Bagaimana cara submit jurnal SINTA 2 dengan benar, siapa yang wajib memahami prosesnya, kapan waktu ideal untuk mengirim artikel, di mana kamu bisa menemukan jurnal terindeks, mengapa SINTA 2 menjadi target banyak dosen dan mahasiswa pascasarjana, serta bagaimana strategi agar artikel tidak langsung ditolak? Pertanyaan ini sangat relevan bagi kamu yang sedang menyiapkan publikasi untuk syarat kelulusan, kenaikan jabatan fungsional, atau penguatan portofolio akademik.
Di Indonesia, jurnal terindeks SINTA menjadi indikator kualitas riset nasional, sehingga memahami alur submit secara detail akan menghemat waktu, biaya, dan energi kamu.
Mengenal SINTA dan Posisi Strategis SINTA 2 dalam Dunia Akademik

Science and Technology Index (SINTA) adalah sistem indeksasi nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Platform ini memetakan kinerja jurnal, penulis, dan institusi penelitian di Indonesia dalam enam peringkat, yaitu SINTA 1 hingga SINTA 6.
SINTA 2 termasuk kategori jurnal nasional terakreditasi sangat baik. Berdasarkan pedoman akreditasi jurnal nasional melalui sistem ARJUNA yang diterbitkan Kemendikbudristek, jurnal pada peringkat ini telah memenuhi standar tata kelola editorial, kualitas substansi artikel, konsistensi penerbitan, serta dampak sitasi yang kuat secara nasional.
Dalam praktik akademik, publikasi di jurnal SINTA 2 sering dijadikan syarat kenaikan jabatan lektor hingga lektor kepala. Selain itu, banyak program magister dan doktor mensyaratkan publikasi minimal pada jurnal terakreditasi nasional. Artinya, memahami proses submit bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis.
Syarat Umum Artikel agar Layak di Jurnal SINTA 2

Sebelum masuk ke tahap teknis pengiriman, kamu perlu memahami bahwa SINTA tidak menerima artikel secara langsung. Yang terakreditasi adalah jurnalnya. Jadi kamu harus mengirim artikel ke jurnal yang sudah terindeks SINTA 2.
Secara umum, ada beberapa standar kualitas yang harus dipenuhi agar artikel tidak gugur pada tahap awal.
1. Orisinalitas dan Bebas Plagiarisme
Jurnal SINTA 2 umumnya mensyaratkan tingkat similarity di bawah 20 persen, meskipun angka ini bisa berbeda di tiap jurnal. Prinsip etika publikasi yang dirujuk banyak jurnal mengacu pada standar Committee on Publication Ethics atau COPE.
Jika artikel kamu terdeteksi memiliki kemiripan tinggi, editor dapat langsung melakukan desk reject tanpa proses review lanjutan. Karena itu, pastikan kamu melakukan pengecekan plagiarisme sebelum submit.
2. Struktur Artikel Ilmiah yang Sistematis
Artikel harus mengikuti struktur ilmiah standar seperti judul, abstrak dua bahasa, pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Beberapa jurnal juga mewajibkan template khusus yang harus diikuti secara presisi.
Berdasarkan pengalaman editor jurnal nasional, banyak artikel ditolak hanya karena tidak mengikuti template. Ini menunjukkan bahwa aspek teknis sama pentingnya dengan kualitas isi.
3. Referensi yang Relevan dan Mutakhir
Sebagian besar jurnal SINTA 2 mensyaratkan referensi terbaru dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Studi bibliometrik menunjukkan bahwa artikel dengan rujukan mutakhir memiliki potensi sitasi lebih tinggi. Karena itu, kamu sebaiknya menggunakan referensi dari jurnal bereputasi, termasuk jurnal internasional atau minimal jurnal SINTA 1 dan SINTA 2 lainnya.
Tahapan Teknis Cara Submit Jurnal SINTA 2

Setelah memahami persyaratan dasar, sekarang kamu perlu mengetahui alur teknis pengiriman artikel. Proses ini umumnya dilakukan secara daring melalui sistem Open Journal System atau OJS.
Sebelum masuk ke langkah rinci, penting bagi kamu untuk menyadari bahwa setiap jurnal memiliki kebijakan yang berbeda. Namun, secara umum, tahapan berikut hampir selalu ada.
1. Mencari Jurnal SINTA 2 yang Sesuai Bidang
Langkah pertama adalah memilih jurnal yang relevan dengan topik penelitianmu. Kamu dapat mencarinya melalui laman resmi SINTA dan memfilter berdasarkan peringkat SINTA 2 serta bidang keilmuan.
Pastikan fokus dan scope jurnal benar benar sesuai dengan topik penelitianmu. Salah memilih jurnal adalah penyebab utama desk rejection. Editor biasanya akan menolak artikel yang tidak sesuai ruang lingkup tanpa mengirimnya ke reviewer.
2. Membaca dan Mengikuti Author Guidelines
Setelah menemukan jurnal yang tepat, kamu harus membaca author guidelines secara detail. Pedoman ini mencakup format penulisan, gaya sitasi seperti APA atau IEEE, jumlah kata, hingga sistem referensi yang digunakan.
Banyak penulis gagal karena mengabaikan detail kecil seperti format tabel, ukuran margin, atau struktur abstrak. Padahal, kepatuhan terhadap template menunjukkan profesionalisme penulis di mata editor.
3. Registrasi dan Submit melalui OJS
Mayoritas jurnal SINTA 2 menggunakan OJS sebagai sistem pengelolaan naskah. Kamu perlu membuat akun sebagai author, melengkapi profil, lalu mengunggah artikel sesuai instruksi.
Biasanya kamu juga diminta mengunggah surat pernyataan orisinalitas dan cover letter. Jika jurnal menerapkan double blind review, pastikan identitas penulis tidak tercantum dalam file utama artikel.
4. Menghadapi Proses Review dan Revisi
Setelah submit, artikel akan melalui tahap desk evaluation oleh editor. Jika lolos, artikel akan dikirim ke reviewer untuk peer review. Proses ini bisa berlangsung satu hingga tiga bulan.
Menurut berbagai laporan pengelola jurnal nasional, sekitar 40 sampai 60 persen artikel tidak lolos tahap awal karena tidak sesuai scope atau memiliki kelemahan metodologis. Jika kamu mendapatkan revisi mayor, jangan berkecil hati. Revisi adalah bagian normal dari proses ilmiah.
Strategi Agar Artikel Kamu Lebih Berpeluang Diterima

