Di Indonesia, publikasi jurnal nasional bukan cuma soal “terbit di jurnal”. Buat dosen, ini berkaitan langsung dengan BKD, angka kredit (KUM), dan kenaikan jabatan fungsional. Buat mahasiswa, terutama S2 dan S3, ini sering jadi syarat kelulusan. Sayangnya, banyak yang gagal bukan karena risetnya jelek, tapi karena salah strategi.
Artikel ini tidak akan membahas teori umum yang itu-itu saja. Kita akan bahas realita publikasi jurnal nasional di Indonesia, kesalahan yang sering terjadi, dan strategi aman supaya artikel kamu tidak mentok di penolakan atau salah pilih jurnal.
Realita Publikasi Jurnal Nasional di Indonesia

Kalau kamu perhatikan, target paling sering dikejar penulis di Indonesia adalah jurnal nasional terakreditasi (SINTA). Kenapa? Karena:
- Diakui untuk BKD dosen
- Dipakai untuk syarat wisuda S2/S3 di banyak kampus
- Punya nilai angka kredit (KUM)
- Lebih realistis dibanding langsung ke jurnal internasional bereputasi
Masalahnya, banyak penulis berangkat dengan pola pikir:
“Yang penting kirim dulu, nanti lihat hasilnya.”
Akibatnya:
- Salah pilih jurnal
- Artikel tidak sesuai scope
- Ditolak di tahap awal
- Atau nyangkut revisi berkali-kali tanpa kejelasan
Di sinilah strategi publikasi jurnal nasional jadi penting.
Terbit di SINTA 1–6: Kesempatan Emas Publikasi Jurnal Nasional & Internasional Terakreditasi

Apakah kamu sedang mencari kesempatan untuk menerbitkan artikel ilmiah di jurnal terakreditasi nasional maupun internasional? Ini waktunya!
Pelopor Publikasi membuka Call for Paper Spesial Tahun Ini untuk kamu yang ingin mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi. Program ini cocok untuk dosen, peneliti, mahasiswa S2/S3, dan profesional dari berbagai bidang keilmuan.
Sebagai sesama akademisi, kami memahami betul kebutuhan kamu dalam publikasi ilmiah—terutama untuk Publikasi Jurnal Nasional SINTA hingga jurnal internasional bereputasi. Karena itu, kami menghadirkan pendampingan yang lebih terarah, aman, dan sesuai kebutuhan akademik kamu.
Jurnal Terindeks Bereputasi
Kami bekerja sama dengan berbagai jurnal yang terindeks di:
- Scopus (Q2–Q3)
- SINTA (2–6)
- DOAJ
- EBSCO
Ini adalah peluang emas untuk:
- Meningkatkan nilai angka kredit (KUM)
- Menunjang kelulusan akademik
- Memperkuat rekam jejak dan reputasi ilmiah kamu
Siap Publikasi? Ini Waktunya!
Jangan tunda lagi. Publish jurnal kamu sekarang dan wujudkan target akademikmu dengan proses yang lebih terarah dan profesional.
👉 Tertarik? Konsultasikan kebutuhan publikasi ilmiah kamu sekarang juga bersama tim Pelopor Publikasi.
Sebenarnya Apa yang Dimaksud Publikasi Jurnal Nasional?

Singkatnya, publikasi jurnal nasional adalah proses menerbitkan artikel ilmiah di jurnal yang diterbitkan di Indonesia dan memiliki ISSN. Untuk kebutuhan akademik yang lebih serius, biasanya yang dituju adalah jurnal nasional terakreditasi SINTA.
Perlu dipahami:
- Tidak semua jurnal nasional = SINTA
- Tidak semua SINTA cocok untuk semua kebutuhan
- Level SINTA (2–6) punya dampak berbeda untuk BKD, jabatan, dan kelulusan
Jadi, sejak awal kamu harus tahu:
👉 Targetmu butuh SINTA berapa?
Bedanya Jurnal Nasional Biasa vs Jurnal Nasional Terakreditasi (SINTA)

Ini bagian yang sering bikin salah paham.
- Jurnal nasional biasa
Punya ISSN, ada proses editorial, tapi belum tentu terakreditasi. Cocok untuk publikasi awal atau kebutuhan internal tertentu. - Jurnal nasional terakreditasi (SINTA)
Sudah dinilai oleh sistem nasional dan punya peringkat (SINTA 2 sampai SINTA 6).
Ini yang biasanya dipakai untuk:- BKD dosen
- Kenaikan jabatan fungsional
- Syarat wisuda S2/S3
Semakin tinggi level SINTA, biasanya:
- Seleksi makin ketat
- Proses review makin serius
- Nilai akademiknya makin besar
Untuk panduan yang lebih lengkap dan menyeluruh tentang proses dari awal sampai artikel terbit, kamu juga bisa merujuk ke panduan publikasi jurnal yang membahasnya secara sistematis dan mudah dipahami.
Tertarik Mencobanya? Konsultasikan Kebutuhan Publiaksi Ilmiah Anda Sekarang!
Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Penulis

Berdasarkan praktik di lapangan, ini beberapa kesalahan yang paling sering bikin gagal:
1. Salah Pilih Jurnal
Banyak yang cuma lihat:
- “Yang penting SINTA”
- “Yang penting cepat”
Tanpa cek:
- Scope jurnal
- Gaya artikel yang biasa terbit
- Fokus keilmuan jurnal tersebut
Hasilnya? Artikel langsung mental di seleksi awal editor.
2. Naskah Tidak Sesuai Template
Keliatan sepele, tapi ini sering jadi alasan penolakan awal.
Editor jurnal nasional biasanya ketat soal:
- Struktur artikel
- Gaya sitasi
- Format tabel dan gambar
3. Tidak Paham Kebutuhan Akademik Sendiri
Contoh:
- Butuh buat BKD tapi malah target jurnal yang prosesnya lama
- Kejar wisuda tapi kirim ke jurnal yang antriannya panjang
- Butuh SINTA 2 tapi malah submit ke SINTA 5
Ini bukan salah jurnalnya, tapi salah strategi dari awal.
Tertarik Mencobanya? Konsultasikan Kebutuhan Publiaksi Ilmiah Anda Sekarang!
Strategi Aman Publish di Jurnal Nasional

Kalau mau lebih aman dan realistis, pakai pendekatan ini:
1. Tentukan Tujuan Dulu
Tanya ke diri sendiri:
- Ini buat wisuda?
- Buat BKD?
- Buat naik jabatan?
Dari sini baru tentukan:
- Target SINTA berapa
- Perlu cepat atau bisa nunggu
- Perlu aman atau bisa ambil risiko
2. Cek Jurnalnya di SINTA
Selalu cek:
- Status SINTA masih aktif atau tidak
- Scope jurnal sesuai atau tidak
- Riwayat terbitannya konsisten atau tidak
Jangan cuma percaya klaim di website jurnal.
3. Sesuaikan Naskah, Jangan Dipaksa
Lebih baik:
- Ubah judul & fokus pembahasan
- Sesuaikan metode & referensi
Daripada: - Memaksa artikel masuk ke jurnal yang tidak cocok
4. Pertimbangkan Jalur Cepat Kalau Kejar Deadline
Kalau kamu:
- Kejar wisuda
- Kejar BKD
- Kejar kenaikan jabatan
Maka jalur fast track atau pendampingan bisa jadi opsi, asal tetap lewat jurnal yang kredibel.
Tertarik Mencobanya? Konsultasikan Kebutuhan Publiaksi Ilmiah Anda Sekarang!
Berapa Lama dan Berapa Biaya Publikasi Jurnal Nasional?

Secara realistis:
- Waktu
Jalur normal: sekitar 2–3 bulan (bisa lebih lama tergantung jurnal)
Jalur cepat: bisa lebih singkat, tergantung kebijakan jurnal dan kesiapan naskah - Biaya
Ada jurnal yang gratis
Ada juga yang mengenakan biaya pengolahan artikel (APC), terutama untuk:- Operasional editorial
- Layout
- Manajemen sistem jurnal
Yang penting: jangan tergiur janji terlalu manis tanpa proses yang jelas.
Tertarik Mencobanya? Konsultasikan Kebutuhan Publiaksi Ilmiah Anda Sekarang!
Publikasi Jurnal Nasional Itu Soal Strategi, Bukan Sekadar Kirim

Banyak orang mengira publikasi jurnal nasional itu soal “coba-coba kirim”. Padahal, yang lebih menentukan justru:
- Ketepatan pilih jurnal
- Kesesuaian naskah
- Kesesuaian dengan kebutuhan akademik kamu
Kalau strateginya benar, prosesnya bisa jauh lebih lancar. Kalau strateginya salah, kamu bisa buang waktu berbulan-bulan tanpa hasil.
Untuk gambaran yang lebih menyeluruh tentang alur dari submit sampai terbit, kamu juga bisa membaca panduan utama tentang publikasi jurnal yang membahas prosesnya secara lebih lengkap dan terstruktur.
Kesimpulan
Publikasi jurnal nasional di Indonesia bukan sekadar soal menerbitkan artikel, tapi soal strategi. Strategi memilih jurnal, strategi menyiapkan naskah, dan strategi menyesuaikan target dengan kebutuhan akademik kamu.
Dengan pendekatan yang tepat, publikasi jurnal nasional bisa jadi alat yang sangat kuat untuk:
- Menyelesaikan studi
- Mengamankan BKD
- Mendorong kenaikan jabatan
- Membangun reputasi akademik
Jika kamu ingin memahami gambaran proses yang lebih menyeluruh, kamu bisa membaca panduan utama tentang publikasi jurnal yang membahas alur dari submit sampai terbit secara lebih lengkap dan terstruktur.
FAQ
Apa itu publikasi jurnal nasional?
Publikasi jurnal nasional adalah proses menerbitkan artikel ilmiah di jurnal yang diterbitkan di Indonesia dan memiliki ISSN, terutama yang terakreditasi SINTA untuk kebutuhan akademik.
Apakah semua jurnal nasional bisa dipakai untuk BKD dan wisuda?
Tidak. Biasanya yang diakui adalah jurnal nasional terakreditasi (SINTA), dan levelnya disesuaikan dengan aturan kampus atau kebutuhan jabatan.
Berapa lama proses publikasi jurnal nasional?
Umumnya sekitar 2–3 bulan di jalur normal, bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung jurnal dan proses review.
Apakah bisa pakai jalur cepat?
Bisa, tetapi tetap harus melalui jurnal yang kredibel dan proses editorial yang jelas.


