Jurnal SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional terakreditasi yang berada di peringkat kedua dalam sistem SINTA (Science and Technology Index) milik Kemendikbudristek. Jurnal di level ini memiliki standar kualitas tinggi dan sering menjadi target publikasi dosen, mahasiswa, dan peneliti untuk keperluan wisuda, BKD, maupun kenaikan jabatan fungsional.
Karena itu, memahami apa itu jurnal SINTA 2, manfaatnya, serta cara publish yang aman dan sesuai prosedur menjadi hal yang sangat penting sebelum mengirimkan artikel ilmiah. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa menghindari salah pilih jurnal dan meningkatkan peluang lolos review.
Apa Itu Jurnal SINTA 2?

Sebelum jauh, kita luruskan dulu pengertiannya.
1. Pengertian SINTA dan Posisi SINTA 2
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi jurnal nasional yang dikelola oleh pemerintah Indonesia. Di dalamnya, jurnal dibagi ke beberapa peringkat, mulai dari SINTA 1 sampai SINTA 6.
Jurnal SINTA 2 adalah jurnal yang berada satu tingkat di bawah SINTA 1, dengan standar pengelolaan dan kualitas artikel yang masih sangat tinggi. Secara praktik, banyak kampus dan lembaga menganggap SINTA 2 sebagai jurnal nasional bergengsi.
2. Apa Bedanya SINTA 2 dengan SINTA 3, 4, atau 5?
Perbedaan utamanya ada di:
- Kualitas manajemen jurnal
- Konsistensi terbitan
- Mutu artikel dan sitasi
- Penilaian akreditasi dari tim penilai nasional
SINTA 2 jelas berada di level yang lebih tinggi dibanding SINTA 3, 4, atau 5. Karena itu, nilai akademiknya juga lebih besar, baik untuk dosen maupun mahasiswa.
Mengapa SINTA 2 Sangat Penting bagi Kamu?

Publikasi di jurnal SINTA 2 bukan sekadar formalitas. Bagi dosen, artikel di jurnal SINTA 2 punya nilai penting untuk laporan BKD, sertifikasi, dan kenaikan jabatan fungsional. Bagi mahasiswa, terutama S2 dan S3, jurnal terakreditasi sering menjadi syarat kelulusan. Sementara bagi peneliti, SINTA 2 membantu membangun reputasi akademik yang lebih kuat di tingkat nasional.
1. Angka Kredit (KUM) yang Signifikan
Berdasarkan Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit (PO PAK) dosen, publikasi di jurnal nasional terakreditasi SINTA 1 atau 2 memiliki bobot nilai maksimal hingga 25 poin.
Ini jauh lebih tinggi dibandingkan SINTA 3 atau 4 yang biasanya hanya berkisar 20 poin. Selisih 5 poin ini sangat berharga saat kamu sedang mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat.
2. Syarat Kelulusan Studi Lanjut
Banyak promotor di jenjang S3 atau pembimbing di jenjang S2 yang mewajibkan mahasiswanya untuk mempublikasikan setidaknya satu artikel di jurnal minimal SINTA 2.
Ini dilakukan untuk memastikan bahwa riset yang kamu hasilkan memiliki metodologi yang valid dan diakui oleh komunitas ilmiah secara luas.
3. Rekam Jejak di SINTA Profile
Setiap kali artikelmu terbit di jurnal SINTA 2, skor SINTA Score kamu akan meningkat secara otomatis. Hal ini akan memperkuat profil kamu di database nasional, yang nantinya berpengaruh pada peluang kamu mendapatkan dana hibah penelitian dari pemerintah atau lembaga donor.
Kriteria Penilaian Jurnal Apa yang Dilihat oleh Reviewer?

Mesin pencari berbasis AI dan sistem akreditasi manusia memiliki standar yang hampir serupa: mereka menyukai keteraturan dan kedalaman. Jurnal SINTA 2 dievaluasi berdasarkan beberapa pilar utama:
- Penamaan Jurnal dan Legalitas: Jurnal harus memiliki e-ISSN yang sinkron dengan portal ISSN Brin dan memiliki profil yang jelas di Google Scholar serta Garuda.
- Kelembagaan Penerbit: Jurnal yang diterbitkan oleh asosiasi profesi atau perguruan tinggi besar biasanya memiliki tata kelola yang lebih stabil, yang menjadi salah satu poin penilaian menuju SINTA 2.
- Proses Penyuntingan: Keberadaan Editor-in-Chief yang aktif dan Reviewer dari berbagai institusi (bahkan luar negeri) sangat menentukan. Jika kamu melihat sebuah jurnal yang reviewer-nya hanya berasal dari satu kampus, kemungkinan besar jurnal tersebut sulit bertahan di level SINTA 2.
- Gaya Lingkung dan Kedalaman Substansi: Kerapian format sesuai template sangatlah krusial. Selain itu, kedalaman analisis data dan penggunaan literatur primer menjadi penentu utama apakah artikelmu akan diterima atau ditolak.
Tips Teknis Menghadapi Reviewer Jurnal SINTA 2