Mengirim artikel saja tidak cukup. Kamu perlu strategi agar peluang diterima lebih besar dibanding rata rata submission lainnya.
Sebelum membahas strategi spesifik, kamu perlu memahami bahwa reviewer menilai tiga aspek utama, yaitu kebaruan, metodologi, dan kontribusi ilmiah.
1. Menentukan Gap Penelitian dengan Jelas
Dalam bagian pendahuluan, kamu harus menunjukkan celah penelitian sebelumnya. Apa yang belum dibahas oleh studi terdahulu dan bagaimana penelitianmu mengisi kekosongan tersebut.
Menurut John W. Creswell dalam buku Research Design, kontribusi penelitian menjadi indikator utama kualitas akademik. Jika artikel tidak menunjukkan novelty, peluang diterima akan kecil.
2. Menggunakan Metodologi yang Kuat dan Transparan
Metode penelitian harus dijelaskan secara rinci. Jika menggunakan pendekatan kuantitatif, sertakan uji validitas dan reliabilitas. Jika menggunakan pendekatan kualitatif, jelaskan teknik triangulasi data.
Reviewer biasanya sangat kritis terhadap ukuran sampel, teknik analisis, dan konsistensi antara hasil dan pembahasan. Ketidaksesuaian kecil saja bisa menjadi alasan revisi mayor.
3. Memilih Topik yang Aktual dan Berdampak
Topik penelitian yang relevan dengan isu nasional seperti transformasi digital, keberlanjutan, dan inovasi pendidikan memiliki daya tarik lebih tinggi. Berdasarkan tren publikasi nasional dalam lima tahun terakhir, topik berbasis teknologi mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah artikel terbit.
Jika kamu bisa mengaitkan penelitian dengan kebijakan nasional atau kebutuhan industri, nilai kebermanfaatannya akan meningkat di mata reviewer.
Estimasi Waktu dan Biaya Publikasi di SINTA 2

Proses publikasi di jurnal SINTA 2 tidak instan. Rata rata waktu yang dibutuhkan berkisar antara tiga hingga enam bulan, tergantung kecepatan reviewer dan manajemen jurnal.
Tahap desk review biasanya berlangsung satu hingga empat minggu. Proses peer review dapat memakan waktu satu hingga tiga bulan. Setelah revisi disetujui, tahap editing dan layout bisa membutuhkan waktu tambahan beberapa minggu.
Terkait biaya, tidak semua jurnal memungut Article Processing Charge. Namun, sebagian jurnal mengenakan biaya antara Rp500.000 hingga Rp2.500.000. Kamu harus memastikan transparansi biaya di website jurnal untuk menghindari jurnal predator.
Penutup
Submit jurnal SINTA 2 bukan sekadar proses administratif, tetapi strategi akademik jangka panjang. Kamu perlu memahami standar kualitas, mengikuti template secara disiplin, memperkuat metodologi, dan menyiapkan mental untuk revisi.
Jika kamu sedang menyiapkan publikasi untuk kelulusan atau kenaikan jabatan, mulailah dari sekarang dengan menyusun artikel yang benar benar kuat secara substansi. Jangan hanya fokus pada target terbit, tetapi fokuslah pada kualitas kontribusi ilmiah yang kamu berikan.
Semakin matang persiapanmu, semakin besar peluang artikel diterima. Jadikan setiap proses revisi sebagai pembelajaran, dan terus tingkatkan kualitas risetmu agar mampu bersaing di jurnal terakreditasi nasional.
FAQ
Apakah SINTA menerima artikel secara langsung?
Tidak. Science and Technology Index (SINTA) tidak menerima artikel secara langsung dari penulis. SINTA adalah sistem indeksasi dan pemeringkatan jurnal, bukan penerbit jurnal.
Kamu harus mengirim artikel ke jurnal yang sudah terakreditasi dan terindeks SINTA 2. Setelah artikel diterbitkan di jurnal tersebut, barulah publikasi kamu tercatat dalam sistem SINTA.
Berapa nilai similarity maksimal agar lolos jurnal SINTA 2?
Secara umum, banyak jurnal SINTA 2 mensyaratkan tingkat similarity di bawah 20 persen. Namun, kebijakan ini bisa berbeda tergantung masing masing jurnal.
Selain angka similarity, editor juga melihat konteks kemiripan. Jika bagian yang mirip terdapat pada metodologi umum atau definisi teoritis yang memang sulit diubah, biasanya masih dapat ditoleransi. Namun jika kemiripan ada pada hasil penelitian, peluang penolakan sangat besar.
Apakah mahasiswa boleh submit ke jurnal SINTA 2?
Boleh. Tidak ada larangan mahasiswa mengirim artikel ke jurnal SINTA 2. Bahkan banyak program magister dan doktor mewajibkan publikasi di jurnal terakreditasi sebagai syarat kelulusan.
Yang terpenting adalah kualitas artikel, bukan status penulisnya. Jika penelitian kamu kuat secara metodologi dan memiliki kebaruan, peluang diterima tetap terbuka.

