Publikasi Jurnal Sinta 2 Bayar Berapa
Jurnal Sinta

Publikasi Jurnal Sinta 2 Bayar Berapa

Publikasi jurnal Sinta 2 bayar berapa, siapa yang harus membayar, kapan biaya dikenakan, di mana kamu bisa cek tarif resmi, mengapa biayanya berbeda-beda, dan bagaimana strategi agar tetap hemat tetapi peluang lolos tinggi? Pertanyaan ini sangat relevan bagi mahasiswa S2, S3, dosen, maupun peneliti yang sedang mengejar syarat kelulusan, kenaikan jabatan fungsional, atau hibah penelitian di Indonesia.

Artikel ini akan membedahnya secara transparan dan berbasis data agar kamu bisa mengambil keputusan yang tepat.

Apa Itu Jurnal Sinta 2 dan Mengapa Biayanya Berbeda?

Publikasi Jurnal Sinta 2 Bayar Berapa

Sebelum membahas biaya, kamu perlu memahami dulu konteksnya.

Sinta adalah singkatan dari Science and Technology Index, sistem indeksasi jurnal ilmiah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui platform SINTA.

Jurnal yang terakreditasi Sinta dibagi menjadi enam peringkat, dari Sinta 1 sampai Sinta 6. Sinta 2 termasuk kategori sangat baik dan banyak dijadikan target publikasi karena:

  • Diakui untuk kenaikan jabatan akademik dosen
  • Diterima sebagai syarat kelulusan S2 dan S3 di banyak kampus
  • Memiliki proses review yang ketat namun masih realistis untuk ditembus

Menurut Pedoman Akreditasi Jurnal Nasional ARJUNA dari Kemendikbudristek, jurnal Sinta 2 harus memenuhi standar manajemen editorial, kualitas artikel, dan konsistensi terbitan. Standar inilah yang membuat biaya publikasi bisa berbeda antara satu jurnal dan jurnal lain.

Publikasi Jurnal Sinta 2 Bayar Berapa? Ini Kisaran Biayanya

Secara umum, biaya publikasi jurnal Sinta 2 di Indonesia berkisar antara:

Rp1.500.000 sampai Rp5.000.000 per artikel

Namun dalam praktiknya, kamu bisa menemukan variasi berikut:

  • Rp1.000.000 sampai Rp2.000.000, biasanya jurnal kampus negeri atau swasta dengan dukungan institusi kuat
  • Rp2.500.000 sampai Rp3.500.000, ini kisaran paling umum
  • Rp4.000.000 sampai Rp5.000.000, biasanya jurnal dengan manajemen profesional dan antrian panjang

Biaya ini dikenal sebagai APC atau Article Processing Charge.

Apa Saja yang Dibayar dalam APC?

Berdasarkan praktik umum pengelolaan jurnal open access di Indonesia dan merujuk pada standar pengelolaan OJS oleh Public Knowledge Project, biaya tersebut digunakan untuk:

  • Proses peer review
  • Layout dan copyediting
  • Proofreading
  • Pengelolaan OJS
  • DOI dan indexing
  • Biaya hosting dan administrasi

Menurut laporan open access publishing oleh Directory of Open Access Journals tahun 2023, sekitar 60 persen jurnal open access global mengenakan APC untuk menjaga keberlanjutan operasionalnya. Di Indonesia, tren ini juga meningkat terutama pada jurnal terakreditasi tinggi.

Kapan Kamu Harus Membayar?

Umumnya, pembayaran dilakukan setelah:

  1. Artikel dinyatakan accepted
  2. Revisi final disetujui editor

Hati-hati jika ada jurnal yang meminta pembayaran sebelum proses review dilakukan. Jurnal bereputasi biasanya tidak meminta biaya di awal tanpa proses evaluasi.

Sebagai panduan, kamu bisa mengecek transparansi biaya di website resmi jurnal, biasanya ada menu Author Guidelines atau Publication Fee.

Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Biaya

Berikut beberapa faktor yang membuat biaya publikasi jurnal Sinta 2 berbeda:

1. Reputasi dan Antrian Naskah

Semakin banyak penulis yang mendaftar, semakin tinggi beban pengelolaan. Jurnal dengan waiting list panjang cenderung memiliki biaya lebih tinggi.

2. Frekuensi Terbit

Jurnal yang terbit 4 kali setahun atau lebih memiliki biaya operasional lebih besar dibanding jurnal 2 kali setahun.

3. Dukungan Institusi

Jika jurnal dikelola oleh universitas negeri besar dengan subsidi dana, biayanya bisa lebih rendah.

4. Layanan Tambahan

Beberapa jurnal menyediakan:

  • Fast track review
  • English proofreading tambahan
  • Layout profesional

Layanan tambahan ini bisa menaikkan biaya.

Apakah Ada Jurnal Sinta 2 yang Gratis?

Jawabannya ada, tetapi sangat terbatas.

Beberapa jurnal Sinta 2 yang dikelola institusi negeri dengan dana hibah internal tidak mengenakan APC. Namun:

  • Kuota sangat terbatas
  • Proses review lebih ketat
  • Antrian bisa lebih lama

Menurut kebijakan hibah pengelolaan jurnal dari Kemendikbudristek tahun 2024, sebagian jurnal menerima subsidi untuk meningkatkan kualitas tanpa membebani penulis. Namun tidak semua jurnal mendapatkan pendanaan tersebut.

Apakah Mahal Berarti Pasti Lolos?

Tidak.

Biaya publikasi tidak menjamin artikel kamu diterima. Yang menentukan adalah:

  • Kualitas metodologi
  • Kebaruan penelitian
  • Ketepatan referensi
  • Kepatuhan pada template

Menurut prinsip peer review yang dikemukakan oleh akademisi seperti Bruce Alberts dalam editorial Science Journal, kualitas ilmiah tetap menjadi faktor utama dalam seleksi artikel, bukan kemampuan finansial penulis.

Artinya, strategi kamu harus fokus pada kualitas, bukan sekadar memilih jurnal mahal.

Strategi Agar Publikasi Sinta 2 Lebih Hemat dan Aman

Berikut langkah praktis yang bisa kamu terapkan:

1. Cek Status Akreditasi Resmi

Pastikan jurnal benar-benar terindeks di SINTA. Kamu bisa cek langsung melalui portal resmi SINTA dengan mengetik nama jurnalnya.

2. Hindari Jurnal Predator

Ciri-cirinya:

  • Proses review sangat cepat, kurang dari 1 minggu
  • Tidak ada reviewer yang jelas
  • Meminta transfer pribadi

Menurut laporan Komisi Etik Publikasi Ilmiah Indonesia, kasus jurnal predator meningkat sejak 2020 karena tingginya kebutuhan publikasi akademik.

3. Siapkan Artikel Sesuai Template

Banyak artikel ditolak hanya karena format tidak sesuai. Ini membuat kamu harus submit ulang dan mengeluarkan biaya lagi di jurnal lain.

4. Gunakan Bantuan Proofreading Profesional

Artikel dengan bahasa rapi dan akademik meningkatkan peluang diterima. Investasi di tahap ini sering lebih murah dibanding gagal publikasi.

Perbandingan Biaya dengan Target Akademik

Untuk kamu yang dosen, publikasi di Sinta 2 sering menjadi syarat kenaikan jabatan dari Asisten Ahli ke Lektor.

Berdasarkan Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen tahun 2019 dari Kemendikbud, jurnal Sinta 2 memiliki bobot angka kredit signifikan dalam komponen penelitian.

Artinya, biaya Rp2 juta sampai Rp3 juta bisa dianggap sebagai investasi karier jangka panjang.

Rangkuman Jawaban Singkat

Jika kamu hanya ingin jawaban cepat:

Publikasi jurnal Sinta 2 bayar berapa?
Jawabannya rata-rata Rp1.500.000 sampai Rp5.000.000, tergantung kebijakan jurnal.

Namun yang lebih penting dari biaya adalah kualitas artikel dan kecocokan dengan scope jurnal.

Penutup

Sekarang kamu sudah tahu kisaran biaya publikasi jurnal Sinta 2 dan faktor yang memengaruhinya. Pertanyaannya bukan lagi sekadar bayar berapa, tapi bagaimana kamu mempersiapkan artikel agar lolos tanpa buang waktu dan biaya dua kali.

Publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi jejak intelektual kamu di dunia riset. Jika kamu serius ingin menembus Sinta 2 dengan strategi yang tepat, mulai dari pemilihan jurnal, penyusunan metodologi, sampai proofreading akhir, kamu akan melihat bahwa biaya tersebut adalah investasi, bukan beban.

Saatnya kamu naik level sebagai peneliti yang terencana dan strategis. Jangan tunda lagi, siapkan artikel terbaikmu dan pastikan setiap langkahnya terarah.


FAQ

1. Publikasi jurnal Sinta 2 bayar berapa sebenarnya?

Rata-rata biaya publikasi jurnal Sinta 2 berkisar antara Rp1.500.000 sampai Rp5.000.000 per artikel. Besarnya tergantung kebijakan masing-masing jurnal, dukungan institusi, dan layanan tambahan yang diberikan.

Kamu wajib mengecek biaya resmi langsung di portal SINTA atau website jurnal yang dituju.

2. Apakah semua jurnal Sinta 2 pasti berbayar?

Tidak semua, tetapi mayoritas jurnal Sinta 2 menerapkan Article Processing Charge (APC).

Beberapa jurnal yang mendapat subsidi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia bisa saja gratis. Namun kuotanya terbatas dan persaingannya tinggi.

3. Kapan biaya publikasi harus dibayar?

Biasanya biaya dibayarkan setelah artikel kamu:

  • Dinyatakan accepted
  • Lolos revisi final
  • Mendapat surat penerimaan resmi

Hindari jurnal yang meminta pembayaran penuh sebelum proses review dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *