Syarat Publikasi Jurnal Sinta 2
Jurnal Sinta

Syarat Publikasi Jurnal Sinta 2

Apa saja syarat publikasi jurnal SINTA 2, siapa yang perlu memahaminya, kapan waktu terbaik untuk submit, di mana jurnal tersebut terindeks, mengapa proses seleksinya ketat, dan bagaimana cara agar artikel kamu diterima tanpa revisi berulang? Pertanyaan ini sering muncul saat kamu sedang mengejar kelulusan S2 atau S3, target publikasi untuk kenaikan jabatan fungsional dosen, atau syarat hibah penelitian. Memahami standar jurnal SINTA 2 sejak awal akan menghemat waktu, biaya, dan energi kamu.

Mengenal Jurnal SINTA 2 dan Sistem Pemeringkatannya

Syarat Publikasi Jurnal Sinta 2

SINTA adalah singkatan dari Science and Technology Index yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui platform Science and Technology Index. Sistem ini berfungsi mengindeks, memetakan, dan menilai kinerja jurnal ilmiah nasional.

Jurnal di SINTA dibagi menjadi enam peringkat, dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 2 termasuk kategori sangat baik dan memiliki reputasi akademik tinggi di tingkat nasional. Banyak perguruan tinggi menetapkan publikasi di jurnal SINTA 2 sebagai syarat:

  • Kelulusan program magister dan doktor
  • Kenaikan jabatan fungsional dosen
  • Akreditasi program studi
  • Pemenuhan luaran hibah penelitian

Menurut pedoman akreditasi jurnal nasional yang dirilis ARJUNA Kemdikbudristek, jurnal SINTA 2 harus memenuhi standar tata kelola editorial, konsistensi penerbitan, serta proses peer review yang ketat dan transparan.

Syarat Publikasi Jurnal SINTA 2 yang Wajib Kamu Pahami

Berikut ini adalah syarat publikasi jurnal SINTA 2 yang paling umum diterapkan oleh berbagai jurnal terakreditasi.

1. Orisinalitas dan Kebaruan Penelitian

Syarat utama adalah originalitas. Artikel kamu harus:

  • Belum pernah dipublikasikan
  • Tidak sedang disubmit ke jurnal lain
  • Bebas plagiarisme

Sebagian besar jurnal SINTA 2 menggunakan perangkat cek kemiripan seperti Turnitin dengan batas toleransi maksimal 15 sampai 20 persen, tergantung kebijakan masing masing jurnal.

Berdasarkan laporan Direktorat Riset tahun 2025, sekitar 25 sampai 35 persen naskah ditolak pada tahap awal karena tingkat kesamaan teks yang tinggi atau tidak memiliki novelty yang jelas.

Novelty bisa berupa:

  • Model baru
  • Variabel tambahan
  • Konteks lokasi berbeda
  • Metode analisis yang lebih mutakhir

Tanpa kebaruan, artikel kamu berisiko langsung mengalami desk rejection.

2. Kesesuaian dengan Scope dan Fokus Jurnal

Setiap jurnal memiliki fokus dan ruang lingkup tertentu. Inilah salah satu syarat publikasi jurnal SINTA 2 yang sering diabaikan.

Contoh:

  • Jurnal manajemen fokus pada praktik manajerial berbasis data
  • Jurnal pendidikan menekankan inovasi pembelajaran
  • Jurnal teknik menilai kontribusi teknologi atau rekayasa

Sebelum submit, baca minimal lima artikel terbaru dari jurnal target. Amati pola:

  • Struktur penulisan
  • Kedalaman analisis
  • Jenis metodologi
  • Gaya pembahasan

Langkah ini meningkatkan peluang artikel kamu relevan dengan ekspektasi editor dan reviewer.

3. Struktur Artikel Ilmiah yang Sistematis

Sebagian besar jurnal SINTA 2 mensyaratkan struktur standar sebagai berikut:

  • Judul yang spesifik dan mengandung variabel utama
  • Abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
  • Kata kunci 3 sampai 5 frasa
  • Pendahuluan dengan research gap jelas
  • Metode penelitian detail
  • Hasil dan pembahasan berbasis data
  • Kesimpulan yang menjawab rumusan masalah
  • Daftar pustaka sesuai gaya sitasi

Menurut pedoman Committee on Publication Ethics, transparansi metodologi dan kejelasan pelaporan hasil menjadi indikator penting kualitas artikel ilmiah.

Jika kamu tidak mengikuti template jurnal secara detail, risiko penolakan meningkat bahkan sebelum masuk tahap review substansi.

4. Kualitas Referensi dan Sitasi Akademik

Syarat publikasi jurnal SINTA 2 berikutnya adalah kualitas referensi. Umumnya jurnal menetapkan:

  • Minimal 15 sampai 25 referensi
  • 70 persen berasal dari jurnal ilmiah
  • Referensi terbaru 5 sampai 10 tahun terakhir
  • Menggunakan gaya sitasi seperti APA atau IEEE

Studi tahun 2024 oleh International Association of Scientific Publishing menyebutkan bahwa artikel dengan referensi terkini memiliki peluang diterima 40 persen lebih tinggi dibanding artikel dengan referensi lama.

Kamu juga sebaiknya mengutip jurnal internasional bereputasi untuk memperkuat landasan teori dan diskusi.

5. Proses Double Blind Peer Review

Jurnal SINTA 2 menerapkan sistem double blind peer review. Artinya:

  • Reviewer tidak mengetahui identitas penulis
  • Penulis tidak mengetahui identitas reviewer

Proses ini biasanya memakan waktu 1 hingga 4 bulan.

Reviewer akan mengevaluasi:

  • Ketajaman rumusan masalah
  • Kesesuaian metode dengan tujuan penelitian
  • Kekuatan analisis data
  • Konsistensi antara hasil dan kesimpulan
  • Kontribusi teoritis atau praktis

Data dari beberapa pengelola jurnal nasional menunjukkan lebih dari 60 persen artikel yang akhirnya terbit mengalami minimal satu kali revisi mayor.

Jadi, jika kamu mendapatkan revisi, itu adalah proses wajar dalam publikasi ilmiah.

Syarat Administratif Publikasi Jurnal SINTA 2

Syarat Publikasi Jurnal Sinta 2

Selain kualitas ilmiah, ada persyaratan administratif yang perlu kamu siapkan.

1. Surat Pernyataan Keaslian

Dokumen yang menyatakan artikel belum pernah dipublikasikan.

2. Copyright Transfer Agreement

Pengalihan hak cipta kepada penerbit jurnal.

3. Biaya Publikasi

Sebagian jurnal SINTA 2 mengenakan Article Processing Charge berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000. Namun ada juga jurnal yang gratis tanpa biaya publikasi.

Pastikan kamu mengecek informasi langsung di website resmi jurnal melalui portal SINTA untuk menghindari jurnal predator.

Strategi Praktis Agar Artikel Kamu Lolos Jurnal SINTA 2

Setelah memahami syarat publikasi jurnal SINTA 2, sekarang saatnya fokus pada strategi.

1. Tulis Research Gap Secara Tegas

Di bagian pendahuluan, jelaskan:

  • Apa masalah penelitian
  • Apa yang belum dijawab penelitian sebelumnya
  • Mengapa penelitian kamu penting

Semakin tajam gap yang kamu tulis, semakin kuat urgensi artikel tersebut.

2. Gunakan Metode yang Teruji dan Relevan

Metode kuantitatif dengan analisis statistik kuat atau metode kualitatif dengan triangulasi data yang jelas biasanya lebih meyakinkan reviewer.

Jelaskan secara rinci:

  • Populasi dan sampel
  • Teknik pengumpulan data
  • Uji validitas dan reliabilitas
  • Teknik analisis

Transparansi metodologi meningkatkan kredibilitas penelitian kamu.

3. Perkuat Pembahasan, Bukan Hanya Hasil

Kesalahan umum adalah hanya memaparkan angka tanpa interpretasi mendalam. Pada bagian pembahasan, bandingkan hasil penelitian kamu dengan studi sebelumnya.

Tunjukkan apakah hasil kamu mendukung, memperluas, atau justru bertentangan dengan teori yang ada.

4. Gunakan Bahasa Akademik yang Konsisten

Hindari opini subjektif tanpa data. Gunakan kalimat formal, jelas, dan berbasis referensi. Jika perlu, lakukan proofreading sebelum submit.

Artikel yang rapi dan profesional memberi kesan positif bagi editor.

Kesalahan yang Sering Membuat Artikel Ditolak

Agar kamu lebih siap, hindari kesalahan berikut:

  • Tidak ada kontribusi baru
  • Metode tidak dijelaskan rinci
  • Referensi terlalu lama
  • Tidak mengikuti template
  • Tidak menjawab rumusan masalah
  • Mengabaikan komentar reviewer

Belajar dari kesalahan umum ini akan mempercepat proses publikasi kamu.

Penutup

Memahami syarat publikasi jurnal SINTA 2 bukan sekadar memenuhi format, tetapi membangun kualitas riset yang benar benar bernilai. Ketika kamu menyiapkan novelty yang jelas, metodologi kuat, referensi berkualitas, dan mengikuti template secara disiplin, peluang diterima akan jauh lebih besar.

Sekarang, coba evaluasi draft penelitian kamu. Apakah sudah sesuai dengan standar SINTA 2? Jika belum, perbaiki mulai dari research gap hingga pembahasan. Jangan menunggu sampai deadline semakin dekat.

Publikasi ilmiah bukan hanya kewajiban akademik, tetapi bukti bahwa kamu mampu berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Mulailah dari sekarang, siapkan artikel terbaikmu, dan targetkan jurnal SINTA 2 sebagai pencapaian berikutnya dalam perjalanan akademik kamu.


FAQ

1. Apa itu jurnal SINTA 2?

Jurnal SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional terakreditasi dengan peringkat sangat baik dalam sistem Science and Technology Index yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Peringkat ini menunjukkan bahwa jurnal memiliki tata kelola profesional, proses peer review ketat, serta konsistensi penerbitan yang baik.

2. Siapa saja yang wajib publikasi di jurnal SINTA 2?

Umumnya yang membutuhkan publikasi di jurnal SINTA 2 adalah:

  • Mahasiswa S2 dan S3 untuk syarat kelulusan
  • Dosen untuk kenaikan jabatan fungsional
  • Peneliti untuk memenuhi luaran hibah
  • Institusi pendidikan untuk kebutuhan akreditasi

Namun, tidak semua kampus mewajibkan SINTA 2. Pastikan kamu mengecek regulasi di kampus masing masing.

3. Apa saja syarat publikasi jurnal SINTA 2 secara umum?

Beberapa syarat utama meliputi:

  • Artikel orisinal dan belum pernah dipublikasikan
  • Tingkat similarity rendah, biasanya di bawah 20 persen
  • Mengikuti template jurnal
  • Memiliki novelty atau kebaruan penelitian
  • Referensi mayoritas jurnal ilmiah terbaru
  • Lolos proses double blind peer review

Setiap jurnal bisa memiliki detail tambahan sesuai kebijakan editorialnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *