasi antara lain harus memiliki SJR di atas 0,1 saat artikel terbit. Jurnal terindeks Scopus dengan SJR paling tinggi 0,1 dihitung sebagai jurnal internasional dengan nilai angka kredit 30.<\/p>\n<h3 style=\"color:#1D4ED8 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:20px;margin-top:24px;\">Apakah status jurnal di Scopus bisa berubah?<\/h3>\n<p style=\"color:#1F2937 !important;background:#FFFFFF !important;font-size:17px;line-height:1.8;\">Bisa. Scopus dapat menghentikan cakupan jurnal yang tidak lagi memenuhi standar. Untuk syarat khusus kenaikan jabatan, status jurnal saat dinilai tidak boleh dibatalkan atau dihentikan cakupannya.<\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\">\n{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@type\":\"FAQPage\",\"mainEntity\":[{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apakah Scopus itu penerbit jurnal?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Bukan. Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier. Scopus mencatat artikel dari jurnal berbagai penerbit yang sudah lolos evaluasi, sehingga Anda mengirim naskah ke jurnalnya, bukan ke Scopus.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Siapa yang menentukan sebuah jurnal masuk Scopus?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Jurnal yang diajukan dievaluasi oleh Content Selection and Advisory Board (CSAB), yaitu dewan ahli yang menilai kelayakan jurnal untuk dicakup Scopus. Jurnal yang sudah terindeks juga bisa dievaluasi ulang dan dihentikan cakupannya.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Di mana saya bisa mengecek kuartil jurnal Scopus?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Kuartil Q1 sampai Q4 yang umum dipakai di Indonesia mengacu pada SJR di scimagojr.com. Kuartil dihitung per kategori subjek dan diperbarui setiap tahun, jadi perhatikan kategori dan tahunnya.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa itu Scopus Author ID?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Scopus Author ID adalah nomor pengenal unik yang diberikan Scopus kepada penulis setelah artikelnya terindeks. Profil yang terhubung dengan nomor ini memuat daftar dokumen, afiliasi, jumlah sitasi, dan H-index versi Scopus.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apakah semua jurnal terindeks Scopus termasuk internasional bereputasi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Tidak. Menurut Kepmendiktisaintek No. 39\/M\/KEP\/2026, jurnal internasional bereputasi antara lain harus memiliki SJR di atas 0,1 saat artikel terbit. Jurnal terindeks Scopus dengan SJR paling tinggi 0,1 dihitung sebagai jurnal internasional dengan nilai angka kredit 30.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apakah status jurnal di Scopus bisa berubah?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Bisa. Scopus dapat menghentikan cakupan jurnal yang tidak lagi memenuhi standar. Untuk syarat khusus kenaikan jabatan, status jurnal saat dinilai tidak boleh dibatalkan atau dihentikan cakupannya.\"}}]}\n<\/script><\/p>\n<div style=\"background:linear-gradient(135deg,#1D4ED8,#3B82F6) !important;color:#FFFFFF !important;padding:26px;border-radius:10px;margin:34px 0;\">\n<div style=\"color:#FFFFFF !important;background:transparent !important;font-weight:700;font-size:21px;margin-bottom:10px;\">Ingin target Scopus Anda lebih terarah?<\/div>\n<p style=\"color:#FFFFFF !important;background:transparent !important;margin:0 0 18px 0;font-size:16px;line-height:1.75;\">Pelopor Publikasi mendampingi Anda membaca status dan kuartil jurnal, memilih jurnal yang sesuai bidang, dan menyiapkan naskah sesuai pedoman jurnal tujuan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bit.ly\/pelopornew2025\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" style=\"display:inline-block;background:#FFFFFF !important;color:#1D4ED8 !important;padding:14px 30px;border-radius:6px;font-weight:700;text-decoration:none;font-size:17px;\">Mulai Konsultasi<\/a><\/p>\n<p style=\"color:#E8EEFC !important;background:transparent !important;margin:14px 0 0 0;font-size:14px;\">Konsultasi awal tanpa biaya. Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Scopus? Pertanyaan ini justru sering muncul setelah seseorang diminta &#8220;publikasi Scopus&#8221; oleh kampus atau pembimbingnya. Banyak yang mengira Scopus adalah sebuah jurnal besar, atau penerbit yang menerima kiriman naskah. Keduanya keliru, dan kekeliruan ini bisa membuat Anda salah memilih jurnal atau mudah percaya pada klaim yang tidak bisa dibuktikan. Tulisan ini menjelaskan Scopus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9519,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[73],"tags":[76,78],"class_list":["post-9509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-konsep-database","tag-jurnal-internasional","tag-jurnal-scopus"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Scopus? Cara Kerja Database dan Arti Kuartil<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu Scopus? Kenali basis data sitasi milik Elsevier ini, cara jurnal dievaluasi CSAB, metrik CiteScore, SJR, SNIP, dan arti kuartil bagi penulis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Scopus? Cara Kerja Database dan Arti Kuartil\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu Scopus? Kenali basis data sitasi milik Elsevier ini, cara jurnal dievaluasi CSAB, metrik CiteScore, SJR, SNIP, dan arti kuartil bagi penulis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pelopor Publikasi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100087634938682\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-11T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Apa-Itu-Scopus.