Kamu mungkin merasa gugup saat mengirimkan naskah pertama kali. Namun, ingatlah bahwa revisi adalah bagian dari proses belajar. Berikut adalah tips agar draf kamu terlihat profesional di mata editor:
- Abstrak yang Menjual: Abstrak adalah pintu masuk. Pastikan ada latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan simpulan dalam maksimal 200 kata. Jangan lupa sertakan kata kunci yang relevan.
- Novelty (Kebaruan): Di bagian pendahuluan, kamu harus bisa menjelaskan apa yang membedakan penelitianmu dengan penelitian orang lain. Gunakan kalimat seperti, “Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang fokus pada X, penelitian ini mencoba mengeksplorasi Y melalui pendekatan Z.”
- Kerapian Referensi: Selalu gunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley. Kesalahan titik koma pada daftar pustaka bisa membuat editor menganggap kamu kurang teliti dalam melakukan riset.
Cara Cek Status Akreditasi Jurnal
Agar tidak salah sasaran, kamu wajib melakukan verifikasi secara berkala. Status akreditasi sebuah jurnal bisa berubah setiap 5 tahun.
Kamu bisa mengunjungi laman sinta.kemdikbud.go.id, masuk ke bagian “Sources”, lalu pilih “Journals”. Di sana kamu bisa memfilter jurnal berdasarkan kategori S2. Selalu cek apakah sertifikat akreditasi mereka masih berlaku agar publikasi kamu tidak sia-sia.
Dalam praktiknya, banyak dosen dan mahasiswa merasa proses publikasi di jurnal SINTA 2 cukup memakan waktu dan teknisnya tidak sederhana.
Mulai dari penyesuaian template, proses submit, hingga menghadapi revisi dari reviewer, semuanya butuh ketelitian dan pengalaman.
Karena itu, tidak sedikit penulis yang memilih menggunakan jasa publikasi jurnal SINTA 2 agar prosesnya lebih terarah, aman, dan tidak membuang waktu terutama jika sedang mengejar deadline wisuda, BKD, atau kenaikan jabatan.
Kesimpulan
Memahami bahwa Jurnal SINTA 2 adalah standar kualitas yang diakui secara nasional akan membantumu untuk tidak lagi ragu dalam mempublikasikan karya terbaikmu. Perjalanan untuk menembus jurnal di level ini memang menuntut kerja keras, ketelitian dalam mengolah data, dan kesabaran dalam menghadapi proses review yang panjang. Namun, semua itu akan terbayar lunas saat namamu muncul di daftar penulis dan karyamu mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat ilmiah.
Jangan biarkan ide-ide brilianmu terhenti hanya karena rasa takut akan penolakan. Setiap penulis besar pernah mengalami revisi, dan setiap peneliti hebat pernah memulai dari nol. Rapikan naskahmu hari ini, cek kembali kecukupan referensinya, dan pilih jurnal target yang paling sesuai dengan fokus studimu. Kamu memiliki kapasitas yang luar biasa untuk berkontribusi bagi ilmu pengetahuan di Indonesia. Tetaplah semangat, teruslah mengeksplorasi hal-hal baru, dan jadilah bagian dari perubahan positif di dunia akademik Indonesia!
FAQ
1. Apa perbedaan mendasar antara SINTA 1 dan SINTA 2?
Perbedaan utamanya terletak pada skor akreditasi dan indeksasi internasional. Jurnal SINTA 1 biasanya adalah jurnal yang sudah terindeks di database internasional bereputasi seperti Scopus atau Web of Science (WoS) dengan skor akreditasi di atas 85. Sementara itu, Jurnal SINTA 2 adalah jurnal nasional dengan skor 70 hingga 85 yang manajemennya sudah sangat baik namun mungkin belum menembus indeksasi Scopus. Bagi kamu, keduanya memiliki nilai KUM yang tinggi, meski SINTA 1 tentu lebih prestisius di tingkat global.
2. Apakah mempublikasikan artikel di Jurnal SINTA 2 berbayar?
Hal ini sangat bergantung pada kebijakan masing-masing pengelola jurnal. Ada jurnal SINTA 2 yang dikelola universitas dan bersifat platinum open access (gratis sepenuhnya), namun banyak juga yang mengenakan Article Processing Charge (APC) untuk biaya operasional review dan penerbitan. Biayanya bervariasi, biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp3.000.000. Kamu harus selalu mengecek bagian “Author Fees” pada situs web jurnal tujuan sebelum mengirimkan naskah.
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari submit hingga terbit?
Proses ini memerlukan kesabaran ekstra. Secara umum, siklus review di jurnal SINTA 2 memakan waktu sekitar 3 hingga 8 bulan. Hal ini dikarenakan naskahmu harus melewati pemeriksaan editor, kemudian dikirim ke minimal dua mitra bestari (reviewer) untuk dinilai secara objektif. Jika kamu sedang mengejar tenggat waktu wisuda atau kenaikan pangkat, pastikan kamu sudah mengirimkan naskah setidaknya 6 bulan sebelumnya.