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"532\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"355\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tim Pelopor Publikasi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tim Pelopor Publikasi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/\",\"name\":\"Apa Itu Scopus? Cara Kerja Database dan Arti Kuartil\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Apa-Itu-Scopus.webp?wsr\",\"datePublished\":\"2026-10-11T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Apa itu Scopus? Kenali basis data sitasi milik Elsevier ini, cara jurnal dievaluasi CSAB, metrik CiteScore, SJR, SNIP, dan arti kuartil bagi penulis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Apa-Itu-Scopus.webp?wsr\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Apa-Itu-Scopus.webp?wsr\",\"width\":532,\"height\":355,\"caption\":\"Apa Itu Scopus\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/apa-itu-scopus\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Scopus dan Bagaimana Database Ini Memilih Jurnal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Pelopor Publikasi\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Pelopor Publikasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/logo-pelopor-300.webp?wsr\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/logo-pelopor-300.webp?wsr\",\"width\":300,\"height\":91,\"caption\":\"Pelopor Publikasi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/peloporpublikasi.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100087634938682\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Scopus? Cara Kerja Database dan Arti Kuartil","description":"Apa itu Scopus? Kenali basis data sitasi milik Elsevier ini, cara jurnal dievaluasi CSAB, metrik CiteScore, SJR, SNIP, dan arti kuartil bagi penulis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Scopus? Cara Kerja Database dan Arti Kuartil","og_description":"Apa itu Scopus? Kenali basis data sitasi milik Elsevier ini, cara jurnal dievaluasi CSAB, metrik CiteScore, SJR, SNIP, dan arti kuartil bagi penulis.","og_url":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/","og_site_name":"Pelopor Publikasi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100087634938682","article_published_time":"2026-10-11T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":532,"height":355,"url":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Apa-Itu-Scopus.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Tim Pelopor Publikasi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Tim Pelopor Publikasi","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/","url":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/","name":"Apa Itu Scopus? Cara Kerja Database dan Arti Kuartil","isPartOf":{"@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Apa-Itu-Scopus.webp?wsr","datePublished":"2026-10-11T02:00:00+00:00","description":"Apa itu Scopus? Kenali basis data sitasi milik Elsevier ini, cara jurnal dievaluasi CSAB, metrik CiteScore, SJR, SNIP, dan arti kuartil bagi penulis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#primaryimage","url":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Apa-Itu-Scopus.webp?wsr","contentUrl":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Apa-Itu-Scopus.webp?wsr","width":532,"height":355,"caption":"Apa Itu Scopus"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/apa-itu-scopus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Scopus dan Bagaimana Database Ini Memilih Jurnal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/","name":"Pelopor Publikasi","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/#organization","name":"Pelopor Publikasi","url":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/logo-pelopor-300.webp?wsr","contentUrl":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/logo-pelopor-300.webp?wsr","width":300,"height":91,"caption":"Pelopor Publikasi"},"image":{"@id":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100087634938682"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9509"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9520,"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9509\/revisions\/9520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/peloporpublikasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}